HOME  ⁄  Pertambangan

Vale Pastikan Pabrik HPAL Morowali dan Pomalaa Mulai Beroperasi Akhir 2026

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Vale Pastikan Pabrik HPAL Morowali dan Pomalaa Mulai Beroperasi Akhir 2026
Foto: Akrivitas perusahaan nikel PT Vale Indonesia di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (sumber: Vale)

Pantau - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) memastikan pabrik pengolahan nikel berteknologi high-pressure acid leach (HPAL) di Morowali, Sulawesi Tengah, dan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, mulai beroperasi sesuai target pada akhir 2026.

Direktur dan Kepala Proyek PT Vale Indonesia Muhammad Asril mengatakan perseroan terus mengejar penyelesaian pembangunan kedua fasilitas pengolahan tersebut.

"Untuk Morowali dan Pomalaa, sekali lagi sesuai target, insya Allah dalam waktu dekat, kedua pabrik tersebut akan mulai beroperasi," ungkap Asril.

Proyek di Morowali dikenal sebagai Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, sementara fasilitas HPAL Pomalaa berada di kawasan industri PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI).

IGP Morowali Terima Autoclave

Asril mengatakan pembangunan smelter HPAL di Bahodopi, Morowali, telah menunjukkan kemajuan signifikan.

IGP Morowali baru-baru ini menerima kedatangan dua autoclave yang menjadi reaktor inti dalam fasilitas pengolahan HPAL.

Pemasangan autoclave menjadi salah satu capaian penting dalam tahap konstruksi smelter dengan nilai investasi mencapai 2 miliar dolar AS tersebut.

Fasilitas HPAL IGP Morowali ditargetkan memiliki kapasitas produksi 60 ribu ton nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP).

Autoclave terakhir untuk mendukung kapasitas tersebut dijadwalkan tiba pada akhir September atau awal Oktober 2026.

"Untuk HPAL-nya, dua autoclave yang sudah tiba, autoclave terakhir, untuk kapasitas (produksi) 60 ribu ton (nikel dalam mixed hydroxide precipitate/MHP) itu akan tiba di bulan akhir bulan ini atau awal bulan Oktober," kata Asril.

HPAL Pomalaa Masuki Tahap Commissioning

Sementara itu, pembangunan IGP Pomalaa menunjukkan progres lebih maju dibandingkan proyek Morowali.

Menurut Asril, fasilitas HPAL Pomalaa telah memasuki tahap commissioning atau pengujian dan persiapan sebelum beroperasi.

Kegiatan pertambangan yang akan memasok bahan baku ke fasilitas tersebut juga telah beroperasi dan siap menyediakan bijih limonit.

"Untuk di Pomala sendiri lebih advance, itu progresnya lebih jauh sekarang, sementara dalam tahap commissioning untuk HPAL-nya, di pertambangan sendiri sudah operasi, siap untuk supply ore limonate ke pabrik," ungkap Asril.

Pabrik HPAL Pomalaa memiliki kapasitas produksi sebesar 120 ribu ton nikel per tahun dalam bentuk MHP.

PT Vale dalam waktu dekat akan mulai melakukan pengujian terhadap fasilitas tersebut sebelum memasuki tahap operasi.

"Insya Allah dalam waktu dekat, kita akan mulai bidik, dan kita akan tes pabrik dengan kapasitas 120 ribu ton MHP di Pomalaa," kata Asril.

Limonit Sorowako Mulai Ditumpuk

Selain Morowali dan Pomalaa, PT Vale melaporkan perkembangan IGP Sorowako Limonite di Sulawesi Selatan yang juga berjalan cukup baik.

Progres kegiatan pertambangan di Sorowako telah menunjukkan kemajuan, sedangkan limonit hasil kegiatan tersebut mulai ditumpuk sebagai persediaan.

"Sedangkan Sorowako sama, jadi untuk mining-nya sendiri progresnya sudah cukup baik, limonate-nya sudah kita stockpiling," ungkap Asril.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026