HOME  ⁄  Ekonomi

Bupati Banyumas Jajaki Investor China untuk Tol Pejagan-Cilacap Senilai Rp27 Triliun, Pembangunan Ditargetkan Mulai 2029

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Bupati Banyumas Jajaki Investor China untuk Tol Pejagan-Cilacap Senilai Rp27 Triliun, Pembangunan Ditargetkan Mulai 2029
Foto: (Sumber :Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (17/10/2026), menjelaskan perkembangan rencana pembangunan Tol Pejagan-Cilacap. ANTARA/Sumarwoto.)

Pantau - Pemerintah Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, tengah menjajaki calon investor baru asal China untuk mendukung pembangunan Jalan Tol Pejagan-Cilacap sepanjang 95 kilometer dengan estimasi investasi Rp27 triliun, setelah kerja sama dengan calon investor sebelumnya mengalami kendala.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan penjajakan tersebut dilakukan untuk mempercepat realisasi proyek jalan tol yang diharapkan meningkatkan konektivitas wilayah utara dan selatan Jawa Tengah.

Menurut Sadewo, calon investor baru telah melakukan pertemuan dengan pejabat Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta pada Rabu (14/10/2026).

Namun, hingga Sabtu (17/10/2026), belum ada penetapan investor resmi maupun kepastian jadwal pelaksanaan pembangunan.

Investor Sebelumnya Terkendala Kasus Korupsi di China

Sadewo menjelaskan bahwa pemerintah daerah sebelumnya telah menjalin komunikasi dengan sebuah perusahaan milik Pemerintah Provinsi Guangxi, China.

Perusahaan tersebut sempat menunjukkan keseriusan untuk berinvestasi dalam pembangunan Tol Pejagan-Cilacap.

Bahkan, calon investor telah menyampaikan surat pernyataan minat atau letter of intent setelah melakukan pembahasan dengan Kementerian PU.

“Saya turut memfasilitasi pertemuan perusahaan tersebut dengan Menteri PU dan jajaran direktorat jenderal terkait,” katanya di Purwokerto, Sabtu (17/10/2026).

Namun, rencana kerja sama tersebut mengalami hambatan setelah pimpinan perusahaan calon investor tersangkut kasus korupsi di China.

Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Banyumas perlu mencari alternatif investor untuk mendukung kelanjutan rencana pembangunan.

Pemkab Banyumas Temui Calon Investor Baru dari BUMN China

Sebagai tindak lanjut, Sadewo menjajaki kerja sama dengan salah satu badan usaha milik negara (BUMN) China yang bergerak di sektor konstruksi.

Perusahaan tersebut disebut pernah terlibat dalam pembangunan Jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura.

Sadewo mengatakan pihaknya telah memfasilitasi komunikasi antara calon investor tersebut dan Kementerian PU.

“Saya bawa ke Kementerian PU. Ya, PIC (Person in Charge)-nya yang ketemu. Ini sedang dibicarakan,” katanya.

Pertemuan dengan pejabat Kementerian PU telah berlangsung di Jakarta pada Rabu (14/10/2026).

Meski demikian, Sadewo belum mengungkapkan identitas perusahaan maupun besaran investasi yang ditawarkan.

Ia menegaskan bahwa pembicaraan masih berada pada tahap penjajakan sehingga belum menghasilkan keputusan mengenai investor pelaksana proyek.

Pembangunan jalan tol tersebut juga tetap menjadi kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian PU.

Pemerintah Kabupaten Banyumas berperan mendukung percepatan proyek melalui komunikasi dengan kementerian terkait dan penjajakan peluang investasi.

Tol Pejagan-Cilacap Diharapkan Dongkrak Investasi Banyumas

Sadewo menilai keterbatasan infrastruktur transportasi menjadi salah satu hambatan masuknya investasi ke Kabupaten Banyumas.

Padahal, menurutnya, Banyumas memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan serta kondisi sosial masyarakat yang mendukung kegiatan investasi.

Karena itu, keberadaan Tol Pejagan-Cilacap dinilai penting untuk memperkuat akses transportasi dan memperlancar pergerakan barang.

“Saya berharap pembangunan Tol Pejagan-Cilacap dapat meningkatkan aksesibilitas, memperlancar distribusi barang, serta memperkuat daya tarik investasi di Banyumas dan wilayah sekitarnya,” kata Bupati.

Jalan tol tersebut direncanakan menghubungkan kawasan utara dan selatan Jawa Tengah.

Pembangunannya diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi di wilayah Banyumas dan kabupaten sekitarnya.

Tol Sepanjang 95 Kilometer Direncanakan Terbagi Lima Seksi

Berdasarkan rencana Kementerian PU, Jalan Tol Pejagan-Cilacap memiliki panjang sekitar 95 kilometer.

Nilai investasi proyek tersebut diperkirakan mencapai Rp27 triliun, belum termasuk biaya pembebasan lahan.

Pembangunan direncanakan terbagi menjadi lima seksi, yakni Bulakamba-Karanganyar, Karanganyar-Bumiayu, Bumiayu-Ajibarang, Ajibarang-Wangon, serta Wangon-Lebeng.

Dari total panjang jalan tol tersebut, sekitar 40 kilometer direncanakan melintasi wilayah Kabupaten Banyumas.

Dua simpang susun juga direncanakan dibangun di wilayah Banyumas, masing-masing berlokasi di Ajibarang dan Wangon.

Sebelumnya, Kementerian PU menargetkan pelaksanaan pembangunan Tol Pejagan-Cilacap dimulai pada 2029.

Proyek Ditargetkan Masuk Tahap Lelang pada Akhir 2026

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU Rachman Arief Dienaputra pada 23 Oktober 2025 menyampaikan bahwa proyek Tol Pejagan-Cilacap masih berada pada tahap prastudi kelayakan atau pre-feasibility study.

Tahap kajian tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Australia.

Pada saat itu, Kementerian PU menargetkan proses lelang proyek dapat dilaksanakan pada kuartal IV 2026 setelah seluruh perizinan selesai.

Meski demikian, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa penjajakan investor masih berlangsung.

Pemerintah Kabupaten Banyumas terus melakukan koordinasi dengan Kementerian PU untuk mendorong kelanjutan rencana pembangunan jalan tol tersebut.

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai investor yang akan ditetapkan maupun tanggal dimulainya pembangunan Tol Pejagan-Cilacap.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026