HOME  ⁄  Ekonomi

IHSG Ditutup Melemah 0,90 Persen, Pasar Cermati Pertemuan Trump-Xi dan Tekanan Harga Minyak

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

IHSG Ditutup Melemah 0,90 Persen, Pasar Cermati Pertemuan Trump-Xi dan Tekanan Harga Minyak
Foto: Ilustrasi - Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) (sumber: IDX)

Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah 56,72 poin atau 0,90 persen ke posisi 6.241,89 pada perdagangan Jumat sore, sejalan dengan pelemahan mayoritas bursa saham di kawasan Asia.

Indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut melemah 2,15 poin atau 0,34 persen ke posisi 621,11.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan IHSG dan mayoritas bursa regional Asia cenderung melemah menjelang akhir pekan ketika pelaku pasar mencermati perkembangan hubungan Amerika Serikat (AS) dan China.

"Jelang akhir pekan ini, IHSG dan bursa regional Asia cenderung melemah. Pelaku pasar tampaknya terus memantau negosiasi AS dan China yang dapat membuka jalan bagi perjanjian perdagangan baru," ungkap Nico.

Pasar Cermati Pertemuan Trump dan Xi Jinping

Pelaku pasar mempertimbangkan perkembangan pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping di Washington, AS, dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) menjadi salah satu topik utama pertemuan kedua pemimpin di Gedung Putih.

Secara terpisah, Xi Jinping mendesak AS untuk secara eksplisit menentang kemerdekaan Taiwan.

Selain hubungan AS dan China, tingginya harga minyak dunia masih menjadi perhatian karena dinilai semakin meningkatkan tekanan terhadap inflasi.

Pasar mendapatkan sedikit kelegaan dari laporan bahwa AS dan Iran tengah mempertimbangkan kesepakatan secara bertahap yang disebut dapat membuka kembali Selat Hormuz serta mencabut blokade AS terhadap pelabuhan Iran.

Pada saat bersamaan, ketegangan di Timur Tengah dilaporkan meningkat setelah militan Houthi yang bersekutu dengan Iran di Yaman meluncurkan rudal ke arah sejumlah kota di Arab Saudi, termasuk Yanbu dan Taif.

Tekanan terhadap pasar juga datang dari ekspektasi bahwa bank sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga acuan pada level tinggi untuk waktu yang lebih lama.

Ekspektasi tersebut muncul seiring lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah AS dan meningkatnya perkiraan bahwa The Fed mungkin masih perlu menaikkan suku bunga lebih lanjut untuk mengendalikan inflasi.

John Williams dari New York Fed mengatakan The Fed masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengendalikan inflasi, sedangkan Anna Paulson dari Philadelphia Fed menyebut pengetatan kebijakan tambahan dalam skala moderat mungkin masih diperlukan.

Dari dalam negeri, volatilitas harga minyak mentah dunia turut menjadi perhatian karena meski harganya telah menurun, levelnya masih dinilai tinggi sehingga dampaknya terhadap kondisi fiskal tetap dicermati.

Nico mengatakan kehati-hatian pelaku pasar juga meningkat menjelang publikasi sejumlah data ekonomi domestik pada pekan berikutnya, termasuk neraca perdagangan Indonesia periode Agustus 2026 dan inflasi September 2026.

Seluruh Sektor Saham Berakhir di Zona Merah

IHSG telah dibuka melemah sejak awal sesi dan bertahan di wilayah negatif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.

Memasuki sesi kedua, IHSG masih berada di zona merah dan kondisi tersebut bertahan hingga penutupan perdagangan.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor saham tercatat melemah dengan sektor industri mengalami penurunan terdalam sebesar 2,30 persen.

Sektor infrastruktur menyusul dengan pelemahan 2,03 persen, sedangkan sektor properti turun 1,34 persen.

Saham MBTO, SHID, TRUK, FORU, dan UVCR tercatat sebagai saham dengan penguatan harga terbesar dalam perdagangan tersebut.

Sebaliknya, CTTH, NASI, NATO, KIOS, dan KOKA menjadi saham yang mengalami pelemahan harga terbesar.

Frekuensi perdagangan saham di BEI sepanjang hari mencapai 1,58 juta kali transaksi dengan volume sebanyak 26,20 miliar lembar saham dan nilai transaksi Rp9,37 triliun.

Sebanyak 122 saham mencatat kenaikan harga, 587 saham melemah, dan 254 saham tidak mengalami perubahan nilai.

Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 1,45 persen ke posisi 66.466,00 dan indeks Straits Times naik 0,51 persen ke posisi 5.712,24.

Sementara itu, indeks Shanghai melemah 1,22 persen ke posisi 3.888,37, Hang Seng turun 1,01 persen ke posisi 24.510,09, dan Kuala Lumpur melemah tipis 0,04 persen ke posisi 1.671,62.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026