
Pantau - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menggelar Karnaval Kuliner dan Festival UMKM 2026 dengan menghadirkan 70 stan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mempromosikan produk unggulan lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, Sabtu hingga Minggu (10–11 Oktober 2026), di sepanjang Jalan Veteran hingga kawasan Alun-Alun Batang.
Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Batang, Sri Purwaningsih, mengatakan puluhan stan yang berpartisipasi menghadirkan berbagai produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan tangan, batik, busana, kuliner tradisional, hingga hasil pertanian.
"Banyak pilihan yang dihadirkan untuk menampilkan aneka produk unggulan daerah mulai dari kerajinan tangan hingga olahan pangan," kata Sri Purwaningsih di Batang, Sabtu (10/10/2026).
Menurutnya, penyelenggaraan festival tersebut tidak hanya bertujuan menjadi ajang pameran produk dan hiburan masyarakat, tetapi juga merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor UMKM.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang berupaya memperluas akses pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperkenalkan potensi unggulan daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Pemkab Batang Targetkan Peningkatan Transaksi dan Perluasan Pasar UMKM
Sri Purwaningsih menjelaskan terdapat tiga target utama yang ingin dicapai melalui penyelenggaraan Karnaval Kuliner dan Festival UMKM 2026.
Target pertama adalah memperkuat strategi promosi produk lokal sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di Kabupaten Batang.
Melalui festival tersebut, pelaku usaha mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan dan menawarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat maupun pengunjung.
Perluasan akses pasar menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah agar produk-produk lokal dapat menjangkau lebih banyak konsumen, termasuk di luar Kabupaten Batang.
Target kedua adalah meningkatkan kualitas dan daya saing produk UMKM agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan pasar serta perubahan selera konsumen.
Pemerintah daerah berharap pelaku UMKM terus mengembangkan kualitas produk sehingga usaha yang dijalankan dapat bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.
Sementara itu, target ketiga adalah mempromosikan berbagai potensi unggulan Kabupaten Batang agar semakin dikenal di tingkat regional maupun nasional.
Sri Purwaningsih menilai kerja sama antara pemerintah daerah dan pelaku UMKM menjadi faktor penting dalam mencapai ketiga target tersebut.
"Melalui sinergi ini, kami berharap para pelaku usaha lokal dapat meningkatkan volume transaksi sekaligus membangun jaringan bisnis yang lebih luas," kata Sri Purwaningsih.
Pemerintah Kabupaten Batang juga berharap kegiatan tersebut dapat membuka peluang kerja sama antarpelaku usaha sekaligus meningkatkan aktivitas perdagangan selama festival berlangsung.
Batik Rifaiyah hingga Kuliner Tradisional Meriahkan Festival UMKM Batang
Sebanyak 70 stan UMKM yang berpartisipasi dalam festival menghadirkan berbagai produk khas Kabupaten Batang dari sektor kerajinan, ekonomi kreatif, kuliner, dan pertanian.
Salah satu produk unggulan yang dipamerkan adalah Batik Rifaiyah, yakni batik khas Kabupaten Batang yang menjadi bagian dari kekayaan kerajinan dan budaya daerah.
Selain Batik Rifaiyah, pengunjung juga dapat menemukan Batik Batangan serta berbagai produk busana dan kerajinan tangan hasil kreativitas pelaku usaha lokal.
Kehadiran produk batik dan kerajinan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui kegiatan ekonomi kreatif.
Pada sektor kuliner, festival menghadirkan beragam makanan tradisional yang menjadi bagian dari produk olahan pangan khas masyarakat Kabupaten Batang.
Pengunjung juga dapat menemukan berbagai minuman berbahan rempah-rempah yang diproduksi oleh pelaku UMKM setempat.
Selain makanan tradisional dan minuman rempah, sejumlah stan menampilkan produk olahan ikan sebagai bagian dari pengembangan usaha pengolahan pangan lokal.
Produk olahan ikan tersebut turut dipromosikan sebagai pilihan pangan bergizi yang dihasilkan oleh pelaku usaha daerah.
Berbagai komoditas hasil pertanian juga dipamerkan untuk memperkenalkan potensi sektor pertanian Kabupaten Batang kepada masyarakat.
Melalui kehadiran produk batik, kerajinan, busana, kuliner, olahan ikan, minuman rempah, dan hasil pertanian, festival tersebut menjadi sarana promosi bagi berbagai sektor usaha lokal.
Festival UMKM Batang Hadirkan Jalan Sehat, Senam Massal, dan Lomba Mewarnai
Selain pameran produk unggulan daerah, panitia Karnaval Kuliner dan Festival UMKM 2026 juga menyiapkan berbagai kegiatan hiburan dan aktivitas pendukung bagi masyarakat.
Salah satu hiburan yang dihadirkan dalam rangkaian festival tersebut adalah pertunjukan musik untuk memeriahkan suasana kegiatan.
Panitia juga menyediakan sejumlah aktivitas gratis yang dapat diikuti masyarakat umum selama festival berlangsung.
Kegiatan tersebut meliputi senam massal dan jalan sehat yang menjadi bagian dari rangkaian acara bersama masyarakat.
Bagi anak-anak, panitia menyelenggarakan lomba mewarnai yang diperuntukkan bagi peserta tingkat taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD).
Lomba tersebut menjadi salah satu kegiatan yang melibatkan anak-anak dalam rangkaian festival sekaligus memberikan pilihan aktivitas bagi keluarga yang berkunjung.
Pertunjukan marching band juga dijadwalkan untuk menambah kemeriahan Karnaval Kuliner dan Festival UMKM 2026.
Selain kegiatan seni dan hiburan, panitia menghadirkan aktivitas olahraga berupa fun mini soccer sebagai salah satu agenda pendukung.
Beragam kegiatan tersebut diselenggarakan untuk menarik partisipasi masyarakat sekaligus meningkatkan jumlah pengunjung di kawasan festival.
Dengan memadukan pameran produk lokal, promosi kuliner, pertunjukan seni, dan kegiatan olahraga, Pemerintah Kabupaten Batang berharap aktivitas ekonomi masyarakat dapat meningkat selama kegiatan berlangsung.
Festival UMKM Jadi Sarana Promosi Potensi Unggulan Kabupaten Batang
Pemerintah Kabupaten Batang menempatkan Karnaval Kuliner dan Festival UMKM 2026 sebagai salah satu upaya memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat melalui pengembangan sektor usaha lokal.
Keikutsertaan 70 stan UMKM memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk, meningkatkan transaksi penjualan, serta membangun jaringan bisnis yang lebih luas.
Festival tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mempromosikan potensi unggulan Kabupaten Batang dari berbagai sektor kepada pengunjung.
Peningkatan kualitas produk dan perluasan akses pasar menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat daya saing UMKM di tengah perkembangan kebutuhan konsumen.
Melalui penyelenggaraan festival selama dua hari di kawasan Jalan Veteran hingga Alun-Alun Batang, pemerintah daerah berharap produk-produk khas Batang semakin dikenal masyarakat di tingkat regional maupun nasional.
Karnaval Kuliner dan Festival UMKM 2026 sekaligus menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Batang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui penguatan usaha masyarakat dan promosi produk unggulan lokal.
- Penulis :
- Arian Mesa




