
Pantau - Gangguan lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz akibat konflik yang belum terselesaikan di kawasan Iran memicu kelangkaan pupuk secara global sekaligus memperburuk kondisi pasar energi.
Direktur Kantor Penghubung Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) untuk Federasi Rusia, Oleg Kobiakov, menyampaikan kondisi tersebut kepada RIA Novosti dalam laporan yang dipublikasikan pada Kamis (17/9/2026).
"Gangguan pada lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz menyebabkan kelangkaan pupuk secara global, yang mengakibatkan pada memburuknya situasi di pasar pupuk dan kenaikan harga energi," kata Kobiakov.
Konflik Iran Berkepanjangan Ganggu Pelayaran
Kobiakov menyebut krisis seputar Iran telah bergeser dari konflik sesaat menjadi masalah sistemik berkepanjangan.
Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada 28 Februari 2026 yang kemudian memicu serangan balasan dari Iran.
Iran dan Amerika Serikat selanjutnya menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan pada pertengahan Juni 2026.
Namun, kedua pihak kemudian kembali saling melancarkan serangan dan konflik hingga kini belum terselesaikan.
Eskalasi konflik tersebut membuat lalu lintas pelayaran melalui Selat Hormuz nyaris terhenti.
Pasokan Energi dan Pupuk Global Terdampak
Selat Hormuz merupakan jalur pasokan penting bagi pasar global untuk pengiriman minyak mentah, produk minyak bumi, dan gas alam cair.
Terganggunya aktivitas pelayaran melalui jalur tersebut turut menyebabkan harga bahan bakar naik di sebagian besar negara di dunia.
Gangguan jalur perdagangan itu juga berdampak pada pasar pupuk dengan munculnya kelangkaan pasokan secara global sebagaimana disampaikan FAO.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




