HOME  ⁄  Ekonomi

KKP Targetkan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 untuk Perluas Distribusi Ikan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

KKP Targetkan 1.269 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 untuk Perluas Distribusi Ikan
Foto: Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf memberikan pemaparan dalam acara forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Jakarta, Senin 14/9/2026 (sumber: ANTARA/Fitra Ashari)

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi bagian dari jaringan distribusi ikan antardaerah untuk meningkatkan produktivitas, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf mengatakan pemerintah menargetkan pembangunan 1.269 KNMP pada 2026 sebagai bagian dari transformasi ekonomi kawasan pesisir.

Pengembangan KNMP tidak hanya diarahkan sebagai pusat aktivitas produksi, tetapi juga untuk memperluas pemasaran hasil tangkapan nelayan agar tidak bergantung pada pasar lokal.

Didit menyampaikan hal tersebut dalam Forum Koordinasi Penanganan Permukiman Kumuh Terpadu di Jakarta, Senin.

KNMP Dibangun dengan Sistem Hub dan Kawasan Penyangga

Pengembangan setiap KNMP akan disesuaikan dengan potensi sumber daya perikanan serta jumlah nelayan di masing-masing wilayah.

Kawasan dengan jumlah nelayan dalam skala besar akan dikembangkan sebagai hub atau pusat jaringan produksi dan distribusi, sedangkan kawasan berskala lebih kecil dapat berfungsi sebagai wilayah penyangga.

Kawasan penyangga nantinya dapat memasok hasil produksi perikanan kepada KNMP yang berfungsi sebagai hub sehingga kegiatan produksi dan distribusi antarkawasan pesisir dapat saling terintegrasi.

Menurut Didit, pola tersebut memungkinkan hasil perikanan dari kawasan pesisir menjangkau pasar yang lebih luas dan tidak berhenti pada pemasaran di tingkat lokal.

Didit mencontohkan wilayah yang sebelumnya hanya menjual hasil produksi ke pasar lokal kemudian mampu memperluas distribusi ke Semarang, Surabaya, Jakarta, hingga Bitung.

Setelah jaringan pemasaran antardaerah terbentuk, produk perikanan tersebut selanjutnya dapat diarahkan memasuki pasar ekspor.

Model pengembangan yang dinilai berhasil itu akan diadaptasi untuk KNMP di berbagai daerah tanpa diterapkan secara seragam karena karakteristik dan potensi setiap wilayah berbeda.

"Model-model inilah yang akan kita ambil, tiru, modifikasi dengan tematik di masing-masing daerah yang ada," ungkap Didit.

Produktivitas dan Pendapatan Nelayan Jadi Fokus

KKP akan berfokus meningkatkan produktivitas penangkapan ikan sekaligus pendapatan masyarakat melalui peningkatan mutu, jenis ikan, serta hasil tangkapan nelayan.

"Agar kampung nelayan merah putih menjadi benar-benar merupakan bagian dari transformasi yang ada kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat, maka kami berfokus untuk peningkatan produktivitas penangkapannya dan juga peningkatan pendapatan dari masyarakat, baik dari mutu, pendapatan, jenis ikan dan hasil tangkapan," kata Didit.

Intervensi melalui KNMP diharapkan membuat kawasan nelayan, termasuk yang berada di wilayah terpencil, semakin produktif dan mampu memberikan nilai ekonomi lebih tinggi bagi masyarakat pesisir.

Peningkatan produksi tersebut akan dibarengi dengan penguatan akses pasar agar tambahan hasil tangkapan dapat memberikan peningkatan pendapatan bagi nelayan.

Pabrik Es hingga SPBN Disiapkan di Kawasan Nelayan

Pengembangan KNMP akan dilengkapi berbagai infrastruktur untuk mendukung kegiatan produksi, operasional nelayan, serta distribusi hasil perikanan.

Fasilitas yang dipersiapkan antara lain pabrik es untuk menjaga mutu hasil tangkapan, gudang, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), tambatan perahu, bengkel, serta sarana pemasaran hasil perikanan.

Keberadaan infrastruktur tersebut diarahkan untuk meningkatkan aktivitas produksi sekaligus menjaga mutu dan nilai hasil tangkapan agar produk nelayan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

KKP juga mempersiapkan sumber daya manusia untuk mengelola KNMP melalui kerja sama dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Pengelolaan kawasan menjadi perhatian karena pembangunan KNMP tidak hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga memastikan fasilitas dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat turut diperlukan untuk mengintegrasikan fasilitas produksi, sumber daya manusia, akses pasar, serta jaringan distribusi antardaerah.

KKP sebelumnya telah mengidentifikasi sekitar 100 lokasi sebagai model awal pengembangan KNMP.

Setelah menargetkan pembangunan 1.269 KNMP pada 2026, pemerintah berencana terus memperluas program tersebut hingga mencapai 5.000 KNMP pada 2029.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026