HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah 1,69 Persen, Rebalancing Dana Asing di Asia Tenggara Jadi Perhatian Pasar

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah 1,69 Persen, Rebalancing Dana Asing di Asia Tenggara Jadi Perhatian Pasar
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Selasa sore di tengah potensi penataan ulang atau rebalancing aliran dana asing di kawasan Asia Tenggara.

IHSG turun 107,69 poin atau 1,69 persen ke posisi 6.277,04.

Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga melemah 8,68 poin atau 1,37 persen ke posisi 625,61.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus atau Nico menilai perubahan status Vietnam menjadi emerging market dalam klasifikasi FTSE berpotensi memicu penataan ulang aliran modal asing di Asia Tenggara.

"Peningkatan status Vietnam ke dalam FTSE emerging market, secara langsung memicu potensi penataan ulang (rebalancing) aliran modal asing di Asia Tenggara," ungkap Nico.

Status Vietnam dan Harga Minyak Jadi Sentimen Global

Pelaku pasar global merespons perubahan status Vietnam oleh FTSE dari frontier market menjadi emerging market.

Menurut Nico, perubahan status tersebut berpotensi menarik dana investor asing untuk masuk ke pasar saham Vietnam.

Di sisi lain, penguatan sejumlah bursa Asia ditopang sentimen penurunan harga minyak mentah seiring meningkatnya upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Pasar juga memperhatikan tanda-tanda berlanjutnya aliran energi dari kawasan tersebut.

"Penurunan harga minyak yang lebih rendah membantu meredakan tekanan inflasi," kata Nico.

Data satelit menunjukkan muatan minyak Saudi di Teluk Persia mengalami lonjakan.

Kondisi tersebut menunjukkan ekspor minyak mulai bergeser kembali menuju Selat Hormuz karena penutupan pipa Timur-Barat masih berlanjut.

Meski demikian, terdapat laporan yang menunjukkan jalur tersebut berpotensi kembali beroperasi sebagian dalam beberapa hari.

Nico menilai perkembangan itu memberikan harapan terhadap kemajuan diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

"Tentunya ini sebuah harapan kemajuan diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah," ungkap Nico.

Pelaku pasar juga mencermati agenda Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang dijadwalkan berpidato dalam Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat.

Selain itu, terdapat kemungkinan Trump bertemu dengan Presiden Iran Pezeshkian di sela-sela acara tersebut.

Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI

Dari dalam negeri, pelaku pasar bersikap wait and see terhadap arah kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).

Perhatian pasar tertuju pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI September 2026 yang berlangsung pada 22-23 September 2026.

Menurut konsensus yang disampaikan Nico, BI diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga acuan.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi mempersempit celah intervensi atau dukungan terhadap penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing.

"Secara konsensus diperkirakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan, sehingga berpotensi mempersempit celah intervensi atau dukungan bagi penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing," kata Nico.

Sepuluh Sektor Saham Berakhir di Zona Merah

Dalam perdagangan Selasa, IHSG sempat dibuka menguat sebelum bergerak ke teritori negatif dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama.

Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga perdagangan saham berakhir.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, hanya sektor barang konsumen nonprimer yang menguat dengan kenaikan 0,23 persen.

Sebanyak 10 sektor lainnya melemah dengan penurunan terbesar dialami sektor energi sebesar 2,52 persen.

Sektor properti turun 1,90 persen, sedangkan sektor industri melemah 1,85 persen.

Saham-saham yang mencatat penguatan harga terbesar adalah FORU, BPTR, SAPX, AGAR, dan DFAM.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar adalah BBSS, RISE, TRIN, GDST, dan TRUE.

Frekuensi perdagangan saham di BEI tercatat mencapai 2,15 juta kali transaksi dengan volume 32,23 miliar lembar saham.

Nilai transaksi perdagangan saham tercatat sebesar Rp14,43 triliun.

Sebanyak 148 saham mengalami kenaikan harga, 556 saham melemah, dan 259 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Bursa Asia Mayoritas Menguat

Sejumlah bursa saham regional Asia pada Selasa sore bergerak menguat di tengah pelemahan IHSG.

Indeks Shanghai menguat 0,06 persen ke posisi 3.952,13 dan indeks Hang Seng naik 0,18 persen ke posisi 25.087,75.

Indeks Kospi menguat 0,15 persen ke posisi 7.017,91, sedangkan indeks Kuala Lumpur naik 0,99 persen ke posisi 1.683,50.

Indeks Straits Times menguat 0,86 persen ke posisi 5.723,76.

Sementara itu, indeks Nikkei Jepang tidak diperdagangkan karena libur memperingati Citizen's Holiday, yaitu hari yang berada di antara dua tanggal merah.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026