HOME  ⁄  Ekonomi

Pemkot Makassar Siapkan Pulau Lanjukang Jadi Destinasi Wisata Bahari Unggulan dengan Konsep Konservasi Laut

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Pemkot Makassar Siapkan Pulau Lanjukang Jadi Destinasi Wisata Bahari Unggulan dengan Konsep Konservasi Laut
Foto: (Sumber :Pulau Lanjukang sebagai potensi wisata bahari yang siap dikembangkan oleh Pemerintah Kota Makassar dengan mengedepankan prinsip konservasi. ANTARA/ Suriani Mappong.)

Pantau - Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, menyiapkan Pulau Lanjukang sebagai destinasi wisata bahari unggulan dengan mengutamakan konservasi laut, pembatasan jumlah wisatawan, serta perlindungan ekosistem agar pengembangan pariwisata tidak merusak lingkungan pulau.

Pengembangan kawasan wisata tersebut akan dilakukan secara terbatas dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, kelestarian ekologi, dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar Achmad Hendra Najamuddin mengatakan pemerintah berencana membangun sejumlah fasilitas pendukung wisata di Pulau Lanjukang dengan tetap memperhatikan prinsip konservasi.

Menurutnya, pengembangan Pulau Lanjukang tidak dapat dilakukan menggunakan pendekatan pariwisata massal karena kawasan tersebut memiliki ekosistem laut yang perlu dilindungi.

Pemerintah juga mempertimbangkan penerapan sistem registrasi wisatawan untuk mengendalikan jumlah pengunjung sesuai dengan daya dukung lingkungan pulau.

Pulau Lanjukang Tawarkan Wisata Bahari dengan Keindahan Alam

Pulau Lanjukang merupakan salah satu pulau terluar Kota Makassar yang memiliki potensi wisata bahari berupa hamparan pasir putih, panorama laut, dan lingkungan alam yang relatif belum banyak tersentuh aktivitas wisata massal.

Pulau tersebut berada sekitar 45 kilometer dari Kota Makassar dan dapat dijangkau menggunakan perahu kayu atau kapal berbahan serat kaca dengan waktu perjalanan sekitar dua hingga tiga jam.

Wisatawan yang ingin berkunjung dapat menyewa kapal atau perahu nelayan dengan biaya berkisar Rp1,7 juta hingga Rp2,5 juta untuk perjalanan pulang pergi.

Selain menggunakan kapal sewaan, pengunjung dapat memilih paket wisata yang ditawarkan Marine Buddies Makassar dengan tarif sekitar Rp250 ribu hingga Rp350 ribu per orang untuk perjalanan pulang pergi.

Paket wisata tersebut memadukan kegiatan rekreasi bahari dengan edukasi mengenai lingkungan dan konservasi laut.

Marine Buddies Makassar merupakan kelompok yang dikelola generasi muda dan bersinergi dengan organisasi konservasi World Wide Fund (WWF).

Koordinator Marine Buddies Makassar Junaedi Jabbara menilai Pulau Lanjukang memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari karena keindahan alamnya masih relatif terjaga.

Namun, ia mengingatkan bahwa pengembangan wisata harus memperhatikan keseimbangan tiga aspek utama, yakni ekologi, ekonomi, dan sosial.

Nelayan Pulau Lanjukang Terapkan Sistem Konservasi Buka Tutup

Upaya menjaga kelestarian laut di Pulau Lanjukang telah dilakukan masyarakat nelayan melalui penerapan sistem konservasi buka tutup kawasan penangkapan ikan.

Direktur Eksekutif Yayasan Konservasi Laut (YKL) Indonesia Nirwan Dessibali menjelaskan bahwa praktik tersebut diterapkan oleh masyarakat Pulau Lanjukang dan Pulau Langkai.

Dalam sistem tersebut, nelayan menutup kawasan konservasi dari aktivitas penangkapan hasil laut selama tiga bulan.

Setelah masa penutupan berakhir, masyarakat diperbolehkan kembali menangkap gurita dan ikan di kawasan yang telah ditentukan selama tiga bulan berikutnya.

