HOME  ⁄  Ekonomi

Inflasi Pontianak Capai 2,78 Persen, Pemkot Siapkan Operasi Pasar untuk Kendalikan Harga Cabai

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Inflasi Pontianak Capai 2,78 Persen, Pemkot Siapkan Operasi Pasar untuk Kendalikan Harga Cabai
Foto: Seorang pembeli tengah berbelanja di pasar rakyat, Kota Pontianak (sumber: ANTARA/Dedi)

Pantau - Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menyiapkan operasi pasar untuk mengendalikan harga pangan setelah inflasi daerah tersebut mencapai 2,78 persen akibat dampak kemarau panjang pada 2026.

Cabai menjadi salah satu komoditas yang mendapat perhatian khusus karena harganya masih relatif tinggi dan dinilai dapat memberikan tekanan terhadap inflasi serta daya beli masyarakat.

"Kita dapat informasi adanya kenaikan cabai, nanti kita lakukan operasi pasar," kata Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono di Pontianak, Jumat.

Menurut Edi, inflasi Pontianak yang mencapai 2,78 persen sudah berada di ambang batas sehingga pemerintah daerah akan kembali memperkuat langkah pengendalian.

"Artinya sudah berada di ambang batas. Jadi kita akan kendalikan lagi," kata Edi.

Operasi pasar akan dilakukan secara berkala untuk memastikan ketersediaan sekaligus menjaga harga berbagai kebutuhan pokok di Kota Pontianak tetap terkendali.

Langkah tersebut juga ditujukan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau, terutama bagi kelompok berpenghasilan rendah.

"Kita mau memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah yang paling terdampak ketika harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan," katanya.

Cabai Rawit Sempat Tembus Rp190 Ribu per Kilogram

Harga cabai rawit di Pontianak sebelumnya sempat melonjak hingga Rp190 ribu per kilogram, jauh di atas harga normal yang berada pada kisaran Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.

Lonjakan harga tersebut terjadi akibat kemarau panjang yang menyebabkan petani lokal mengalami gagal panen sehingga memengaruhi ketersediaan pasokan cabai.

Harga cabai rawit kemudian turun menjadi sekitar Rp130 ribu per kilogram setelah pasokan cabai dari Pulau Jawa mulai masuk ke Pontianak.

Berdasarkan pemantauan per Kamis, 18 September 2026, harga pangan diperiksa di Pasar Puring, Pasar Flamboyan, Pasar Kemuning, Pasar Teratai, dan Pasar Dahlia.

Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga sayuran dan bumbu dapur mengalami penurunan, sedangkan sejumlah bahan pangan pokok serta daging relatif stabil atau mengalami sedikit kenaikan.

Cabai merah keriting tercatat seharga Rp117.067 per kilogram, cabai merah besar Rp89.067 per kilogram, cabai rawit merah Rp131.734 per kilogram, dan cabai rawit hijau Rp85.000 per kilogram.

Harga berbagai jenis cabai tersebut telah menurun dibandingkan titik tertinggi yang sebelumnya sempat menembus Rp143.000 ke atas.

Harga bawang merah juga turun menjadi Rp35.334 per kilogram dari sebelumnya Rp40.000 per kilogram.

Harga Beras hingga Sayuran Cenderung Melunak

Pada kelompok beras, harga rata-rata beras medium tercatat Rp14.234 per kilogram, lebih rendah dibandingkan batas atas Rp14.667 dan mendekati batas bawah Rp14.000.

Beras CK dijual Rp18.300 per kilogram, sedangkan beras Bulog Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berada di harga Rp12.800 per kilogram.

Beras Khusus/Merah tercatat Rp20.917 per kilogram, sementara Beras Cap Mangkok berada di harga Rp18.375 per kilogram.

Pada kelompok sayuran, harga bayam tercatat Rp26.000 per kilogram, sedangkan tomat turun signifikan menjadi Rp16.334 per kilogram dari sebelumnya Rp24.000 per kilogram.

Harga ketimun juga turun menjadi Rp24.134 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram.

Sawi hijau tercatat Rp31.933 per kilogram dan kangkung Rp21.067 per kilogram, dengan keduanya masih berada di bawah harga tertinggi.

Kedelai impor tercatat Rp14.267 per kilogram dari sebelumnya Rp15.000 per kilogram, sementara gula pasir curah turun dari Rp15.000 menjadi Rp14.267 per kilogram.

Minyak goreng curah turun dari Rp23.000 menjadi Rp20.427 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan dan Minyak Kita juga mengalami penurunan dibandingkan harga tertingginya.

Harga Daging dan Telur Relatif Stabil

Pada kelompok daging dan telur, pergerakan harga cenderung stabil dengan sejumlah komoditas mengalami sedikit penurunan.

Harga daging ayam ras tercatat Rp28.534 per kilogram, turun dari Rp31.667 per kilogram, sedangkan telur ayam ras berada di Rp28.200 per kilogram dan relatif stabil.

Daging sapi paha tercatat Rp162.334 per kilogram, daging sapi tetelan Rp107.084 per kilogram, dan daging kerbau beku Rp114.167 per kilogram.

Harga ikan bandeng juga turun menjadi Rp27.200 per kilogram dari sebelumnya Rp30.000 per kilogram.

Secara keseluruhan, harga pangan di pasar Kota Pontianak cenderung melunak, terutama pada kelompok bumbu dapur dan sejumlah bahan pangan pokok.

Pemkot Pontianak tetap melakukan pemantauan harga dan menyiapkan operasi pasar secara berkala di tengah kondisi cuaca yang masih memengaruhi produksi berbagai komoditas pertanian.

Cabai tetap menjadi salah satu fokus pengendalian karena meski harganya telah turun dari titik tertinggi, tingkat harganya masih relatif tinggi.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026