HOME  ⁄  Geopolitik

Markas UNIFIL di Lebanon Selatan Dihujani Tembakan, Kendaraan PBB Rusak tetapi Tidak Ada Korban Jiwa

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Markas UNIFIL di Lebanon Selatan Dihujani Tembakan, Kendaraan PBB Rusak tetapi Tidak Ada Korban Jiwa
Foto: (Sumber :Ilustrasi - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL). ANTARA/Anadolu/py/am.)

Pantau - Posisi Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (UNIFIL) di dekat Kfar Shouba, Lebanon selatan, menjadi sasaran tembakan senjata ringan pada Rabu (7/10/2026), yang mengakibatkan kerusakan fasilitas dan kendaraan PBB tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

UNIFIL menyatakan seluruh personel penjaga perdamaian yang berada di lokasi langsung berlindung setelah tembakan pertama terdengar.

Insiden tersebut terjadi di sepanjang Garis Biru, tepatnya di Sektor Timur wilayah operasi pasukan penjaga perdamaian PBB.

"Pagi ini sejumlah tembakan senjata ringan mengenai posisi UNIFIL di dekat Kfar Shouba di sepanjang Garis Biru di Sektor Timur. Seluruh pasukan penjaga perdamaian yang ditempatkan di posisi tersebut segera berlindung setelah tembakan pertama dan tidak ada yang terluka," menurut pernyataan UNIFIL pada Rabu (7/10/2026).

Hingga pernyataan tersebut disampaikan, belum disebutkan pihak yang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.

Tembakan Rusak Dinding Markas dan Kendaraan PBB

UNIFIL mengungkapkan bahwa sebagian besar peluru yang ditembakkan ke arah posisinya menghantam dinding pembatas markas.

Namun, sejumlah peluru lainnya mengenai fasilitas yang berada di dalam kompleks penjaga perdamaian.

Kerusakan dilaporkan terjadi pada modul akomodasi personel dan kendaraan milik PBB yang ditempatkan di lokasi tersebut.

Seluruh anggota pasukan penjaga perdamaian berhasil menghindari cedera setelah segera mencari perlindungan.

UNIFIL tidak merinci jumlah tembakan maupun tingkat kerusakan fasilitas yang terdampak dalam insiden tersebut.

UNIFIL Kecam Penembakan dan Luncurkan Penyelidikan

UNIFIL menegaskan bahwa penembakan terhadap posisi pasukan penjaga perdamaian yang telah diberi tanda pengenal secara jelas tidak dapat diterima.

Misi PBB tersebut juga memperingatkan bahwa serangan yang disengaja terhadap fasilitas penjaga perdamaian merupakan ancaman serius bagi keselamatan personelnya.

UNIFIL menyatakan telah meluncurkan penyelidikan untuk mengusut insiden penembakan di dekat Kfar Shouba.

Penyelidikan tersebut dilakukan untuk mengetahui keadaan yang menyebabkan posisi pasukan penjaga perdamaian terkena tembakan.

Belum ada informasi lebih lanjut mengenai hasil penyelidikan ataupun identitas pihak yang melepaskan tembakan.

Serangan terhadap Pasukan UNIFIL Pernah Menimbulkan Korban

Insiden terbaru tersebut terjadi setelah sejumlah serangan sebelumnya terhadap posisi dan patroli UNIFIL di Lebanon selatan.

Selama peningkatan konflik antara Israel dan Hizbullah pada musim gugur 2024, fasilitas serta patroli UNIFIL berulang kali menjadi sasaran serangan.

Sejumlah personel penjaga perdamaian mengalami luka-luka dalam rangkaian insiden tersebut.

Situasi kembali memburuk pada musim semi 2026 ketika serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dilaporkan meningkat.

Pada akhir Maret 2026, seorang anggota pasukan penjaga perdamaian tewas setelah sebuah proyektil meledak di posisi misi PBB.

Kemudian, pada 18 April 2026, seorang personel PBB lainnya tewas dan tiga orang terluka ketika patroli UNIFIL menjadi sasaran tembakan senjata ringan.

Penembakan pada 7 Oktober menambah daftar insiden keamanan yang melibatkan pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan, meskipun kali ini tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026