HOME  ⁄  Nasional

Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi secara Bijak, Waspadai Hoaks hingga Kejahatan AI

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Kapolri Ajak Mahasiswa UMSU Kuasai Teknologi secara Bijak, Waspadai Hoaks hingga Kejahatan AI
Foto: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menghadiri kuliah umum pada Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin 28/9/2026 (sumber: Divisi Humas Polri)

Pantau - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menguasai teknologi digital secara bijak dan produktif agar tidak menjadi korban maupun terlibat dalam berbagai kejahatan yang berkembang di ruang siber.

Pesan tersebut disampaikan Listyo Sigit dalam kuliah umum pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMSU Tahun 2026 di Kampus Utama UMSU, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin.

Kapolri mengatakan perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) memberikan peluang besar bagi generasi muda untuk belajar, berinovasi, serta menghasilkan berbagai karya.

Namun, perkembangan tersebut juga diikuti beragam ancaman, mulai dari penipuan daring, pencurian data pribadi, phishing, judi online, hoaks, disinformasi, deepfake, hingga kejahatan yang memanfaatkan AI.

“Bangun karakter dan integritas, kuasai teknologi secara bijak dan produktif, berani berkarya serta mengambil peran di tengah masyarakat,” kata Listyo Sigit.

Mahasiswa Diminta Kritis Menyaring Informasi

Kapolri menilai tingginya penggunaan internet dan media sosial di Indonesia perlu diimbangi dengan kemampuan literasi digital yang memadai.

Berdasarkan Data Digital News Report 2026 yang disebutkan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 64 persen responden di Indonesia memperoleh berita melalui media sosial.

Data yang sama mencatat 48 persen responden menjadikan media sosial dan jaringan video sebagai sumber utama informasi.

Besarnya peran media sosial membuat masyarakat, terutama generasi muda, perlu memiliki kemampuan untuk menilai kebenaran dan kredibilitas informasi yang diterima.

Kapolri mengingatkan mahasiswa agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui secara jelas kebenarannya.

Mahasiswa juga diminta tidak serta-merta mengikuti suatu narasi atau ajakan hanya karena informasi tersebut ramai dibicarakan atau diikuti banyak orang.

Kapolri Soroti Fenomena Bandwagon Effect

Listyo Sigit turut menyoroti fenomena bandwagon effect atau kecenderungan seseorang mengikuti pandangan maupun tindakan yang telah dilakukan banyak orang.

Dalam ruang digital, fenomena tersebut dapat mempercepat penyebaran hoaks serta berperan dalam pembentukan sentimen publik melalui penguatan suatu pandangan secara luas.

Fenomena itu juga dapat mendorong munculnya ajakan kolektif yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolri turut mengingatkan berbagai tindak kejahatan terus berkembang dengan memanfaatkan teknologi digital dan kebutuhan masyarakat.

Ancaman tersebut antara lain peredaran narkoba, penipuan berkedok lowongan pekerjaan di luar negeri, perdagangan orang, hingga penyebaran paham ekstrem.

Teknologi Didorong Jadi Sarana Berkarya

Menghadapi berbagai risiko tersebut, Kapolri mendorong mahasiswa UMSU menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab sekaligus memanfaatkannya untuk meningkatkan kompetensi.

Teknologi digital diharapkan digunakan mahasiswa untuk memperluas wawasan, memperoleh pengetahuan, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan berbagai karya.

Kemampuan digital tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat.

Kapolri berharap mahasiswa baru UMSU tumbuh menjadi generasi berkarakter kuat, cakap memanfaatkan teknologi, serta mampu menjaga persatuan dan keamanan di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026