HOME  ⁄  Ekonomi

Wamen UMKM Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Jadi Wirausaha untuk Ciptakan Lapangan Kerja Baru

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Wamen UMKM Dorong Lulusan Perguruan Tinggi Jadi Wirausaha untuk Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Foto: Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza saat Bursa Wirausaha Unggulan 2026 yang digelar Kementerian UMKM di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu 7/10/2026 (sumber: ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Pantau - Wakil Menteri Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza mendorong lulusan perguruan tinggi memilih berwirausaha setelah menyelesaikan pendidikan untuk menciptakan lapangan kerja dan rantai ekonomi baru.

Dorongan tersebut disampaikan Helvi dalam kegiatan Bursa Wirausaha Unggulan 2026 yang diselenggarakan Kementerian UMKM di Muladi Dome, Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Rabu.

Helvi menyebut sebanyak 57,8 persen atau sekitar 85,3 juta penduduk Indonesia saat ini masih bekerja di sektor informal, sedangkan 7,2 juta orang tercatat menganggur secara nasional.

"Di Indonesia, 57,8 persen atau 85,3 juta penduduk saat ini masih bergerak di sektor informal dan 7,2 juta jiwa masih menganggur di tingkat nasional," kata Helvi.

Lulusan Perguruan Tinggi Didorong Jadi Wirausaha Produktif

Helvi menyoroti perguruan tinggi yang setiap tahun terus menghasilkan lulusan baru sekaligus menerima mahasiswa baru.

Menurutnya, pertambahan jumlah lulusan perguruan tinggi belum diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang sebanding.

Helvi mencontohkan Jawa Tengah yang menghadapi sekitar 960.000 pengangguran dari total populasi 38,5 juta penduduk.

Di Jawa Tengah terdapat 241 perguruan tinggi yang setiap tahun menghasilkan sekitar 105.000 lulusan baru.

"Sementara di wilayah ini terdapat 241 perguruan tinggi yang melahirkan sekitar 105.000 lulusan baru setiap tahun dan 678.000 mahasiswa aktif," ungkap Helvi.

Menurut Helvi, surplus lulusan perguruan tinggi tidak boleh dibiarkan menjadi generasi yang tidak produktif.

Ia juga mengkhawatirkan surplus lulusan yang tidak mendapatkan fasilitasi memadai dapat memiliki kecenderungan menjadi destruktif.

Karena itu, lulusan perguruan tinggi dinilai perlu diarahkan mengambil peran strategis dalam kegiatan ekonomi, salah satunya dengan menjadi wirausaha produktif.

"Kita harus mengarahkan mereka untuk mengambil peran strategis. Sebagai wirausaha produktif sehingga dapat menciptakan rantai ekonomi yang baru," kata Helvi.

Helvi juga mengapresiasi mahasiswa maupun lulusan perguruan tinggi yang telah memilih menjadi wirausaha.

Menurutnya, pilihan menjadi pelaku UMKM dapat membantu pemerintah dalam pengentasan kemiskinan sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

"Ketika adik-adik yang memilih sebagai pelaku UMKM (wirausaha, red.), paling tidak membantu pemerintah dalam dua hal sekaligus, yakni pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja baru," ujar Helvi.

Bursa Wirausaha Jadi Tahap Graduasi Inkubasi

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM M. Riza Damanik mengatakan Bursa Wirausaha Unggulan merupakan bagian dari rangkaian pengembangan wirausaha yang telah berlangsung sebelumnya.

Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, para peserta telah menjalani proses inkubasi melalui berbagai lembaga inkubator serta mendapatkan pendampingan dari perguruan tinggi.

Bursa Wirausaha Unggulan kemudian menjadi tahapan graduasi dari rangkaian proses inkubasi dan pendampingan tersebut.

"Alhamdulillah ini adalah proses graduasinya Sehingga program ini kita harapkan bisa melahirkan lapangan pekerjaan yang berkualitas, bisa melahirkan usaha mikro, kecil dan menengah yang lebih produktif, yang lebih bisa menyejahterakan," kata Riza.

Bursa Wirausaha Unggulan juga menjadi ruang pertemuan antara wirausaha muda, pelaku UMKM, lembaga inkubator kampus, dan pemerintah untuk memperluas jejaring serta akses pasar.

Sebelum digelar di Universitas Diponegoro, kegiatan tersebut telah dilaksanakan di Universitas Udayana, Universitas Hasanuddin, Universitas Sumatera Utara, serta DKI Jakarta dengan melibatkan 19 perguruan tinggi.

Penyelenggaraan di Universitas Diponegoro melibatkan 17 perguruan tinggi dari Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Alhamdulillah hari ini kita laksanakan di Universitas Diponegoro dengan melibatkan 17 perguruan tinggi di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta," kata Riza.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026