HOME  ⁄  Ekonomi

Mendag Budi Santoso Dorong Ekspor Terus Meningkat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Mendag Budi Santoso Dorong Ekspor Terus Meningkat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia
Foto: Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menanggapi pertanyaan awak media di Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Jakarta, Selasa 22/9/2026 (sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Pantau - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso berharap kinerja positif ekspor Indonesia terus terjaga dan semakin membaik di tengah tren kenaikan harga minyak dunia.

Pemerintah berupaya mendorong ekspor agar terus meningkat sehingga defisit perdagangan minyak dan gas (migas) tidak menggerus surplus yang dihasilkan komoditas nonmigas.

Budi menyoroti harga minyak yang kembali mengalami kenaikan setelah kondisi serupa sempat terjadi sekitar April dan Mei 2026.

“Memang kemarin sempat harga minyak naik lagi, seperti pada bulan April dan Mei kalau tidak salah. Ya, harapan kita, yang kita lakukan adalah bagaimana ekspor kita terus meningkat, karena jangan sampai defisit minyak ini nanti mempengaruhi surplus dari (komoditas) nonmigas,” ungkap Budi.

Mendag juga berharap defisit perdagangan migas dapat ditekan sehingga surplus perdagangan Indonesia bisa terus ditingkatkan.

“Jadi yang migas jangan terlalu besar defisitnya, sehingga surplus ini bisa kita tingkatkan,” katanya.

Ekspor Januari-Juli 2026 Tembus 167,03 Miliar Dolar AS

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia selama Januari-Juli 2026 mencapai 167,03 miliar dolar AS.

Nilai tersebut meningkat 4,43 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Sejalan dengan kenaikan total ekspor, nilai ekspor nonmigas Indonesia pada Januari-Juli 2026 tumbuh 5,21 persen menjadi 160,01 miliar dolar AS.

Secara bulanan, nilai ekspor Indonesia pada Juli 2026 mencapai 26,22 miliar dolar AS atau meningkat 6,05 persen dibandingkan Juli 2025.

Pertumbuhan juga terjadi pada ekspor nonmigas selama Juli 2026 yang naik 6,84 persen menjadi 25,43 miliar dolar AS.

Trade Expo Indonesia 2026 Dibidik Perluas Pasar Ekspor

Budi menjelaskan salah satu upaya pemerintah memperluas pasar ekspor dilakukan melalui penyelenggaraan Trade Expo Indonesia 2026 pada 14-18 Oktober 2026.

Pameran tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mendorong nilai ekspor Indonesia semakin besar.

Menurut Budi yang akrab disapa Busan, antusiasme buyer atau pembeli untuk menghadiri Trade Expo Indonesia 2026 cukup tinggi dengan lebih dari 4 ribu pihak telah mengonfirmasi kehadiran.

“Salah satu upaya agar bagaimana kita bisa meningkatkan ekspor kita lebih besar lagi. Sekarang, antusiasme buyer yang mau datang (ke Trade Expo Indonesia 2026), sudah konfirmasi hadir lebih dari 4 ribu,” kata Budi.

Harga Minyak Dunia Menguat

Di tengah upaya meningkatkan ekspor tersebut, harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan pada perdagangan Selasa, 22 September 2026.

Pergerakan harga minyak berlangsung seiring dinamika geopolitik terkait potensi digelarnya dialog antara Amerika Serikat dan Iran di sela-sela Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada pekan tersebut.

Kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman November naik 0,22 persen menjadi 100,57 dolar AS per barel.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat untuk kontrak Oktober naik tipis 0,02 persen menjadi 95,8 dolar AS per barel.

Untuk kontrak November yang lebih aktif diperdagangkan, harga minyak mentah WTI meningkat 0,14 persen menjadi 92,49 dolar AS per barel.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026