HOME  ⁄  Ekonomi

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.978 per Dolar AS, Konflik Iran-AS Tekan Pasar

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.978 per Dolar AS, Konflik Iran-AS Tekan Pasar
Foto: Warga mengambil uang melalui mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di kawasan Jagakarsa, Jakarta, Rabu 1/7/2026 (sumber: ANTARA FOTO/Rakha Raditya Yahya)

Pantau - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah 75 poin atau 0,42 persen menjadi Rp17.978 per dolar AS pada perdagangan Senin, dari posisi sebelumnya Rp17.903 per dolar AS.

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menyatakan pelemahan rupiah dipengaruhi eskalasi konflik Iran dan Amerika Serikat, terutama meningkatnya ketegangan di kawasan Selat Hormuz.

“Situasi Selat Hormuz memanas, setelah delapan anggota Korps Marinir Amerika Serikat (AS) terluka setelah sebuah rudal jelajah antikapal Iran menghantam kapal yang mereka operasikan di Selat Hormuz,” kata Ibrahim.

Ketegangan Selat Hormuz Jadi Perhatian Pasar

Iran disebut tidak akan melunakkan sejumlah persyaratan yang diajukan untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Usulan Iran memungkinkan jalur tersebut dibuka kembali dalam waktu tujuh hari sembari proses negosiasi yang lebih luas tetap berlangsung.

Pembukaan kembali Selat Hormuz disertai sejumlah persyaratan kepada Washington, termasuk pencabutan blokade angkatan laut dan pelonggaran tekanan militer.

Iran juga meminta penghapusan sanksi terhadap penjualan minyak serta persetujuan terhadap gencatan senjata.

Iran menyatakan tetap mempertahankan persyaratan tersebut meskipun Presiden AS Donald Trump menolaknya.

Pasar Menanti Data Ekonomi AS

Selain perkembangan konflik Iran-AS, pelaku pasar mencermati rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang dijadwalkan dirilis sepanjang pekan.

Data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) dijadwalkan dirilis pada Rabu, 30 September 2026.

Pasar selanjutnya akan mencermati data ISM Manufacturing PMI pada Kamis, 1 Oktober 2026, serta laporan Nonfarm Payrolls (NFP) pada Jumat, 2 Oktober 2026.

Rangkaian data tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

“Rilis data-data tersebut dapat memainkan peran penting dalam membentuk ekspektasi pasar menjelang pertemuan The Fed bulan depan,” ungkap Ibrahim.

JISDOR Turut Melemah

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari yang sama juga bergerak melemah terhadap dolar AS.

JISDOR tercatat sebesar Rp17.965 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya Rp17.917 per dolar AS.

Dengan demikian, JISDOR melemah Rp48 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya.

Pergerakan rupiah pada perdagangan Senin dipengaruhi peningkatan ketegangan geopolitik Iran-AS serta perhatian pasar terhadap data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis sepanjang pekan.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026