Praktik konservasi tersebut telah berjalan sejak Juli 2022 berdasarkan kesepakatan masyarakat nelayan dari kedua pulau melalui Forum Pasibuntuluki.

Penerapan sistem buka tutup menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya laut yang menjadi sumber penghidupan nelayan.

Nirwan mengingatkan bahwa pengembangan wisata Pulau Lanjukang tidak boleh hanya mengejar keuntungan ekonomi tanpa memperhatikan kondisi lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

Menurutnya, keindahan pasir putih dan panorama alam Pulau Lanjukang perlu dipertahankan agar kegiatan wisata tidak mengganggu keberlanjutan ekosistem laut.

Pemkot Makassar Rencanakan Pembatasan Wisatawan dan Sistem Registrasi

Pemerintah Kota Makassar tengah menyusun langkah pengembangan Pulau Lanjukang dengan mempertimbangkan batas kemampuan lingkungan dalam menerima kunjungan wisatawan.

Dinas Pariwisata Makassar berencana menyediakan fasilitas pendukung wisata secara terbatas sesuai dengan kebutuhan pengunjung dan karakteristik kawasan.

Pemerintah juga melibatkan akademisi serta sejumlah pemangku kepentingan untuk mengidentifikasi potensi wisata dan aktivitas yang dapat dilakukan tanpa merusak lingkungan.

Pembatasan jumlah wisatawan menjadi salah satu langkah yang dipertimbangkan untuk mengantisipasi peningkatan sampah dan gangguan terhadap ekosistem pulau.

Perlindungan terhadap gurita, penyu, dan terumbu karang menjadi bagian dari perhatian dalam pengembangan wisata bahari tersebut.

Selain pembatasan kunjungan, pemerintah mempertimbangkan penerapan sistem registrasi bagi wisatawan sebelum memasuki Pulau Lanjukang.

Melalui mekanisme tersebut, jumlah wisatawan yang datang dapat dipantau dan disesuaikan dengan daya dukung lingkungan.

Pengaturan aktivitas wisata juga akan mencakup ketentuan mengenai kegiatan yang diperbolehkan maupun yang dilarang di kawasan konservasi.

Transportasi Laut ke Pulau Lanjukang Berpeluang Dikembangkan

Akses transportasi menjadi salah satu aspek yang turut diperhatikan Pemerintah Kota Makassar dalam rencana pengembangan Pulau Lanjukang.

Saat ini, perjalanan menuju pulau tersebut masih mengandalkan kapal sewaan, perahu nelayan, serta layanan perjalanan wisata yang disediakan pihak swasta atau komunitas.

Dinas Perhubungan Kota Makassar diharapkan dapat mendukung penyediaan layanan transportasi laut untuk meningkatkan akses wisatawan.

Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah pengembangan layanan angkutan umum laut atau pete-pete laut yang dapat menghubungkan wisatawan langsung menuju Pulau Lanjukang.

Meski demikian, penambahan akses transportasi akan tetap disesuaikan dengan prinsip konservasi yang menjadi dasar pengembangan kawasan.

Pemerintah berupaya memastikan peningkatan kemudahan akses tidak menyebabkan lonjakan wisatawan yang melampaui kemampuan lingkungan pulau.

Hari Pariwisata Dunia Perkuat Rencana Wisata Berkelanjutan

Komitmen pengembangan wisata bahari berkelanjutan di Makassar turut diperkuat melalui momentum peringatan Hari Pariwisata Dunia pada 25–27 September 2026.

Momentum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk melibatkan berbagai pihak dalam pengembangan pariwisata yang memperhatikan kelestarian lingkungan.

Pulau Lanjukang dipersiapkan sebagai salah satu kawasan wisata yang menggabungkan keindahan alam, edukasi konservasi, dan keterlibatan masyarakat setempat.

Pengembangan tersebut juga diarahkan agar kegiatan pariwisata dapat berjalan berdampingan dengan aktivitas nelayan yang selama ini memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Dengan konsep tersebut, Pemerintah Kota Makassar berupaya mengembangkan Pulau Lanjukang sebagai tujuan wisata bahari tanpa mengabaikan perlindungan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pulau.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026