
Pantau - Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Dyah Roro Esti Widya Putri mendorong Indonesia dan Belanda memperkuat kemitraan bisnis untuk meningkatkan nilai tambah produk nasional, memperkuat kapasitas industri, serta memperluas keterlibatan Indonesia dalam rantai pasok global.
Roro menilai kerja sama kedua negara perlu dikembangkan melampaui kegiatan jual beli barang dengan menitikberatkan pada peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, dan penguatan jaringan perdagangan internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Forum Bisnis Indonesia-Belanda bertema From Sourcing to Partnership yang berlangsung pada Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).
"Indonesia ingin berpartisipasi lebih aktif dalam rantai nilai internasional, mengembangkan produk bernilai tambah lebih tinggi, memperkuat kemampuan industri, serta membangun hubungan jangka panjang dengan pembeli dan mitra bisnis internasional," kata Roro dalam keterangan di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Menurutnya, Indonesia memiliki potensi produksi yang didukung kekayaan sumber daya alam, keberagaman sektor manufaktur, serta pertumbuhan usaha inovatif.
Sementara itu, Belanda mempunyai keunggulan di bidang logistik, distribusi, teknologi, inovasi, dan jaringan bisnis internasional yang dapat mendukung pemasaran produk Indonesia ke Eropa.
Indonesia dan Belanda Didorong Bangun Kemitraan Industri Jangka Panjang
Roro mengatakan hubungan ekonomi Indonesia dan Belanda yang telah terjalin lama dapat menjadi landasan untuk memperluas kerja sama perdagangan dan industri.
Namun, ia menekankan bahwa hubungan tersebut perlu diwujudkan melalui kolaborasi konkret agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi kedua negara.
Kemitraan dapat dikembangkan melalui penguatan kemampuan pemasok, peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, serta perluasan akses pasar.
Kerja sama juga diharapkan mampu membantu perusahaan Indonesia meningkatkan kemampuan produksi dan menghasilkan barang dengan nilai tambah lebih tinggi.
Roro menilai Indonesia perlu mengambil peran lebih besar dalam rantai nilai internasional dengan membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan.
"Indonesia dan Belanda perlu menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan pemasok, peningkatan produktivitas, penguatan aspek ketertelusuran, serta penerapan teknologi yang membuat bisnis lebih kompetitif," katanya.
Penguatan ketertelusuran produk menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar perusahaan mampu memenuhi kebutuhan dan persyaratan pasar internasional.
Produk Indonesia Berpeluang Perluas Pasar ke Eropa
Keunggulan Belanda dalam sistem logistik dan distribusi dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pemasaran produk Indonesia di kawasan Eropa.
Roro menyebut kemampuan produksi Indonesia dan jaringan perdagangan internasional Belanda merupakan potensi yang dapat saling melengkapi.
Melalui kerja sama tersebut, perusahaan Indonesia diharapkan tidak hanya memperoleh pembeli baru, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha dan daya saing produk.
Meski demikian, pelaku industri nasional perlu mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan perdagangan internasional.
Kesiapan tersebut mencakup pemenuhan standar kualitas, konsistensi pasokan, kemampuan memenuhi kebutuhan pembeli, serta pembangunan hubungan komersial jangka panjang.
Roro menekankan bahwa kemampuan memenuhi standar pasar menjadi faktor penting agar produk Indonesia dapat bersaing dengan pemasok dari negara lain.
Perubahan Rantai Pasok Global Buka Peluang Kerja Sama Baru
Roro juga menyoroti perubahan strategi pengadaan barang dan bahan baku yang dilakukan perusahaan di berbagai negara.
Menurutnya, pelaku usaha global semakin berupaya mendiversifikasi sumber pasokan dan mencari mitra bisnis yang dapat memberikan keandalan serta kemampuan beradaptasi.
Perubahan tersebut membuka peluang bagi Indonesia untuk memperluas keterlibatan dalam jaringan produksi dan perdagangan internasional.
Belanda dinilai dapat menjadi mitra strategis karena memiliki kemampuan di bidang teknologi, inovasi, serta pengelolaan distribusi barang.
Sementara itu, Indonesia dapat berkontribusi melalui kapasitas produksi, sumber daya alam, dan sektor manufaktur yang beragam.
Perpaduan keunggulan tersebut diharapkan dapat mendorong terbentuknya kemitraan yang tidak hanya berorientasi pada transaksi jangka pendek.
Trade Expo Indonesia 2026 Jadi Ajang Penguatan Hubungan Bisnis
Forum Bisnis Indonesia-Belanda yang diselenggarakan dalam rangkaian Trade Expo Indonesia 2026 menjadi salah satu wadah untuk membahas peluang kolaborasi kedua negara.
Kegiatan yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, tersebut mengangkat pentingnya perubahan hubungan perdagangan dari sekadar pengadaan produk menjadi kemitraan bisnis.
Melalui forum tersebut, pemerintah mendorong pengembangan kerja sama yang mencakup penguatan pemasok, peningkatan kemampuan industri, serta pemanfaatan inovasi.
Kemitraan Indonesia dan Belanda juga diarahkan untuk membantu perusahaan nasional menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan pasar global.
Pemerintah berharap penguatan hubungan bisnis kedua negara dapat memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan peran industri Indonesia dalam rantai pasok internasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan




