
Pantau - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memperkuat produksi pertanian untuk menjaga swasembada pangan sekaligus mendukung kemandirian energi nasional melalui penyediaan bahan baku biodiesel B50 dan bioetanol.
"Sektor pertanian siap mendukung agenda kemandirian energi nasional melalui pengembangan energi berbasis sumber daya domestik," kata Amran di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Amran sebelumnya menyampaikan kesiapan tersebut seusai menghadiri Rapat Terbatas di Istana Negara, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Produksi Padi dan Beras Tetap Menjadi Prioritas
Amran menyebut Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar produksi pangan nasional tetap dijaga di tengah penguatan agenda energi nasional, termasuk pengembangan biodiesel B50 dan bioetanol.
“Ini arahan Bapak Presiden agar pangan khususnya padi, beras, kita jaga dengan baik,” jelas Amran.
Menurut Amran, arahan tersebut menjadi perhatian pemerintah dalam memastikan produksi pangan tetap kuat dan ketersediaannya terjaga.
Penguatan produksi juga dilakukan sejalan dengan upaya menjaga keberlanjutan swasembada pangan yang telah dicapai Indonesia.
Di sisi lain, sektor pertanian memiliki sumber daya dan komoditas yang dapat dikembangkan untuk mendukung kemandirian energi nasional.
Minyak sawit menjadi salah satu komoditas yang dipersiapkan sebagai bahan baku biodiesel dalam program B50.
“Untuk B50, kami sangat siap. Bahan bakunya banyak,” ungkap Mentan Amran.
Amran mengatakan berbagai kebutuhan untuk mendukung pengembangan program tersebut juga telah dipersiapkan pemerintah.
“Sebenarnya semuanya sudah kita siapkan,” tegasnya.
Sawit hingga Tebu Disiapkan untuk Energi
Pengembangan energi berbasis pertanian dilakukan melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri sekaligus peningkatan nilai tambah komoditas nasional melalui hilirisasi.
Pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel B50 diarahkan untuk memperluas penggunaan komoditas tersebut di pasar domestik sekaligus mendukung pengurangan ketergantungan terhadap energi fosil.
Selain biodiesel, pemerintah mendorong pengembangan bioetanol yang dapat memanfaatkan sejumlah komoditas pertanian sebagai bahan baku.
Tebu, jagung, dan ubi kayu menjadi beberapa komoditas yang dapat dikembangkan sebagai sumber bahan baku bioetanol.
Penguatan sektor pertanian dengan demikian diarahkan untuk menjaga produksi pangan sekaligus mengoptimalkan komoditas lainnya sebagai sumber energi domestik.
Kementerian Pertanian terus mendorong peningkatan produktivitas, efisiensi, hilirisasi, serta pengembangan komoditas strategis guna mendukung agenda pangan dan energi nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




