
Pantau - Seorang nelayan asal Genting Pulur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, bernama Bachtiar (61), ditemukan selamat di perairan Malaysia setelah dilaporkan hilang saat melaut sejak Minggu (11/10/2026) akibat kapal pompong miliknya diduga kehabisan bahan bakar dan hanyut terbawa arus.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Natuna Abdul Rahman mengatakan Bachtiar ditemukan bersama kapal pompongnya oleh sebuah kapal pemancing Malaysia pada Kamis (15/10/2026).
Penemuan tersebut terjadi pada koordinat 02°40.140' LU dan 104°34.545' BT yang berada di wilayah perairan Malaysia.
Informasi keselamatan korban diterima Kantor SAR Natuna dari Maritime Rescue Sub-Centre (MRSC) Kuantan, Malaysia, pada Kamis sore.
"Kami telah menerima informasi dari MRSC Kuantan bahwa korban yang diyakini merupakan nelayan Kabupaten Anambas yang kita cari beserta pompongnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal pemancing Malaysia," ucap Abdul Rahman, Jumat (16/10/2026).
Kapal Nelayan Anambas Diduga Hanyut akibat Kehabisan Bahan Bakar
Berdasarkan informasi awal yang diterima tim SAR, kapal pompong milik Bachtiar diduga mengalami kehabisan bahan bakar ketika berada di laut.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan hingga akhirnya hanyut menuju wilayah perairan Malaysia.
Bachtiar diketahui berangkat melaut pada Sabtu pagi (10/10/2026) untuk mencari ikan di kawasan perairan Batu Bulu hingga Pulau Serak, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas.
Namun, hingga Minggu (11/10/2026), nelayan berusia 61 tahun tersebut tidak kunjung kembali ke rumah dan tidak dapat dihubungi keluarganya.
Keluarga kemudian melaporkan kejadian itu kepada Unit Siaga SAR (USS) Jemaja untuk meminta bantuan pencarian.
Laporan tersebut ditindaklanjuti dengan pelaksanaan operasi SAR yang melibatkan sejumlah unsur terkait di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Setelah beberapa hari pencarian, Bachtiar akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal pemancing Malaysia pada Kamis (15/10/2026).
Keluarga Pastikan Identitas Nelayan melalui Video Penemuan
Kantor SAR Natuna memperoleh informasi awal mengenai penemuan Bachtiar dari otoritas penyelamatan Malaysia.
Kabar tersebut kemudian diperkuat melalui rekaman video yang memperlihatkan nelayan bersama kapal pompongnya.
Abdul Rahman menjelaskan bahwa anak korban, Sabriadi, telah membenarkan identitas ayahnya setelah melihat video penemuan tersebut.
Konfirmasi keluarga disampaikan kepada Unit Siaga SAR Jemaja pada Kamis (15/10/2026) pukul 16.11 WIB.
Dengan adanya konfirmasi tersebut, tim SAR mendapatkan kepastian bahwa nelayan yang ditemukan di perairan Malaysia merupakan orang yang selama ini dicari.
Meski korban telah ditemukan selamat, proses pemulangan masih membutuhkan koordinasi antara otoritas penyelamatan Indonesia dan Malaysia.
SAR Natuna Koordinasi dengan Malaysia untuk Evakuasi Korban
Kantor SAR Natuna saat ini masih melakukan koordinasi intensif dengan MRSC Kuantan untuk menentukan mekanisme evakuasi Bachtiar.
Koordinasi lintas negara diperlukan karena korban ditemukan berada di wilayah perairan maritim Malaysia.
“ Saat ini kami masih terus berkoordinasi dengan pihak SAR di Kuantan untuk proses evakuasi yang tepat dan aman bagi semua pihak, terlebih korban ditemukan berada di Perairan Maritim Malaysia," ujar Abdul Rahman.
Pihak SAR mengutamakan keselamatan korban dan seluruh petugas yang terlibat dalam proses evakuasi.
Hingga Jumat (16/10/2026), belum ada keterangan lebih lanjut mengenai jadwal pemulangan Bachtiar ke Kepulauan Anambas.
Pencarian Libatkan Tim Gabungan dan Koordinasi Lintas Negara
Operasi pencarian Bachtiar telah berlangsung selama lima hari ketika informasi penemuannya diterima pada Kamis (15/10/2026).
Pada hari pertama hingga ketiga, operasi SAR melibatkan berbagai unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat nelayan.
Unsur yang terlibat antara lain Pos TNI Angkatan Laut (Posal) Jemaja, Polsek Jemaja, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta Polairud Polres Kepulauan Anambas.
Pemerintah Kecamatan Jemaja Timur, jajaran pemerintah desa, dan kelompok Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas juga memberikan dukungan dalam pencarian.
Memasuki hari keempat, Kantor SAR Natuna memperluas koordinasi dengan pusat koordinasi penyelamatan maritim karena korban diperkirakan telah hanyut menuju wilayah Malaysia.
Upaya pencarian lintas negara tersebut turut melibatkan Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau.
"Dukungan koordinasi lintas negara dilakukan dengan bersinergi bersama Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Provinsi Kepulauan Riau," katanya.
Setelah Bachtiar ditemukan dalam kondisi selamat, fokus penanganan kini diarahkan pada koordinasi evakuasi agar nelayan asal Anambas tersebut dapat kembali ke Indonesia dengan aman.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




