HOME  ⁄  Ekonomi

Donasi Pemulihan Desa Adat Sade Lombok Capai Rp4,7 Miliar, Sebanyak 49 Rumah Mulai Dibangun Pascakebakaran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Donasi Pemulihan Desa Adat Sade Lombok Capai Rp4,7 Miliar, Sebanyak 49 Rumah Mulai Dibangun Pascakebakaran
Foto: (Sumber :Rumah Adat Sade Lombok Tengah, Provinsi NTB yang telah dibangun pascakebakaran di Lombok Tengah, Selasa (20/10/2026). ANTARA/Akhyar Rosidi..)

Pantau - Sumbangan untuk pemulihan Desa Adat Sade di Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), pascakebakaran tercatat mencapai sekitar Rp4,7 miliar berdasarkan pendataan sementara, sementara pembangunan kembali 49 rumah warga telah dimulai.

Tokoh Desa Adat Sade, Amaq Aris, mengatakan dana tersebut berasal dari sejumlah pihak, mulai dari investor, perusahaan swasta, tokoh publik, lembaga perbankan, hingga pejabat pemerintah.

Namun, ia menegaskan bahwa nilai Rp4,7 miliar merupakan hasil kompilasi informasi dari para pemberi bantuan dan belum menjadi laporan keuangan yang telah diaudit.

"Nilai tersebut merupakan kompilasi berdasarkan keterangan narasumber atau pemberi donasi, bukan laporan keuangan yang telah diaudit," kata Amaq Aris dalam keterangan tertulis di Lombok Tengah, Selasa (20/10/2026).

Investor dan Raffi Ahmad Ikut Bantu Pemulihan Desa Adat Sade

Salah satu bantuan terbesar untuk pemulihan Desa Adat Sade berasal dari Sapo Development Indonesia dengan nilai Rp2 miliar.

Dana tersebut dibagi menjadi dua bagian, yakni Rp1 miliar disalurkan ke rekening Dusun Sade dan Rp1 miliar lainnya ke rekening satuan tugas melalui Bank NTB Syariah.

Selain itu, Raffi Ahmad memberikan bantuan sebesar Rp1 miliar yang telah digunakan untuk pembelian tiang pertama rumah warga.

PT Otsuka turut menyalurkan bantuan Rp500 juta melalui Satgas Pemulihan dan Penataan Desa Adat Sade.

Bantuan lainnya berasal dari Chili House sebesar Rp182 juta yang dialokasikan untuk pembangunan berugak Bale Sangkep.

Kementerian Pariwisata juga memberikan bantuan senilai Rp800 juta yang telah diterima secara simbolis.

Sementara itu, Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menyumbangkan Rp200 juta dan Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri memberikan bantuan Rp60 juta.

Bank BTN dan BSI Turut Dukung Pembangunan Kembali

Sektor perbankan juga berpartisipasi dalam upaya pemulihan permukiman adat tersebut.

Bank BTN memberikan bantuan sebesar Rp75 juta melalui pembukaan rekening bagi 75 kepala keluarga.

Setiap rekening mendapatkan saldo awal sebesar Rp1 juta untuk membantu kebutuhan warga.

Selain itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) menyampaikan komitmen bantuan sebesar Rp1 miliar.

Namun, dari komitmen tersebut, dana yang telah terealisasi baru mencapai Rp153 juta untuk pembangunan gapura.

"Bank Syariah Indonesia (BSI) komitmen Rp1 miliar, namun Rp153 juta telah terealisasi untuk pembangunan gapura," ujar Amaq Aris.

Ia mengingatkan bahwa komitmen bantuan yang belum direalisasikan tidak dapat langsung dicatat sebagai dana yang telah diterima.

"Nilai bantuan yang belum terealisasi atau belum diketahui tidak dapat dimasukkan sebagai dana yang telah diterima," katanya.

Amaq Aris juga meminta agar bantuan dalam bentuk barang dicatat secara terpisah dari sumbangan uang tunai.

"Bantuan dalam bentuk barang juga perlu dicatat secara terpisah agar tidak terjadi penghitungan ganda," katanya.

Sapo Development Alokasikan Bantuan untuk Material dan Tenaga Kerja

Pemilik Sapo Development, Alvaro Paribanez, mengatakan pihaknya ingin berkontribusi dalam pemulihan Desa Adat Sade sebagai salah satu ikon budaya Lombok.

Bantuan Rp2 miliar yang diberikan perusahaan tersebut diarahkan untuk mendukung pembangunan kembali kawasan permukiman adat.

Pemanfaatannya mencakup pengadaan material bangunan dan pembayaran tenaga kerja yang terlibat dalam proses pembangunan.

Selain itu, bantuan tersebut juga mendukung rencana penyediaan infrastruktur dasar berupa listrik dan air bersih.

"Pemanfaatan bantuan ini diharapkan dapat mendukung proses pembangunan sekaligus membantu warga kembali menjalani aktivitas sehari-hari," katanya.

Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memulihkan fungsi permukiman sekaligus mempertahankan keberadaan Desa Adat Sade sebagai kawasan budaya.

Sebanyak 49 Rumah Adat Mulai Dibangun, Masjid dan Museum Masih Dikerjakan

Kepala Desa Rembitan, Lalu Minaksa, mengatakan proses pembangunan kembali rumah warga yang terdampak kebakaran telah berjalan.

Menurutnya, sebanyak 49 unit rumah telah memasuki tahap pembangunan.

Sementara itu, sekitar 10 bangunan lainnya belum memulai proses pembangunan.

Selain rumah warga, pemulihan kawasan juga mencakup pembangunan fasilitas adat dan fasilitas umum.

"Dua berugak sekenem telah selesai dikerjakan, sedangkan pembangunan Masjid dan museum masih berlangsung," katanya.

Berugak merupakan bangunan tradisional masyarakat Sasak yang digunakan sebagai tempat berkumpul dan menjalankan berbagai aktivitas sosial.

Pembangunan kembali fasilitas tersebut menjadi bagian dari pemulihan sarana kehidupan masyarakat di Desa Adat Sade.

Pendataan Bantuan Diperlukan untuk Menjaga Transparansi Pemulihan

Tokoh Desa Adat Sade Amaq Aris menekankan pentingnya membedakan bantuan yang telah diterima, bantuan yang baru dijanjikan, dan bantuan dalam bentuk barang.

Pemisahan tersebut diperlukan agar laporan pemulihan tidak mengalami penghitungan ganda atau mencantumkan dana yang belum terealisasi.

Dengan nilai sumbangan sementara sekitar Rp4,7 miliar, pemulihan Desa Adat Sade terus berlangsung melalui pembangunan rumah, fasilitas adat, dan infrastruktur pendukung.

Pemerintah desa mencatat 49 rumah telah mulai dibangun, sedangkan sejumlah bangunan lainnya masih menunggu pelaksanaan pembangunan.

Penulis :
Ahmad Yusuf
FLOII 2026