
Pantau - Lebih dari 20 perusahaan Indonesia telah mengonfirmasi kehadiran dalam INA-LAC Business Mission yang akan digelar di Santiago, Chile, pada 1–2 Oktober.
Perusahaan Indonesia yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari makanan dan minuman, farmasi, alat kesehatan, kebugaran, perawatan pribadi, furnitur, energi, hingga otomotif.
“Sejauh ini terdapat lebih dari 20 perusahaan Indonesia yang konfirmasi hadir dari berbagai sektor,” kata Juru Bicara II Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Selain perusahaan Indonesia, kegiatan tersebut akan dihadiri pengusaha dan asosiasi bisnis dari kawasan Amerika Latin dan Karibia.
Kemlu Harapkan Peserta Sektor Pertambangan dan Energi Bertambah
Kemlu berharap jumlah peserta INA-LAC Business Mission masih terus bertambah, terutama perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan energi.
“Kementerian Luar Negeri berharap jumlah peserta, khususnya dari sektor pertambangan dan energi, terus bertambah,” ucap Nabyl.
Nabyl menjelaskan INA-LAC merupakan program unggulan Direktorat Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu RI sebagai bagian dari diplomasi ekonomi Indonesia.
Program tersebut ditujukan untuk memfasilitasi pengembangan kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dengan negara-negara di kawasan Amerika Latin dan Karibia.
INA-LAC Business Forum telah diselenggarakan sejak 2019, sedangkan pelaksanaan INA-LAC Business Mission tahun ini akan berlangsung di kantor pusat Sociedad de Fomento Fabril (SOFOFA) di Santiago.
Menurut Nabyl, Chile dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena menjadi salah satu pusat keuangan dan bisnis di kawasan Amerika Latin.
Sejumlah perusahaan multinasional juga menjadikan Chile sebagai pusat regional untuk menjalankan kegiatan bisnis mereka.
Chile telah menjalin lebih dari 60 perjanjian perdagangan bebas yang mencakup berbagai pasar utama dunia, termasuk Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA) atau Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Chile.
“Chile juga sudah menjalin lebih dari 60 perjanjian perdagangan bebas yang mencakup pasar-pasar utama dunia, termasuk Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA),” kata Nabyl.
Peserta Dijadwalkan Bertemu Perusahaan dan Regulator Chile
Selama dua hari pelaksanaan INA-LAC Business Mission, peserta dijadwalkan mengunjungi sejumlah perusahaan Chile yang disesuaikan dengan sektor usaha masing-masing.
Para peserta juga akan melakukan pertemuan dengan sejumlah badan regulator setempat untuk mendukung pengembangan peluang kerja sama.
Rangkaian kegiatan turut mencakup Business Presentation atau Presentasi Bisnis, Business Pitching atau Penyampaian Penawaran Bisnis, serta Business Matching atau Pertemuan Bisnis untuk mempertemukan pihak-pihak yang berpotensi menjalin kerja sama.
Selain itu, agenda INA-LAC Business Mission mencakup INA-LAC Energy and Mining Business Forum atau Forum Bisnis Energi dan Pertambangan INA-LAC.
Rangkaian kegiatan tersebut juga akan dilengkapi dengan penyelenggaraan resepsi diplomatik.
- Penulis :
- Arian Mesa




