HOME  ⁄  Ekonomi

Harga Gabah hingga Cabai Naik, Nilai Tukar Petani Jawa Barat Tembus 120,54

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Harga Gabah hingga Cabai Naik, Nilai Tukar Petani Jawa Barat Tembus 120,54
Foto: (Sumber :Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati, Kamis (1/10/2026). ANTARA/HO-BPS Jabar.)

Pantau - Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) provinsi tersebut meningkat menjadi 120,54 pada September 2026 seiring kenaikan harga sejumlah komoditas pangan dan hortikultura di tingkat produsen.

"Hal ini ditandai dengan kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP) periode September 2026 ke level 120,54," kata Kepala BPS Jawa Barat Margaretha Ari Anggorowati, Kamis.

NTP Jawa Barat pada September 2026 naik 0,99 persen dibandingkan Agustus 2026 yang tercatat sebesar 119,36.

Kenaikan tersebut menunjukkan pertumbuhan harga yang diterima petani lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga yang harus dibayar petani selama periode tersebut.

Gabah dan Cabai Dorong Kenaikan NTP

BPS Jawa Barat mencatat Indeks Harga yang Diterima Petani (It) tumbuh sebesar 1,06 persen pada September 2026.

Pada periode yang sama, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya mengalami kenaikan sebesar 0,08 persen.

"Kenaikan NTP didorong oleh indeks harga yang diterima petani (It) yang tumbuh 1,06 persen, terutama peningkatannya dipicu oleh kenaikan harga gabah, cabai rawit, cabai merah, dan buncis di tingkat produsen," ujarnya.

Pergerakan harga sejumlah komoditas tersebut membuat pertumbuhan penerimaan petani melampaui kenaikan pengeluarannya.

Nilai Tukar Usaha Petani Menguat

Penguatan indikator ekonomi petani juga terlihat dari Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) Jawa Barat yang meningkat 0,86 persen menjadi 125,12.

Kenaikan NTUP mencerminkan perkembangan penerimaan usaha pertanian dibandingkan biaya produksi yang harus dikeluarkan petani.

BPS mencatat peningkatan pendapatan dari hasil panen relatif lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM).

BPPBM pada September 2026 hanya mengalami kenaikan sebesar 0,20 persen.

Perkembangan tersebut membuat kenaikan harga hasil pertanian di tingkat produsen menjadi faktor utama yang mendorong penguatan NTP dan NTUP Jawa Barat pada September 2026.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026