HOME  ⁄  Ekonomi

Danantara Bahas Rencana KAI Impor 23 Trainset KRL Bekas Jepang dengan Menhub

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Danantara Bahas Rencana KAI Impor 23 Trainset KRL Bekas Jepang dengan Menhub
Foto: Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria diwawancarai wartawan seusai acara Executive Breakfast Meeting oleh IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat 2/10/2026 (sumber: ANTARA/Muhammad Heriyanto)

Pantau - Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria mengungkapkan akan bertemu Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi pada Jumat, 2 Oktober, untuk membahas rencana PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengimpor Kereta Rel Listrik (KRL) bekas dari Jepang.

Dony mengatakan pertemuan dengan Menteri Perhubungan diperlukan untuk mendiskusikan lebih lanjut rencana pengadaan KRL bekas tersebut.

"Hari ini harusnya saya ada pertemuan dengan Pak Menhub (Dudy Purwagandhi), Ini hari Jumat, kan ya? Iya. Harus nya ada pertemuan dengan Pak Menhub untuk berdiskusi berkait dengan itu," ungkap Dony seusai acara Executive Breakfast Meeting oleh IKA Fikom Unpad di Jakarta, Jumat.

Ketika ditanya mengenai dukungan Danantara terhadap rencana tersebut, Dony belum memberikan kepastian karena pengadaan KRL bekas masih perlu dikaji.

Danantara Hitung Biaya dan Manfaat Impor KRL Bekas

Menurut Dony, pembahasan akan mempertimbangkan aspek biaya dan manfaat atau cost and benefit, termasuk keuntungan pengadaan armada serta manfaatnya bagi percepatan pengembangan transportasi publik.

"Nanti kan penjelasan bagaimana kan kita mesti melihat cost and benefit-nya, ya. Mana keuntungannya berapa, apa yang kita dapatkan dari situ, karena kan percepatan daripada transportasi publik kita juga, kan? Tapi nanti akan kita diskusikan dengan Pak Menhub," kata Dony.

Danantara juga tidak menutup kemungkinan mempertimbangkan kereta produksi dalam negeri buatan PT Industri Kereta Api (INKA) untuk memenuhi kebutuhan tambahan armada.

Dony mengatakan kebutuhan armada perlu diseimbangkan terlebih dahulu dengan kapasitas produksi INKA sebelum kekurangannya dipenuhi melalui alternatif lain.

"Nah, kita balance-kan antara kebutuhannya dengan kapasitas produksinya INKA. Sisanya, itu yang akan kita lakukan alternatif," ujar Dony.

Dony juga belum memastikan apakah Danantara akan terlibat dalam pendanaan rencana impor KRL bekas tersebut karena masih membutuhkan perhitungan dan pembahasan lebih lanjut.

"Ya kita mesti bahas dengan itu," ujar Dony.

KAI Butuh Tambahan 23 Trainset untuk Jabodetabek

Sebelumnya, PT KAI telah mengusulkan rencana impor KRL bekas dari Jepang yang disampaikan Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin kepada Komisi VI DPR RI.

Rencana pengadaan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Komisi VI DPR RI.

Bobby mengatakan KAI membutuhkan tambahan 23 trainset untuk mendukung operasional KRL Jabodetabek seiring meningkatnya jumlah pengguna.

Kebutuhan tersebut terdiri atas tujuh trainset dengan formasi 12 kereta atau SF12 dan 16 trainset dengan formasi delapan kereta atau SF8.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026