HOME  ⁄  Ekonomi

Kementerian Ekraf Dorong QRIS Star Jadi Katalog Produk Kreatif untuk Permudah Wisatawan Memilih

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kementerian Ekraf Dorong QRIS Star Jadi Katalog Produk Kreatif untuk Permudah Wisatawan Memilih
Foto: Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi di Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam dalam diskusi di acara FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, Sabtu 26/9/2026 (sumber: ANTARA/Fitra Ashari)

Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong pengembangan QRIS Star sebagai katalog sekaligus sistem klasifikasi produk dan layanan ekonomi kreatif Indonesia agar lebih mudah dikenali dan dipilih konsumen, termasuk wisatawan mancanegara.

Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Muhammad Neil El Himam mengatakan QRIS Star dapat dikembangkan menjadi katalog pariwisata yang antara lain memuat informasi mengenai destinasi kuliner.

Sistem tersebut diharapkan memberikan informasi lebih jelas mengenai produk dan pelaku usaha sekaligus mendorong peningkatan kualitas serta daya saing produk ekonomi kreatif.

"QRIS Star ini tujuannya buat kami, buat teman-teman UMKM ataupun dari pedagangnya, tentunya harus ada klasifikasinya. Jadi mungkin kalau yang bintangnya satu, itu yang baru pakai QRIS nya secara terus menerus, nanti bintangnya dua itu yang misalnya sudah dirasakan, mungkin masakannya enak," kata Neil dalam diskusi di FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta, Sabtu.

QRIS Star Dikembangkan dengan Sistem Klasifikasi

Neil mengatakan QRIS Star dapat dikembangkan sebagai sistem klasifikasi dengan konsep peringkat seperti Michelin Star.

Pelaku usaha yang baru menggunakan QRIS dapat memperoleh klasifikasi awal sebelum tingkatannya meningkat berdasarkan penilaian kualitas produk hingga kepemilikan sertifikasi tertentu.

Konsep tersebut tidak hanya ditujukan untuk produk kuliner, tetapi juga dapat dikembangkan pada berbagai sektor ekonomi kreatif dan pariwisata lainnya.

Kementerian Ekonomi Kreatif menilai klasifikasi tersebut dapat membantu wisatawan memperoleh gambaran mengenai produk atau destinasi yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.

"Untuk memudahkan para pelancong, baik dari dalam maupun luar negeri, supaya lebih mudah mencari apa yang diinginkan," ujar Neil.

Pengembangan QRIS Star juga diharapkan mendorong pelaku usaha ekonomi kreatif meningkatkan kualitas produk agar semakin kompetitif.

QRIS Didorong Hubungkan Produk Kreatif dengan Pasar Global

Selain membantu wisatawan, QRIS Star dinilai berpotensi memperkuat konektivitas produk dan layanan ekonomi kreatif Indonesia dengan konsumen global.

Kementerian Ekonomi Kreatif mencatat nilai ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 27 miliar dolar AS.

Nilai ekspor tersebut masih didominasi produk berbentuk barang yang dikirim melalui jalur laut maupun udara, sementara transaksi ekonomi kreatif berbasis digital dinilai belum seluruhnya tercatat.

Aktivitas tersebut antara lain mencakup karya musik Indonesia yang dikonsumsi masyarakat luar negeri melalui layanan streaming serta film yang ditonton melalui platform over-the-top (OTT).

Jasa kreatif yang dikerjakan pelaku industri Indonesia untuk pihak di luar negeri juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi kreatif digital yang dinilai belum seluruhnya tercatat.

QRIS Star karena itu diharapkan berkembang menjadi bagian dari ekosistem yang menghubungkan produk dan jasa ekonomi kreatif Indonesia dengan konsumen global.

"Harapannya itu nanti QRIS tadi, kalau bisa muncul, bisa digunakan di luar. Kalau beli barang dari Indonesia, atau beli jasa dari Indonesia, atau produksi dari Indonesia, bisa pakai QRIS," kata Neil.

Pemanfaatan QRIS secara lebih luas diharapkan memperlancar transaksi barang dan jasa ekonomi kreatif sekaligus memperkuat posisi produk Indonesia di pasar internasional.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026