
Pantau - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 74,07 poin atau 1,21 persen ke posisi 6.192,93 pada perdagangan Selasa sore, sejalan dengan pergerakan positif sejumlah bursa saham Asia dan pasar global.
Kelompok 45 saham unggulan yang tergabung dalam indeks LQ45 turut menguat 4,93 poin atau 0,82 persen ke posisi 608,16.
“Bursa Asia menguat mengikuti kinerja positif Wall Street, sementara investor mengabaikan kekhawatiran terkait tingginya imbal hasil obligasi,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.
Dari pasar internasional, sentimen investor turut didorong penurunan harga minyak mentah global seiring meningkatnya pasokan dari kawasan Timur Tengah.
Dari dalam negeri, sentimen pasar antara lain berasal dari langkah pemerintah meningkatkan penyaluran bantuan sosial untuk menopang daya beli rumah tangga menjelang akhir 2026.
Investor Masih Cermati Data Ekonomi Domestik
Nico mengatakan penguatan IHSG masih terbatas karena investor tetap berhati-hati menjelang publikasi sejumlah data ekonomi domestik penting pada pekan ini.
Data yang menjadi perhatian investor antara lain cadangan devisa Indonesia periode September 2026 dan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK).
Inflasi pangan juga masih menjadi salah satu faktor yang dicermati pelaku pasar.
“Inflasi pangan juga masih tinggi akibat gangguan panen yang dipicu cuaca ekstrem, fenomena El Nino, dan bencana lokal,” ujar Nico.
IHSG telah dibuka menguat dan bertahan di teritori positif hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.
Memasuki sesi kedua, IHSG tetap berada di zona hijau hingga perdagangan berakhir.
Seluruh Sektor Menguat, Teknologi Naik Tertinggi
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh 11 sektor tercatat mengalami penguatan.
Sektor teknologi mencatat kenaikan tertinggi sebesar 3,36 persen.
Sektor transportasi dan logistik menyusul dengan penguatan 3,22 persen, sedangkan sektor energi naik 2,77 persen.
Saham-saham yang mencatat penguatan terbesar adalah TRUE, POLA, ASMI, BTEK, dan CSMI.
Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar adalah ROCK, FORU, LUCY, SOFA, dan PPRI.
Sebanyak 511 saham tercatat menguat, 198 saham melemah, sedangkan 254 saham tidak mengalami perubahan nilai.
Frekuensi perdagangan saham mencapai 12,34 juta kali transaksi dengan volume sebanyak 47,12 miliar lembar saham.
Total nilai transaksi perdagangan saham tercatat mencapai Rp12,34 triliun.
Bursa Asia Mayoritas Bergerak Positif
Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 1,26 persen ke posisi 70.826,00.
Indeks Hang Seng naik 1,00 persen ke posisi 24.280,56, sedangkan indeks Strait Times menguat 0,66 persen ke posisi 5.701,54.
Berbeda dengan indeks lainnya, Kospi melemah 0,89 persen ke posisi 6.941,39.
Sementara itu, perdagangan indeks Shanghai di China libur dalam rangka Golden Week atau Hari Nasional China.
- Penulis :
- Shila Glorya




