
Pantau - Pemerintah pusat mengucurkan anggaran sekitar Rp1 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk membangun tiga Sekolah Rakyat terintegrasi di Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, dan Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pembangunan ketiga sekolah tersebut dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
“Sekolah Rakyat adalah gerbang menuju masa depan yang cerah bagi generasi penerus Indonesia yang ada di Papua,” kata AHY saat mengunjungi Sekolah Rakyat Papua di Jayapura, Jumat (18/9/2026).
Progres Pembangunan Capai Empat Persen
AHY mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi di tiga wilayah tersebut saat ini telah mencapai sekitar empat persen.
“Pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi sementara dikerjakan oleh Kementerian PU di Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, dan Kabupaten Biak Numfor, dan saat ini sesuai informasi yang diterima baru mencapai empat persen,” ujar AHY.
Sekolah Rakyat tersebut dirancang sebagai fasilitas pendidikan terintegrasi mulai jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas pendidikan tersebut dapat diselesaikan pada Maret 2027.
“Sesuai informasi yang kami peroleh dari Kementerian PU, pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi tiga daerah di Papua akan rampung atau selesai pada Maret 2027,” kata AHY.
Anggaran Pembangunan Capai Rp1 Triliun
AHY mengatakan total anggaran APBN yang dikucurkan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura, dan Kabupaten Biak Numfor mencapai kurang lebih Rp1 triliun.
Anggaran tersebut digunakan untuk mengerjakan pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat terintegrasi di ketiga daerah tersebut.
“Semoga pembangunan Sekolah Rakyat terintegrasi berjalan dengan baik, tepat waktu, dan berkualitas, di Kabupaten Sarmi, Kota Jayapura dan Kabupaten Biak Numfor,” ujar Menko AHY.
- Penulis :
- Aditya Yohan




