HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog Malang Siapkan 500 Ton Beras Premium untuk Tekan Harga hingga Ritel Modern

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Bulog Malang Siapkan 500 Ton Beras Premium untuk Tekan Harga hingga Ritel Modern
Foto: Kepala Perum Bulog Cabang Malang M Nurjuliansyah Rachman meninjau tahap awal penyaluran beras premium ke Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Jawa Timur, Jumat 18/9/2026 (sumber: ANTARA/Ananto Pradana)

Pantau - Perum Bulog Cabang Malang siap memperluas penyaluran beras premium ke pasar tradisional hingga ritel modern di Malang Raya dan Pasuruan Raya untuk menekan kenaikan harga komoditas tersebut.

Kepala Bulog Cabang Malang M Nurjuliansyah Rachman mengatakan tahap awal penyaluran telah dilakukan dengan memasok 10 ton beras premium ke Pasar Bunulrejo, Kota Malang, Jawa Timur.

"Nanti ada droping lanjutan sampai ke ritel modern, karena ada kenaikan harga beras premium sehingga kami turun dan sudah memantau droping yang di Pasar Bunulrejo. Pantauan terakhir di pasar ini harga sudah Rp16.600 per kilogram, sedangkan harga eceran tertinggi Rp14.900 per kilogram," kata Nurjuliansyah di Kota Malang, Jumat.

Berdasarkan pemantauan Bulog Cabang Malang, harga beras premium di Pasar Bunulrejo telah mencapai Rp16.600 per kilogram atau berada di atas harga eceran tertinggi (HET) sebesar Rp14.900 per kilogram.

Bulog Siapkan Alokasi 500 Ton hingga Desember

Setelah penyaluran tahap awal di Pasar Bunulrejo, Bulog berencana melanjutkan distribusi beras premium ke seluruh pasar tradisional dan ritel modern di wilayah kerja Cabang Malang yang meliputi Malang Raya dan Pasuruan Raya.

Beras premium yang disalurkan merupakan produksi Bulog sendiri dengan pasokan berasal dari Sentra Penggilingan Padi (SPP) Magetan.

"Produksinya Bulog sendiri, ini dari Sentra Penggilingan Padi (SPP) Magetan," ucap Nurjuliansyah.

Bulog Cabang Malang memperkirakan total alokasi beras premium yang sedang dipersiapkan untuk Malang Raya dan Pasuruan Raya mencapai 500 ton.

Meski demikian, Bulog belum menentukan secara terperinci jumlah beras yang akan dialokasikan ke masing-masing daerah.

"Belum kami ploting (jumlah alokasi per daerah) tetapi nanti insya Allah 500 ton, pendistribusian sampai Desember," ujar Nurjuliansyah.

Nurjuliansyah menjelaskan kenaikan harga beras premium dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari musim kemarau yang dibarengi munculnya El Nino, belum berlangsungnya masa panen kedua, hingga kenaikan harga gabah.

"Harga gabah mulai naik, itu jadi faktor kenaikannya," ucap Nurjuliansyah.

Pedagang Sebut Beras Premium Mulai Sulit Ditemukan

Salah satu pedagang beras di Pasar Bunulrejo, Supriono, menilai masuknya suplai beras premium dari Bulog menjadi terobosan di tengah kondisi komoditas tersebut yang mulai sulit ditemukan.

Menurut Supriono, kelangkaan beras premium disertai kenaikan harga telah berlangsung sekitar satu bulan terakhir.

Beras premium Bulog yang baru masuk ke Pasar Bunulrejo akan terlebih dahulu diperkenalkan dan dipromosikan kepada konsumen selama sekitar satu minggu.

"Berasnya baru jadi perkenalan dulu hari ini di pasar, kami coba mempromosikan satu sampai minggu ke depan kepada pembeli. Harganya Rp148 ribu untuk 10 kilogram," kata Supriono.

Supriono mengatakan kenaikan harga membuat masyarakat cenderung menahan pembelian dan memilih menghabiskan terlebih dahulu persediaan beras yang masih tersedia di rumah.

Untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga, khususnya ibu rumah tangga, beras premium disebut tetap menjadi pilihan, sedangkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) memiliki segmen konsumen berbeda.

"Kalau untuk konsumsi rumah tangga ibu-ibu tetap memilih premium, sedangkan beras SPHP ada pasarnya sendiri untuk pedagang makanan sama UMKM," kata Supriono.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026