HOME  ⁄  Ekonomi

Bappenas dan PLN Kembangkan PLTS 100 GWp, Perkuat Ketahanan Energi dan Industri Dalam Negeri

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bappenas dan PLN Kembangkan PLTS 100 GWp, Perkuat Ketahanan Energi dan Industri Dalam Negeri
Foto: Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bertemu dengan Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo di Jakarta, Senin 28/9/2026 (sumber: Bappenas)

Pantau - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Kementerian PPN/Bappenas) bekerja sama dengan PT PLN (Persero) untuk mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 GWp yang dilengkapi sistem penyimpanan energi baterai.

PLTS tersebut direncanakan menggunakan battery energy storage system (BESS) untuk mendukung penyimpanan energi sekaligus memperkuat ekosistem dan rantai pasok dalam negeri.

Kerja sama Bappenas dan PLN diarahkan untuk membangun fondasi kemandirian serta ketahanan energi nasional dengan turut mengembangkan industri domestik.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pengembangan energi harus memberikan manfaat terhadap pembangunan ekosistem dan rantai pasok.

“Pengembangan energi harus bisa membantu ekosistem dan rantai pasok. Kalau rantai pasok terganggu, maka tidak ada kemandirian. Kalau tidak ada kemandirian, maka tidak ada security (keamanan),” ucap Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy saat bertemu Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Bappenas Tekankan Pasokan, Harga, dan Keberlanjutan

Rachmat menekankan tiga aspek yang harus diperhatikan PLN dalam pengembangan energi, yakni kemampuan pasokan, keterjangkauan harga, dan keberlanjutan.

“Kemampuan pasokan, harga (affordability), dan sustainability (keberlanjutan), itu permintaan kami pada PLN,” ujarnya.

Kepala Bappenas juga mengapresiasi kinerja PLN dan mengarahkan agar seluruh kontribusi serta milestone perusahaan didokumentasikan sebagai bagian dari footprint kemandirian energi nasional.

Rachmat turut mendorong penyusunan peta jalan pengembangan energi secara bersama-sama antara PLN dan Kementerian PPN/Bappenas.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan persoalan lisensi dan perizinan menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program tersebut.

Darmawan menyatakan PLN siap menjalankan arahan yang disampaikan Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Bappenas Siap Pangkas Hambatan Perizinan

Deputi Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Abdul Malik Sadat Idris menyatakan Bappenas siap membantu mempercepat pelaksanaan program melalui penguatan ekosistem.

Upaya tersebut antara lain dilakukan dengan menyederhanakan berbagai prosedur, menyesuaikan regulasi, serta mendukung penyelesaian persoalan kepastian lahan dan perizinan.

Abdul Malik menilai program yang disampaikan Direktur Utama PLN dapat dilaksanakan selama berbagai hambatan pada tingkat ekosistem mampu diselesaikan.

Langkah tersebut mencakup debottlenecking atau proses mengidentifikasi dan menghilangkan hambatan untuk meningkatkan kapasitas serta efisiensi produksi.

Penguatan manajemen Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk penyelesaian kepastian lahan dan permintaan permukaan air, juga dinilai diperlukan untuk mendukung program.

“Program dari Pak Dirut sangat executable selama kita memperbaiki di level ekosistem berupa debottlenecking (proses mengidentifikasi dan menghilangkan hambatan guna meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi) maupun manajemen PSN (proyek strategis nasional), termasuk kepastian lahan dan permintaan permukaan air sebagai game changer-nya,” ungkap Abdul Malik.

Rantai Pasok Domestik Ikut Diperkuat

Selain mendukung ketahanan energi, kerja sama Kementerian PPN/Bappenas dan PLN diarahkan untuk mendorong perkembangan industri dalam negeri.

Kedua pihak berkomitmen memperkuat rantai pasok domestik agar pembangunan sektor energi memberikan dampak lebih luas terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026