
Pantau - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mencatat jumlah investor pasar modal di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning), Jawa Barat, mencapai sekitar 686 ribu investor pada triwulan II 2026.
Jumlah tersebut berdasarkan data Single Investor Identification (SID) hingga Juni 2026 dan tumbuh sekitar 109 persen secara tahunan.
Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan jumlah SID di Ciayumajakuning meningkat tajam dibandingkan Juni 2025 yang tercatat sebanyak 328 ribu investor.
“Jumlah SID pada Juni 2026 tercatat sekitar 686 ribu investor, meningkat sangat signifikan dibandingkan Juni 2025 yang berada di level 328 ribu investor,” ungkap Agus.
Secara bulanan, jumlah investor juga bertambah dari sekitar 654 ribu investor pada Mei 2026 menjadi sekitar 686 ribu investor pada Juni 2026 atau tumbuh 4,91 persen.
Menurut Agus, peningkatan SID menggambarkan semakin luasnya partisipasi masyarakat Ciayumajakuning dalam kegiatan investasi di pasar modal.
Nilai Transaksi Saham Capai Rp3,66 Triliun
Selain pertumbuhan investor, OJK Cirebon mencatat akumulasi nilai transaksi saham di Ciayumajakuning pada Juni 2026 mencapai Rp3,66 triliun.
Angka tersebut meningkat sekitar 120 persen secara tahunan dibandingkan Juni 2025 yang tercatat sebesar Rp1,67 triliun.
“Nilai transaksi tersebut meningkat 120 persen dibandingkan Juni 2025 yang tercatat Rp1,67 triliun,” kata Agus.
OJK Cirebon juga mengamati perkembangan jumlah investor sejak Desember 2024 hingga Juni 2026 yang menunjukkan kecenderungan terus meningkat.
Namun, pertumbuhan jumlah investor tersebut tidak selalu diikuti pergerakan nilai transaksi saham yang sama karena aktivitas transaksi selama periode tersebut cenderung lebih fluktuatif.
Agus menjelaskan minat masyarakat menjadi investor terus bertambah, sedangkan intensitas transaksi dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
“Minat masyarakat untuk menjadi investor terus bertambah, tetapi intensitas transaksi dapat berubah-ubah mengikuti kondisi pasar, sentimen investor, serta peluang investasi yang tersedia,” ungkapnya.
Literasi Investasi Perlu Terus Ditingkatkan
Menurut Agus, pertumbuhan jumlah investor perlu diikuti peningkatan pemahaman masyarakat dalam melakukan investasi, khususnya di sektor pasar modal.
Literasi investasi diperlukan agar bertambahnya jumlah investor berjalan beriringan dengan kemampuan masyarakat memahami kondisi pasar serta menilai peluang investasi yang tersedia.
Berdasarkan data Juni 2026, sekitar 686 ribu investor di Ciayumajakuning memberikan kontribusi sekitar 12 persen terhadap keseluruhan investor pasar modal di Jawa Barat.
Total SID pasar modal di Jawa Barat pada periode tersebut mencapai sekitar 5,78 juta investor.
Agus menyebut peningkatan jumlah investor dan aktivitas transaksi secara tahunan menjadi bagian dari perkembangan akses masyarakat Ciayumajakuning terhadap pasar modal.
Meski demikian, aktivitas perdagangan secara bulanan masih dapat berubah sehingga masyarakat perlu memperhatikan kondisi pasar dan informasi investasi sebelum mengambil keputusan.
“Pergerakan transaksi secara bulanan menunjukkan aktivitas perdagangan masih berubah-ubah, sehingga masyarakat perlu memperhatikan kondisi pasar dan informasi investasi dalam mengambil keputusan,” kata Agus.
- Penulis :
- Leon Weldrick




