HOME  ⁄  Ekonomi

Pemerintah Segera Salurkan Bantuan Beras 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga Mulai Oktober 2026

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Pemerintah Segera Salurkan Bantuan Beras 30 Kilogram untuk 33,2 Juta Keluarga Mulai Oktober 2026
Foto: Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq saat menanggapi pertanyaan awak media di Jakarta, Kamis 8/10/2026 (sumber: ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)

Pantau - Pemerintah segera menjalankan program bantuan pangan berupa beras untuk 33.244.408 keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh Indonesia mulai Oktober 2026 dengan alokasi 10 kilogram per bulan selama tiga bulan atau total 30 kilogram bagi setiap keluarga.

Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan pelaksanaan bantuan pangan untuk kuartal IV tahun 2026 telah diputuskan dalam rapat terbatas pemerintah sehingga penyalurannya dapat segera dilakukan.

"Saya rasa dari rapat terbatas kemarin sudah diputuskan untuk segera dilakukan eksekusi terkait dengan bantuan pangan, yang saat ini sedang berjalan, ya, saya kira," kata Hanif saat ditemui di Jakarta, Kamis (8/10).

Program bantuan pangan tersebut disiapkan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan beras selama periode Oktober hingga Desember 2026.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp17,5 triliun untuk mendukung penyaluran bantuan kepada lebih dari 33,2 juta keluarga penerima manfaat.

Selain menyalurkan bantuan beras, pemerintah juga memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tetap dilanjutkan guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga beras di masyarakat.

Bantuan Beras 30 Kilogram Menyasar Keluarga Desil 1 hingga 4

Pemerintah menetapkan sebanyak 33.244.408 keluarga sebagai sasaran penerima bantuan pangan untuk periode kuartal IV tahun 2026.

Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk beras sebanyak 10 kilogram per keluarga setiap bulan selama Oktober, November, dan Desember.

Dengan skema tersebut, setiap keluarga penerima manfaat direncanakan memperoleh total 30 kilogram beras untuk kebutuhan selama tiga bulan.

Berdasarkan rencana penyaluran yang telah disiapkan, bantuan beras untuk periode Oktober hingga Desember akan diserahkan sekaligus kepada keluarga yang telah ditetapkan sebagai penerima manfaat.

Sasaran penerima bantuan merupakan masyarakat yang masuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Kelompok desil 1 hingga 4 mencakup masyarakat yang berada pada 40 persen terbawah dalam distribusi kesejahteraan.

Penetapan sasaran tersebut dilakukan agar bantuan pangan dapat diarahkan kepada keluarga dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah.

Dengan jumlah penerima mencapai 33.244.408 keluarga dan alokasi 30 kilogram per keluarga, total kebutuhan beras untuk program tersebut diperkirakan mencapai 997.332.240 kilogram.

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 997.332 ton atau hampir satu juta ton beras yang harus disiapkan untuk memenuhi kebutuhan bantuan pangan selama tiga bulan.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp17,5 triliun untuk mendukung pelaksanaan program bantuan pangan pada akhir tahun 2026.

Harga Beras SPHP Rp12.500 per Kilogram, Tambahan Stok Disiapkan hingga Maret 2027

Selain program bantuan pangan, pemerintah tetap melanjutkan penyaluran beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Hanif menjelaskan bahwa program SPHP dijalankan bersamaan dengan bantuan pangan untuk menjaga pasokan beras di pasar serta mendukung stabilitas harga.

Dalam pelaksanaan program tersebut, beras SPHP dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram.

Pemerintah juga telah menyiapkan tambahan alokasi beras SPHP sebanyak satu juta ton untuk mendukung keberlanjutan program hingga Maret 2027.

Tambahan alokasi tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah menjaga ketersediaan beras agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi hingga memasuki tahun berikutnya.

Hanif memastikan bahwa persiapan tambahan beras SPHP untuk periode hingga Maret 2027 telah dilakukan.

"Nanti yang untuk ini tambahan sampai di bulan Maret nanti juga sudah disiapkan, jadi saya pikir ini sudah sedang jalan, ya," ujar Hanif.

Dengan demikian, pemerintah menjalankan dua kebijakan pangan secara bersamaan, yakni pemberian bantuan beras kepada keluarga penerima manfaat dan penyaluran beras SPHP untuk menjaga keterjangkauan harga di masyarakat.

Program bantuan pangan difokuskan kepada keluarga yang memenuhi kriteria penerima, sedangkan SPHP ditujukan untuk mendukung stabilitas pasokan dan harga beras di pasar.

Bulog Pastikan Stok Beras 4,5 Juta Ton Cukup untuk Bantuan Pangan

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, memastikan ketersediaan beras yang dikelola Bulog masih mencukupi untuk mendukung pelaksanaan program bantuan pangan pemerintah.

Rizal mengungkapkan bahwa stok beras Bulog saat ini mencapai sekitar 4,5 juta ton.

Menurutnya, jumlah tersebut masih memadai untuk memenuhi kebutuhan bantuan beras bagi sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat selama tiga bulan.

Total kebutuhan beras untuk program bantuan pangan diperkirakan berada di bawah satu juta ton sehingga tidak akan menghabiskan seluruh persediaan Bulog.

"Stok kami di Bulog, ini sekarang ada 4,5 juta ton. Nah, untuk kebutuhan 33,2 juta penerima manfaat untuk selama tiga bulan, itu masih di bawah 1 juta ton. Jadi, kalau pun nanti harus diserahkan yang tiga bulan tersebut, itu stok kami masih ada 3 juta ton lebih," kata Rizal.

Berdasarkan perhitungan kebutuhan bantuan pangan sekitar 997 ribu ton, stok beras Bulog secara matematis masih akan tersisa sekitar 3,5 juta ton setelah alokasi bantuan tersebut.

Perhitungan itu menggunakan asumsi tidak terdapat perubahan stok akibat penambahan pasokan maupun penyaluran beras untuk kebutuhan lainnya.

Rizal menegaskan bahwa persediaan beras yang tersedia cukup untuk mendukung penyaluran bantuan kepada puluhan juta keluarga penerima manfaat.

Ketersediaan stok tersebut juga menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan kebijakan pemerintah untuk menjaga pasokan dan stabilitas harga beras.

Pemerintah Siapkan Rp17,5 Triliun untuk Bantuan Pangan Akhir 2026

Program bantuan pangan kuartal IV tahun 2026 menjadi salah satu langkah pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama tiga bulan terakhir tahun ini.

Dengan sasaran lebih dari 33,2 juta keluarga, pemerintah menyiapkan penyaluran hampir satu juta ton beras yang didukung anggaran sekitar Rp17,5 triliun.

Pelaksanaan program tersebut telah mendapat keputusan dalam rapat terbatas pemerintah dan ditargetkan segera berjalan mulai Oktober 2026.

Sementara itu, penyaluran beras SPHP tetap dilanjutkan dengan tambahan alokasi satu juta ton hingga Maret 2027.

Kedua program tersebut memiliki sasaran yang berbeda, tetapi sama-sama diarahkan untuk mendukung akses masyarakat terhadap kebutuhan beras.

Bantuan pangan diberikan kepada keluarga penerima manfaat yang masuk kelompok desil 1 hingga 4, sedangkan program SPHP dilaksanakan untuk menjaga keterjangkauan harga beras di masyarakat.

Dengan dukungan stok Bulog sekitar 4,5 juta ton, pemerintah menyatakan kebutuhan beras untuk bantuan pangan selama Oktober hingga Desember 2026 masih dapat dipenuhi.

Pemerintah berharap pelaksanaan bantuan pangan dan keberlanjutan program SPHP dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan beras sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan hingga awal 2027.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026