HOME  ⁄  Ekonomi

Khofifah Dorong Hilirisasi Pangan di Jawa Timur agar Petani Tak Hanya Jual Hasil Panen Mentah dan Pendapatan Meningkat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Khofifah Dorong Hilirisasi Pangan di Jawa Timur agar Petani Tak Hanya Jual Hasil Panen Mentah dan Pendapatan Meningkat
Foto: (Sumber :Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengucapkan selamat Hari Pangan Sedunia 2026. (ANTARA/HO-Biro Adpim Pemprov Jatim).)

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan hilirisasi sektor pangan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian, memperluas akses pasar, dan memperkuat kesejahteraan petani di Jawa Timur dalam momentum Hari Pangan Sedunia 2026, Jumat (16/10/2026).

Khofifah menegaskan peningkatan produksi pangan harus diikuti penguatan pengolahan hasil panen, pemasaran, dan posisi tawar petani agar manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati pada tahap perdagangan.

“Petani perlu mendapatkan manfaat yang lebih besar dari hasil kerja kerasnya. Karena itu, peningkatan produksi harus kita hubungkan dengan kepastian pasar, penguatan posisi tawar, dan kesempatan mengembangkan nilai tambah,” ujar Khofifah di Surabaya, Jumat.

Menurutnya, pembangunan sektor pangan perlu dilakukan secara menyeluruh, mulai dari proses produksi hingga pengolahan dan distribusi produk kepada konsumen.

Khofifah Ingin Petani Mendapat Nilai Tambah dari Hasil Panen

Khofifah mengatakan penguatan sektor pertanian tidak cukup dilakukan dengan meningkatkan jumlah produksi komoditas pangan.

Pemerintah juga perlu memperhatikan penanganan pascapanen, pengolahan produk, serta pemasaran agar hasil pertanian memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Melalui hilirisasi, petani diharapkan memiliki peluang untuk menjual produk olahan yang bernilai lebih besar dibandingkan bahan mentah.

Pengembangan tersebut juga diharapkan membuka kesempatan usaha bagi koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang bergerak di sektor pangan.

Khofifah menilai inovasi menjadi kebutuhan penting karena sektor pertanian menghadapi tantangan perubahan iklim, keterbatasan sumber daya, dan perkembangan kebutuhan pangan masyarakat.

Pemanfaatan teknologi pertanian, efisiensi penggunaan air, serta kemudahan akses informasi pasar dinilai dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya usaha petani.

Produksi Padi Jawa Timur Capai 10,4 Juta Ton pada 2025

Jawa Timur tercatat sebagai salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap produksi pangan nasional.

Pada 2025, produksi padi Jawa Timur mencapai lebih dari 10,4 juta ton gabah kering giling (GKG).

Jumlah tersebut menyumbang sekitar 17,34 persen terhadap total produksi padi nasional.

Sementara itu, potensi produksi padi Jawa Timur pada periode Januari hingga November 2026 diperkirakan mencapai 10,24 juta ton GKG.

Selain padi, sektor pangan Jawa Timur ditopang berbagai komoditas lain, seperti jagung, tebu, daging, susu, telur, dan hasil perikanan.

Keragaman komoditas tersebut menjadi modal penting untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.

Pemprov Jatim Kembangkan Agro-Hub dan Korporasi Pertanian

Khofifah menjelaskan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong sejumlah program untuk memperkuat rantai usaha pangan dari hulu hingga hilir.

Program tersebut mencakup pengembangan Jatim Agro-Hub, penguatan infrastruktur irigasi, hilirisasi produk pertanian, pengembangan korporasi pertanian, dan regenerasi petani.

“Melalui Jatim Agro, kita memperkuat peran Jawa Timur sebagai lumbung pangan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan,” katanya.

Pengembangan Jatim Agro-Hub diarahkan untuk mendukung penguatan sektor pangan sekaligus memperbesar peluang pemasaran hasil pertanian.

Sementara itu, hilirisasi diharapkan memberikan kesempatan kepada petani, koperasi, dan UMKM untuk menghasilkan produk olahan yang lebih kompetitif.

Khofifah Ajak Masyarakat Jaga Lahan dan Kurangi Pemborosan Pangan

Selain penguatan ekonomi petani, Khofifah menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan sektor pangan melalui perlindungan lahan produktif.

Ia mengingatkan bahwa penggunaan sumber daya alam harus dilakukan secara bijak agar kegiatan pertanian tetap dapat berlangsung dalam jangka panjang.

Khofifah juga mengajak masyarakat membiasakan konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang, dan aman.

Pengurangan pemborosan makanan turut menjadi perhatian karena berkaitan dengan upaya menjaga ketahanan pangan berkelanjutan.

Melalui penguatan hilirisasi, infrastruktur pertanian, dan pengelolaan sumber daya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap peningkatan produksi pangan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani, peternak, dan nelayan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026