HOME  ⁄  Ekonomi

BI Salurkan Kredit Baru Rp68,35 Triliun ke Sektor Perumahan, Biayai Sekitar 115 Ribu Rumah

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

BI Salurkan Kredit Baru Rp68,35 Triliun ke Sektor Perumahan, Biayai Sekitar 115 Ribu Rumah
Foto: Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan paparan dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta, Rabu 7/10/2026 (sumber: ANTARA/Aria Ananda)

Pantau - Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan sekitar Rp68,35 triliun kredit baru telah disalurkan ke sektor perumahan dan membiayai pembangunan sekitar 115 ribu unit rumah, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

“Sekitar Rp68,35 triliun telah disalurkan menjadi kredit baru di sektor perumahan, khususnya untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah,” kata Destry dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2026 di Jakarta pada Rabu.

Penyaluran kredit perumahan tersebut menjadi salah satu dampak Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang dijalankan BI.

KLM diarahkan untuk mendorong peningkatan pembiayaan perbankan kepada sektor-sektor prioritas, termasuk sektor hijau dan inklusif.

Insentif KLM Perbankan Capai Rp461,2 Triliun

Berdasarkan data BI, total insentif KLM yang diperoleh perbankan hingga pekan pertama September 2026 mencapai Rp461,2 triliun.

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp338,2 triliun diberikan melalui KLM jalur pembiayaan dan Rp123 triliun disalurkan melalui KLM Pendalaman Pasar Uang.

Destry sebelumnya pada 2 Oktober 2026 menyebut realisasi insentif KLM untuk sektor perumahan, real estat, dan konstruksi mencapai Rp118 triliun per September 2026.

Insentif senilai Rp118 triliun tersebut diterima oleh 111 bank dan setara dengan 1,32 persen dari dana pihak ketiga (DPK) perbankan.

Sementara itu, plafon insentif untuk sektor perumahan, real estat, dan konstruksi ditetapkan sebesar 1,4 persen dari DPK.

BI membedakan nilai Rp68,35 triliun yang merupakan kredit baru ke sektor perumahan dengan Rp118 triliun yang merupakan besaran insentif KLM untuk sektor perumahan, real estat, dan konstruksi.

“Rp68,35 triliun itu setara dengan sekitar 115 ribu unit rumah,” ungkap Destry.

Kredit Perumahan Dinilai Dorong Lapangan Kerja

Destry menjelaskan pembangunan satu unit rumah dapat melibatkan sekitar empat orang pekerja sehingga pembiayaan sektor perumahan turut memberikan dampak terhadap penciptaan lapangan kerja.

Aktivitas pembangunan perumahan juga dinilai memberikan efek yang lebih luas terhadap kegiatan ekonomi.

“Ini memberikan dampak yang berarti, tidak hanya membantu masyarakat memperoleh rumah, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendukung aktivitas ekonomi yang lebih luas,” kata Destry.

Dari sisi program pembiayaan lainnya, data Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman per 1 Oktober 2026 mencatat realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan mencapai sekitar Rp26,69 triliun.

KUR Perumahan tersebut telah disalurkan kepada 112.437 debitur.

Penyaluran FLPP Capai 165.008 Unit

Penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) sepanjang triwulan III 2026 mencapai 73.477 unit atau meningkat 8,92 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 67.458 unit.

Secara kumulatif, penyaluran FLPP sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 165.008 unit.

Selain menjalankan KLM, BI menerapkan kebijakan Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) untuk meningkatkan pembiayaan perbankan kepada UMKM dan sektor produktif lainnya.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Destry menilai pembiayaan menjadi salah satu fondasi dalam proses transformasi ekonomi karena dapat mendukung investasi sekaligus memperluas manfaat pertumbuhan kepada masyarakat dan dunia usaha.

Penulis :
Leon Weldrick
FLOII 2026