
Pantau - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dan Wakil Perdana Menteri Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay menegaskan komitmen memperkuat hubungan perdagangan bilateral melalui perluasan akses pasar, peningkatan investasi, dan kolaborasi antarpelaku usaha kedua negara.
Komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan bilateral di sela penyelenggaraan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (15/10/2026).
Pertemuan berlangsung di tengah pertumbuhan perdagangan Indonesia dan Timor Leste yang mencapai 273,86 juta dolar AS selama Januari hingga Agustus 2026.
Budi menyambut positif perkembangan hubungan ekonomi kedua negara dan menilai peluang peningkatan perdagangan masih terbuka melalui pengembangan produk unggulan serta perluasan akses pasar.
"Kami ingin mendorong perdagangan yang semakin beragam melalui penguatan kolaborasi antarpelaku usaha dan perluasan akses pasar bagi produk unggulan kedua negara. Kami harap, langkah ini dapat membuka peluang baru bagi dunia usaha sekaligus memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia dan Timor Leste," ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Indonesia dan Timor Leste Sepakat Perluas Peluang Perdagangan
Budi mengatakan hubungan perdagangan Indonesia dan Timor Leste menunjukkan perkembangan positif yang perlu terus diperkuat melalui kerja sama konkret.
Menurutnya, kedua negara memiliki peluang untuk memperluas perdagangan melalui peningkatan akses pasar dan pengembangan kemitraan antara pelaku usaha.
Pemerintah Indonesia juga mendorong diversifikasi produk perdagangan agar kerja sama ekonomi tidak hanya bergantung pada komoditas tertentu.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Perdana Menteri Timor Leste Francisco Kalbuadi Lay menyampaikan bahwa negaranya terus mempelajari berbagai peluang perdagangan setelah resmi bergabung sebagai anggota ASEAN.
Francisco menilai keanggotaan Timor Leste di ASEAN membuka kesempatan untuk mengoptimalkan kerja sama ekonomi dengan negara-negara anggota, termasuk Indonesia.
Ia juga menyatakan peluang investasi dan perdagangan bilateral masih sangat terbuka untuk dikembangkan.
"Kami siap memfasilitasi kemitraan antarpelaku usaha demi mendorong pertumbuhan ekonomi yang saling menguntungkan dan berkelanjutan," katanya.
Perdagangan Indonesia-Timor Leste Tumbuh 1,59 Persen pada 2026
Berdasarkan data perdagangan Januari hingga Agustus 2026, nilai perdagangan Indonesia dan Timor Leste mencapai 273,86 juta dolar AS.
Angka tersebut meningkat 1,59 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 269,56 juta dolar AS.
Dari total perdagangan tersebut, ekspor Indonesia ke Timor Leste tercatat sebesar 267,35 juta dolar AS.
Sementara itu, impor Indonesia dari Timor Leste mencapai 6,50 juta dolar AS.
Dengan nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan impor, Indonesia mencatatkan surplus perdagangan sebesar 260,85 juta dolar AS selama delapan bulan pertama 2026.
Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator perkembangan hubungan perdagangan bilateral yang terus didorong pemerintah kedua negara.
Indonesia Jadi Mitra Dagang Terbesar Timor Leste di ASEAN
Indonesia tercatat sebagai mitra dagang terbesar Timor Leste di kawasan ASEAN berdasarkan data perdagangan sepanjang 2025.
Nilai perdagangan kedua negara pada tahun tersebut mencapai 423,63 juta dolar AS atau sekitar 76 persen dari total perdagangan Timor Leste dengan negara-negara ASEAN sebesar 561,83 juta dolar AS.
Nilai tersebut jauh melampaui perdagangan Timor Leste dengan Thailand yang mencapai 57,18 juta dolar AS dan Singapura sebesar 55,57 juta dolar AS.
Secara tahunan, perdagangan Indonesia dan Timor Leste pada 2025 tumbuh 8,25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ekspor Indonesia ke Timor Leste sepanjang 2025 tercatat sebesar 410,56 juta dolar AS, sedangkan impor mencapai 13,07 juta dolar AS.
Dari transaksi tersebut, Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar 397,49 juta dolar AS.
Kendaraan, Semen, dan Sawit Jadi Komoditas Ekspor Utama
Perdagangan Indonesia dengan Timor Leste mencakup berbagai komoditas industri, pertanian, dan kebutuhan konsumsi masyarakat.
Komoditas utama ekspor Indonesia ke Timor Leste meliputi sepeda motor, kendaraan pengangkut barang, semen portland dan alumina, minyak kelapa sawit olahan, serta pasta.
Sementara itu, produk utama yang diimpor Indonesia dari Timor Leste mencakup kopi, buldoser swagerak, kopra, biji-bijian atau buah berminyak lainnya, dan vanili.
Keberagaman komoditas tersebut menjadi salah satu dasar bagi kedua negara untuk memperluas kerja sama perdagangan melalui peningkatan akses pasar.
Pertemuan Budi Santoso dan Francisco Kalbuadi Lay diharapkan dapat memperkuat hubungan ekonomi bilateral serta membuka peluang kemitraan baru bagi dunia usaha Indonesia dan Timor Leste.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




