
Pantau - PT Pertamina Patra Niaga mendampingi masyarakat Sumatera Barat mengelola potensi lokal secara berkelanjutan melalui Program Cadiak Pandai di Padang Pariaman dan ONDE MANDE di Kota Padang.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora mengatakan kedua program tersebut diarahkan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan sekaligus memperkuat perekonomian lokal.
"Melalui Program Cadiak Pandai dan ONDE MANDE, kami berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan," kata Kitty terkonfirmasi di Jakarta, Kamis.
Menurut Kitty, program tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dengan memberikan ruang kepada masyarakat untuk mengembangkan potensi daerah.
"Kedua program ini juga menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pelestarian lingkungan dan aksi iklim," ujar Kitty.
Perempuan Olah Limbah Pertanian Jadi Produk Bernilai
Program Cadiak Pandai dijalankan di Nagari Padang Toboh Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, melalui Kelompok Usaha Kompos Sejahtera Bersama (UKASEMA).
"Sejak 2023, perempuan dilibatkan secara aktif dalam pengembangan pertanian organik, pengolahan limbah pertanian menjadi pupuk kompos dan parfum jerami, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat dan pelajar," tuturnya.
Melalui pelatihan dan pendampingan, program tersebut mendorong pemanfaatan sekitar 42 ton limbah jerami dan enam ton limbah kotoran ternak setiap tahun.
Dari sisi ekonomi, kegiatan tersebut memberikan tambahan pendapatan bagi anggota UKASEMA sekitar Rp300.000 hingga Rp700.000 per bulan.
Siti Aniar selaku Local Hero Program Cadiak Pandai mengatakan masyarakat mendapatkan pengetahuan untuk mengubah limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.
"Kami juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan usaha bersama, sehingga kegiatan ini tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi anggota UKASEMA," kata Siti.
Mikrohidro Dukung Wisata Air Terjun Lubuk Hitam
Pertamina Patra Niaga juga menjalankan program ONDE MANDE atau Optimalisasi Hutan Produktif Air Terjun Lubuk Hitam Berbasis Water Resources Management & Development di kawasan Air Terjun Lubuk Hitam, Kota Padang.
Program tersebut mengoptimalkan potensi hutan dan sumber daya air melalui pengelolaan berkelanjutan, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengembangan ekonomi masyarakat berbasis wisata alam.
Salah satu inisiatifnya adalah pembangunan dan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) untuk mendukung penerangan akses menuju kawasan Air Terjun Tiga Tingkat Lubuk Hitam.
Fasilitas tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata alam.
ONDE MANDE turut mendorong pengembangan usaha masyarakat melalui optimalisasi hutan produktif dan budidaya madu galo-galo secara berkelanjutan.
Program itu juga diarahkan untuk mendukung mitigasi perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana melalui peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjaga kawasan hutan dan sumber daya air.
"Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat kolaborasi bersama masyarakat agar setiap inisiatif yang dibangun dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi lingkungan saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang," kata Kitty.
Wali Nagari Padang Toboh Ulakan Mulyadi menilai Program Cadiak Pandai menunjukkan pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan serta peningkatan ekonomi masyarakat.
"Kami mengapresiasi kolaborasi yang telah terbangun dan berharap program ini dapat terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di nagari," ujar Mulyadi.
- Penulis :
- Aditya Yohan




