
Pantau - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa ketahanan air merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan karena berkaitan langsung dengan ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, energi, dan kemampuan menghadapi perubahan iklim.
AHY mengatakan pembangunan infrastruktur air tidak hanya berfokus pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga harus diarahkan untuk memperkuat perekonomian dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
"Air mendukung ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, ketahanan iklim, dan ketahanan energi. Jadi, ketika kita berinvestasi pada air, kita tidak hanya berinvestasi pada bendungan, waduk, pipa, atau fasilitas pengolahan, tetapi berinvestasi pada fondasi tempat masyarakat tumbuh dan ekonomi berkembang pesat," ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, ketahanan air perlu menjadi perhatian bersama karena berbagai tantangan pengelolaan sumber daya air saling berkaitan dan tidak dapat diselesaikan melalui pembangunan infrastruktur secara terpisah.
AHY Dorong Pengelolaan Air Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir
AHY menekankan pentingnya pengelolaan sumber daya air secara menyeluruh, mulai dari menjaga kesehatan daerah aliran sungai (DAS) hingga memastikan ketersediaan air bagi masyarakat.
Pengelolaan tersebut mencakup penyediaan air baku, pembangunan jaringan irigasi, layanan air minum, dan sanitasi yang aman.
Selain itu, upaya pengendalian banjir dan perlindungan kawasan pesisir juga perlu menjadi bagian dari kebijakan ketahanan air.
Menurut AHY, pendekatan tersebut harus berjalan seiring dengan pembangunan perkotaan dan infrastruktur yang tangguh.
Ia menilai persoalan air tidak dapat ditangani melalui proyek pembangunan yang berdiri sendiri tanpa koordinasi antarsektor.
Pencemaran Sungai hingga Kenaikan Air Laut Jadi Tantangan
AHY mengidentifikasi sejumlah persoalan yang memengaruhi keberlanjutan sumber daya air di Indonesia.
Tantangan tersebut meliputi pencemaran sungai, sedimentasi, banjir, penurunan muka tanah, dan kenaikan permukaan air laut.
Menurutnya, berbagai persoalan itu saling berhubungan sehingga membutuhkan penanganan yang terintegrasi.
Pencemaran dan sedimentasi menjadi bagian dari tantangan pengelolaan daerah aliran sungai, sementara banjir serta risiko pesisir berkaitan dengan keselamatan masyarakat dan ketahanan infrastruktur.
AHY menegaskan bahwa ketahanan air harus dibangun melalui perencanaan dan investasi yang berkelanjutan.
"Ketahanan air tidak terjadi secara kebetulan. Ketahanan air harus direncanakan, dibangun, dan pada akhirnya diinvestasikan," kata AHY.
Pemerintah Ajak Dunia Usaha dan Lembaga Pembiayaan Berinvestasi
Untuk menghadapi tantangan tersebut, AHY mendorong penguatan kerja sama antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Kolaborasi itu melibatkan dunia usaha, lembaga pembiayaan, akademisi, masyarakat, dan mitra pembangunan.
Menurutnya, kerja sama diperlukan agar kebutuhan pengelolaan air dapat diwujudkan menjadi investasi yang konkret dan memberikan dampak bagi masyarakat.
AHY menilai investasi ketahanan air tidak hanya menyangkut pembangunan bendungan, waduk, jaringan perpipaan, maupun fasilitas pengolahan.
Investasi juga harus mencakup perlindungan daerah aliran sungai, penyediaan sanitasi yang aman, pengendalian banjir, serta solusi berbasis alam.
Dengan pendekatan tersebut, penguatan ketahanan air diharapkan dapat berjalan bersamaan dengan peningkatan daya saing ekonomi dan pembangunan wilayah.
Ketahanan Air Dinilai Penting bagi Kesejahteraan Masyarakat
AHY menyatakan bahwa ketersediaan air yang aman dan mencukupi merupakan salah satu prasyarat bagi pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan jaminan pasokan air, lingkungan sungai yang sehat, sanitasi yang layak, dan perlindungan terhadap risiko banjir maupun ancaman pesisir.
Kondisi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan hidup yang lebih aman sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.
AHY juga menekankan bahwa keberlanjutan pembangunan harus diarahkan untuk memperkuat ketangguhan, meningkatkan daya saing, dan memperbaiki kualitas hidup masyarakat.
Karena itu, ketahanan air ditempatkan sebagai bagian dari ketahanan ekonomi yang memerlukan perencanaan, investasi, serta koordinasi lintas sektor secara berkelanjutan.
- Penulis :
- Aditya Yohan




