
Pantau - PT MRT Jakarta menargetkan keterlibatan investor asing untuk membantu pembiayaan sejumlah proyek kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD) yang akan dikembangkan di berbagai lokasi di DKI Jakarta.
Division Head Property Management Division PT MRT Muchamad Iqbal Bimo Arifianto mengatakan keterlibatan perusahaan asing tidak hanya diharapkan dalam bentuk dukungan pendanaan, tetapi juga alih pengetahuan berdasarkan pengalaman pengembangan proyek serupa di negara mereka.
“Kami menargetkan investor ini tidak hanya memberikan bantuan dari pendanaan, tapi lebih kepada “transfer knowledge” yang dibangun di negara mereka dan akan diterapkan nantinya di Jakarta,” ungkap Iqbal.
MRT Jakarta Tawarkan TOD Blok M hingga Lebak Bulus
Dalam menawarkan proyek kepada investor asing, MRT Jakarta tidak hanya berfokus pada besaran dana investasi yang dapat diperoleh, tetapi juga berbagai opsi aset TOD yang bisa dikembangkan bersama.
Sejumlah aset yang akan ditawarkan mencakup TOD Blok M, TOD Dukuh Atas, hingga Lebak Bulus Park and Ride.
Selain ketiga lokasi tersebut, MRT Jakarta menyiapkan sejumlah titik lain untuk ditawarkan kepada perusahaan dari luar negeri.
“Ada sejumlah titik di kawasan yang akan ditawarkan untuk dikembangkan secara bersama investor luar negeri. Satu aset itu bisa dikerjakan bersama dengan sejumlah investor nantinya,” kata Iqbal.
Dengan skema tersebut, satu aset TOD tidak harus dikembangkan oleh satu investor karena sejumlah perusahaan dapat terlibat secara bersama-sama dalam pengerjaannya.
Menurut Iqbal, pembangunan TOD bertujuan menghidupkan kawasan di sekitar simpul transportasi sehingga dapat menjadi tempat masyarakat bertemu, berkumpul, dan menjalankan aktivitas sehari-hari.
Pengembangan kawasan tersebut juga akan dilengkapi berbagai fasilitas, termasuk pilihan makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat perkotaan.
MRT Jakarta memperkirakan pengembangan TOD dapat menggerakkan aktivitas ekonomi seiring meningkatnya kunjungan masyarakat ke kawasan tersebut.
Iqbal mencontohkan Blok M yang sebelumnya lebih dikenal sebagai kawasan terminal atau mal, kemudian berevolusi menjadi kawasan transit yang dikunjungi berbagai kalangan masyarakat.
Kebutuhan Dana Besar Dorong MRT Jakarta Gaet Investor
Pengembangan kawasan TOD membutuhkan pendanaan dalam jumlah besar sehingga MRT Jakarta berupaya mendapatkan dukungan dari investor luar negeri.
“Pengembangan kawasan TOD membutuhkan pendanaan yang cukup besar, sehingga kami berupaya menggaet investor dari luar negeri,” kata Iqbal.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, PT MRT Jakarta bersama sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta menggelar TOD Investement Forum di Singapura.
Forum tersebut diharapkan membuka peluang bagi perusahaan asing untuk terlibat dalam berbagai proyek TOD yang akan dikembangkan di Jakarta.
Meski penjajakan telah dilakukan, hingga saat ini belum terdapat kesepakatan investasi yang diselesaikan dengan investor asing.
“Sejauh ini belum ada yang deal untuk investasi dan pihaknya terus berupaya menarik investor untuk ikut serta dalam pembangunan tersebut,” ungkap Iqbal.
MRT Jakarta masih melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan daya tarik perusahaan dan proyek TOD agar investor asing bersedia menanamkan modal.
Selain mendapatkan pendanaan, MRT Jakarta kembali menekankan pentingnya alih ilmu pengetahuan dari perusahaan asing yang terlibat dalam pengembangan proyek.
“Dalam satu aset itu dapat dikerjakan beberapa perusahaan investor asing dan tentu harapannya ada alih ilmu pengetahuan nantinya,” kata Iqbal.
Proyek TOD Bernilai Ratusan Miliar Rupiah
Saat ini, MRT Jakarta tengah mengerjakan sejumlah proyek dengan kebutuhan anggaran relatif besar di berbagai kawasan.
Salah satunya adalah pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp300 miliar.
Proyek lainnya adalah Extended Concourse Bundaran HI yang dikerjakan PT Integrasi Transit Jakarta dengan nilai Rp148,2 miliar.
Selain itu, terdapat proyek Kali Besar Heritage, XGL Mixed-Use, Ultimate Development Blok M, Lebak Bulus Park and Ride, dan Thamrin Asset Development yang masuk dalam pengembangan TOD.
Melalui penjajakan dengan investor asing, MRT Jakarta menargetkan dukungan pembiayaan sekaligus alih pengetahuan untuk membantu pengembangan kawasan TOD di berbagai titik di Jakarta.
- Penulis :
- Arian Mesa




