
Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Bandung, Jawa Barat, menyalurkan sebanyak 53,5 ton beras melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke 107 titik Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di wilayah Bandung Raya.
Penyaluran tersebut dilakukan untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau sekaligus mendukung ketersediaan bahan pangan di tingkat desa dan kelurahan.
Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Bandung, Yanto Nurdianto, menjelaskan bahwa setiap titik KDKMP memperoleh pasokan awal sebanyak 500 kilogram beras SPHP.
Keterangan tersebut disampaikan Yanto di Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/10/2026).
"Kami sudah menggelontorkan sebanyak 53,5 ton yang masing-masing titiknya itu kita suplai 500 kg atau 100 pack (kemasan)," katanya.
Dengan alokasi tersebut, total beras yang telah disalurkan Bulog mencapai 53.500 kilogram atau setara 10.700 kemasan beras SPHP berukuran 5 kilogram.
Sebanyak 107 Koperasi Merah Putih Terima Pasokan Awal Beras SPHP
Yanto menjelaskan bahwa penyaluran beras SPHP melalui jaringan KDKMP menjadi salah satu langkah Bulog dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Sebanyak 107 titik koperasi di wilayah Bandung Raya telah menerima distribusi beras SPHP dengan jumlah awal masing-masing 500 kilogram.
Setiap koperasi memperoleh 100 kemasan beras SPHP dengan berat 5 kilogram per kemasan.
Dengan demikian, total distribusi yang telah direalisasikan mencapai 10.700 kemasan beras SPHP.
Penyaluran melalui jaringan koperasi diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh beras dengan harga terjangkau di lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka.
Menurut Yanto, keberadaan KDKMP dapat menjadi salah satu saluran distribusi yang memperluas jangkauan pelayanan Bulog hingga tingkat desa dan kelurahan.
Kerja sama tersebut juga diharapkan dapat membantu memperlancar penyaluran beras dari Bulog kepada masyarakat.
Bulog Buka Peluang Pasokan Tambahan Tanpa Batas Kuota Khusus
Selain menyalurkan pasokan awal sebanyak 500 kilogram kepada setiap koperasi, Bulog membuka peluang distribusi tambahan sesuai kebutuhan masing-masing KDKMP.
Yanto menjelaskan bahwa Bulog tidak menetapkan batasan kuota khusus dalam memberikan dukungan pasokan beras kepada jaringan koperasi tersebut.
Kebijakan tersebut dilaksanakan sesuai dengan arahan pimpinan Bulog untuk mendukung distribusi beras SPHP melalui KDKMP.
Dengan demikian, jumlah awal 500 kilogram yang diterima setiap koperasi bukan merupakan batas maksimal pasokan yang dapat disalurkan.
Koperasi yang membutuhkan tambahan beras memiliki peluang memperoleh distribusi lanjutan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah pelayanannya.
Dukungan pasokan tambahan tersebut diharapkan dapat membantu koperasi menjaga ketersediaan beras SPHP secara berkelanjutan.
Bulog juga berharap kerja sama distribusi ini dapat memperkuat peran koperasi dalam menyediakan kebutuhan pokok masyarakat.
Koperasi Merah Putih Diharapkan Dekatkan Akses Beras Murah kepada Warga
Yanto menyampaikan bahwa pemanfaatan jaringan KDKMP merupakan bagian dari upaya mendekatkan layanan distribusi Bulog kepada masyarakat.
Melalui keberadaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan, masyarakat diharapkan memiliki lebih banyak pilihan tempat untuk membeli beras SPHP.
"Jadi, mudah-mudahan KDKMP bisa menjadi saluran yang mendekatkan Bulog kepada masyarakat," ujarnya.
Menurut Yanto, distribusi melalui koperasi dapat membantu memperluas jangkauan penyaluran beras hingga ke lingkungan permukiman.
Keberadaan KDKMP sebagai titik distribusi juga diharapkan dapat mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mengakses saluran pembelian beras yang lokasinya lebih jauh.
Selain memperluas akses pembelian, kerja sama tersebut memberikan kesempatan kepada koperasi untuk meningkatkan perannya dalam memenuhi kebutuhan pangan warga.
Penyaluran beras SPHP melalui KDKMP juga menjadi bagian dari upaya mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan di wilayah Bandung Raya.
Bulog Bandung Siapkan Dukungan Distribusi Beras Berkelanjutan
Penyaluran sebanyak 53,5 ton beras SPHP merupakan pasokan awal bagi 107 titik KDKMP yang telah menerima distribusi dari Bulog Kantor Cabang Bandung.
Bulog membuka kemungkinan penyaluran lanjutan apabila koperasi membutuhkan tambahan stok untuk melayani masyarakat.
Meski demikian, Yanto belum merinci harga jual beras SPHP di masing-masing titik KDKMP.
Bulog juga belum menyampaikan jadwal pasti pelaksanaan distribusi tambahan kepada jaringan koperasi.
Dukungan pasokan lanjutan akan disesuaikan dengan kebutuhan koperasi sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan beras SPHP.
Melalui kerja sama tersebut, Bulog berharap distribusi pangan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas sekaligus memperkuat fungsi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai penyedia kebutuhan pokok.
- Penulis :
- Shila Glorya




