
Pantau - Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri akan menghadiri Pertemuan ke-58 Menteri Ekonomi ASEAN atau ASEAN Economic Ministers (AEM) di Manila, Filipina, pada 19–22 September 2026 dengan fokus mempercepat integrasi ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Pertemuan AEM ke-58 berlangsung pada momentum ASEAN menghadapi dinamika ekonomi dan geopolitik yang kompleks sekaligus menyelesaikan tahun pertama pelaksanaan Rencana Strategis Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2026–2030.
“ASEAN bersatu dalam menghadapi tantangan geoekonomi masa kini yang kian meningkat, persaingan kekuatan besar, meningkatnya proteksionisme, volatilitas energi, dan gangguan rantai pasok. Tantangan-tantangan ini tidak hanya mengancam pertumbuhan kita, tetapi juga stabilitas dan keamanan perekonomian kita,” ujar Roro sebagai alternate AEM Indonesia.
Pertemuan AEM ke-58 di bawah Keketuaan Filipina mengusung tema Navigating Our Future, Together.
AEM Tinjau Prioritas Ekonomi ASEAN
Roro menjelaskan pertemuan tersebut akan meninjau kemajuan berbagai prioritas ekonomi utama, mengukuhkan keputusan yang telah dicapai, serta memajukan agenda integrasi ekonomi ASEAN.
Konsultasi dengan sejumlah mitra dialog juga akan dilakukan untuk memperkuat hubungan ekonomi eksternal dan mendorong kerja sama yang saling menguntungkan.
Roro dijadwalkan mengikuti sejumlah agenda dalam rangkaian AEM, termasuk ASEAN Free Trade Agreement (AFTA) Council ke-40.
Ia juga akan menghadiri Business Dialogue on ASEAN’s Digital Economy 2026 dan Pertemuan Tingkat Menteri Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) ke-5.
Wamendag Agendakan Pertemuan Bilateral
Selain mengikuti rangkaian pertemuan ASEAN, Roro dijadwalkan menggelar sejumlah pertemuan bilateral dengan negara mitra, antara lain Rusia, China, Inggris, dan Kanada.
Pertemuan konsultasi AEM dengan para mitra strategis ASEAN juga menjadi bagian dari agenda yang akan diikuti Roro selama berada di Manila.
Roro mengatakan ASEAN perlu bertindak dengan tekad kolektif untuk menjaga masa depan kawasan di tengah berbagai tekanan eksternal.
“Dengan bertindak secara kolektif, ASEAN akan memperkuat arsitektur keamanan ekonominya, memastikan kawasan kita tetap tangguh menghadapi tekanan eksternal dan berdaya saing dalam ekonomi global,” kata Roro.
- Penulis :
- Aditya Yohan




