HOME  ⁄  Ekonomi

Cadangan Devisa Indonesia Capai 146,5 Miliar Dolar AS, Pengelolaan DHE SDA Jadi Penopang Daya Saing Ekspor

Oleh Gerry Eka
SHARE   :

Cadangan Devisa Indonesia Capai 146,5 Miliar Dolar AS, Pengelolaan DHE SDA Jadi Penopang Daya Saing Ekspor
Foto: Pekerja melakukan bongkar muat barang peti kemas di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate, Maluku Utara, Sabtu (15/2/2025)

Pantau - Cadangan devisa Indonesia mencapai 146,5 miliar dolar AS pada akhir Agustus 2026, sehingga pengelolaan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA) menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan eksternal sekaligus keberlanjutan daya saing ekspor nasional.

Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 5,4 bulan impor atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Jumlah tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor dan menunjukkan posisi eksternal Indonesia yang relatif kuat.

DHE SDA Didorong Tetap Produktif

Devisa yang telah diperoleh Indonesia perlu dikelola secara produktif tanpa mengurangi kemampuan sektor ekspor untuk menghasilkan penerimaan valuta asing berikutnya.

Kondisi cadangan devisa yang relatif kuat memberikan ruang bagi Indonesia untuk mengelola kebijakan DHE SDA secara lebih strategis.

Pengelolaan tersebut tidak hanya bertujuan memastikan devisa hasil ekspor berada di dalam negeri, tetapi juga mengarahkannya agar memberikan manfaat bagi perekonomian tanpa mengganggu likuiditas kegiatan usaha penghasil devisa.

"Ruang pemanfaatan DHE mencakup pembayaran kewajiban kepada pemerintah, pengadaan barang dan jasa termasuk barang modal, pembayaran pinjaman, serta modal kerja."

Pemanfaatan DHE tersebut menjadi penting karena sektor penghasil devisa tetap membutuhkan likuiditas untuk mempertahankan kegiatan produksi dan ekspor.

Daya Saing Ekspor Perlu Tetap Dijaga

Pengelolaan DHE tidak dapat dipisahkan dari keberlangsungan kegiatan usaha karena perusahaan eksportir membutuhkan dana untuk berproduksi, berinvestasi, membeli barang modal dan bahan baku, serta memperluas pasar.

Keseimbangan antara penempatan devisa di dalam negeri dan kebutuhan operasional eksportir diperlukan agar kebijakan DHE SDA dapat memperkuat ketahanan eksternal tanpa menghambat aktivitas usaha.

Kemampuan Indonesia mempertahankan ketahanan eksternal pada akhirnya juga bergantung pada keberlanjutan penerimaan valuta asing baru yang dihasilkan melalui kegiatan ekspor.

Dengan demikian, pengelolaan devisa secara produktif berjalan beriringan dengan upaya menjaga kemampuan sektor ekspor 

Penulis :
Gerry Eka
FLOII 2026