HOME  ⁄  Ekonomi

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Tuna hingga Udang Vaname Jadi Andalan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Ekspor Perikanan Maluku Tembus Rp700 Miliar, Tuna hingga Udang Vaname Jadi Andalan
Foto: Nelayan menurunkan ikan tuna sirip kuning kualitas ekspor hasil tangkapannya di Kelurahan Jambula, Ternate, Maluku Utara, Minggu 27/9/2026 (sumber: ANTARAFOTO/Andri Saputra)

Pantau - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat nilai ekspor produk perikanan asal Maluku mencapai 40,8 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp700 miliar pada periode 1 Januari hingga 23 September 2026.

Total volume produk perikanan Maluku yang diekspor selama periode tersebut mencapai 9.675,8 ton.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan atau Badan Mutu KKP Ishartini mengatakan ekspor perikanan Maluku ditopang oleh tiga komoditas utama.

Ketiga komoditas tersebut adalah tuna, udang vaname, dan ikan julung-julung.

Produk Perikanan Maluku Tembus Pasar Global

Produk perikanan asal Maluku telah dipasarkan ke berbagai negara tujuan ekspor, antara lain China, Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Vietnam, Arab Saudi, Malaysia, dan Korea Selatan.

Produk yang diekspor berasal dari 18 unit pengolahan ikan di Maluku yang seluruhnya telah memiliki sertifikat Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP).

Sebanyak 18 unit pengolahan ikan tersebut juga telah terdaftar di negara yang menjadi tujuan ekspor produk perikanan Maluku.

Ishartini mengatakan seluruh produk perikanan yang diekspor telah melalui proses sertifikasi oleh Badan Mutu KKP.

Produk ekspor tersebut juga telah memperoleh Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP) yang menjadi salah satu dokumen persyaratan negara tujuan.

KKP Pastikan Produk Penuhi Standar Global

KKP menilai pemenuhan standar mutu dan keamanan pangan menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia di pasar global.

“Sehingga komoditas perikanan yang akan masuk rantai pasok domestik maupun ekspor khususnya, telah memenuhi standar global baik dari sisi kualitas maupun keamanan pangan atau food safety,” kata Ishartini.

Dengan penerapan standar tersebut, produk perikanan yang masuk ke rantai pasok domestik maupun pasar ekspor diharapkan memenuhi standar global dari sisi kualitas dan keamanan pangan atau food safety.

Sektor Perikanan Serap 1.102 Pekerja

Selain menghasilkan devisa dan memperluas pemasaran produk perikanan Maluku ke pasar internasional, aktivitas ekspor turut memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.

KKP mencatat sektor perikanan Maluku yang terkait dengan aktivitas tersebut telah menyerap sebanyak 1.102 pekerja.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026