HOME  ⁄  Ekonomi

BTN Kaji Pembelian Kembali Saham di Tengah Dinamika Pasar Modal, Pertimbangkan Kondisi Keuangan dan Permodalan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

BTN Kaji Pembelian Kembali Saham di Tengah Dinamika Pasar Modal, Pertimbangkan Kondisi Keuangan dan Permodalan
Foto: Ilustrasi - Gedung Menara 2 BTN di Jakarta (sumber: BTN)

Pantau - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) tengah mengkaji opsi pembelian kembali saham atau buyback sebagai salah satu alternatif aksi korporasi di tengah dinamika pasar modal domestik untuk menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.

Kajian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pasar, kebutuhan strategis perusahaan, kondisi keuangan, serta kecukupan permodalan sebelum mengambil keputusan mengenai pelaksanaan pembelian kembali saham.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, menyampaikan bahwa pergerakan harga saham di tengah dinamika pasar modal perlu dilihat secara menyeluruh dengan memperhatikan fundamental bisnis dan prospek pertumbuhan perusahaan.

Menurut Nixon, BTN terus mencermati perkembangan pasar modal sekaligus mengevaluasi berbagai opsi strategis yang dapat mendukung kepentingan perseroan dalam jangka panjang.

"Kami terus mencermati perkembangan pasar modal dan berbagai dinamika yang terjadi saat ini. Sebagai perusahaan terbuka, BTN senantiasa mengevaluasi berbagai opsi strategis yang dapat mendukung kepentingan perseroan dalam jangka panjang, termasuk kemungkinan pelaksanaan pembelian kembali saham atau buyback," kata Nixon.

BTN Pertimbangkan Kondisi Keuangan dan Kecukupan Modal

BTN menjelaskan bahwa rencana pembelian kembali saham masih dalam tahap kajian dengan mempertimbangkan sejumlah aspek penting, termasuk kondisi keuangan, kecukupan modal, dan kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis.

Perseroan juga memperhitungkan ketentuan regulator yang berlaku agar setiap keputusan aksi korporasi dapat dilaksanakan secara terukur dan sesuai dengan kepentingan seluruh pemegang saham.

Selain itu, BTN turut mengkaji kemungkinan pemanfaatan saham hasil pembelian kembali untuk tujuan tertentu yang disesuaikan dengan kebutuhan strategis perusahaan.

"Buyback merupakan salah satu opsi yang sedang kami kaji, termasuk terkait dengan potensi pemanfaatan saham hasil pembelian kembali untuk peruntukan tertentu sesuai dengan kebutuhan perseroan. Tentunya, setiap keputusan akan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan kondisi keuangan, kecukupan modal, serta kepentingan seluruh pemegang saham," kata Nixon.

BTN menegaskan bahwa opsi pembelian kembali saham bukan merupakan langkah baru karena perseroan sebelumnya pernah menyiapkan rencana aksi korporasi serupa.

Pada 2020, ketika pasar modal mengalami tekanan akibat pandemi COVID-19, BTN pernah menyiapkan dana sebesar Rp275 miliar untuk rencana pembelian kembali saham melalui pasar sekunder.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu referensi bagi BTN dalam mengevaluasi berbagai alternatif aksi korporasi dengan tetap memperhatikan kondisi pasar dan kebutuhan perusahaan.

BTN Fokus Perkuat Bisnis Perumahan dan Program 3 Juta Rumah

Di tengah dinamika pasar modal domestik, BTN menegaskan bahwa perusahaan tetap memprioritaskan penguatan fundamental bisnis, peningkatan kinerja, serta pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan.

Perseroan juga terus mengoptimalkan peluang pertumbuhan bisnis, terutama pada sektor pembiayaan perumahan yang dinilai masih memiliki potensi besar di Indonesia.

Penguatan bisnis pembiayaan perumahan tersebut dilakukan sejalan dengan dukungan BTN terhadap Program 3 Juta Rumah yang menjadi salah satu fokus pembangunan perumahan nasional.

Selain mendukung program pemerintah tersebut, BTN terus menjalankan transformasi bisnis menuju beyond mortgage untuk memperkuat kemampuan bisnis dan mengembangkan layanan perusahaan.

Nixon menilai peluang pertumbuhan sektor perumahan nasional masih sangat besar sehingga BTN akan terus meningkatkan kualitas layanan dan kemampuan bisnis untuk memanfaatkan peluang tersebut.

"Fokus utama kami tetap pada penguatan fundamental dan pertumbuhan bisnis yang berkualitas. Kami melihat peluang pertumbuhan sektor perumahan nasional masih sangat besar, dan BTN akan terus memperkuat kapabilitas bisnis serta layanan untuk menangkap peluang tersebut secara optimal,” kata Nixon.

Keputusan Pembelian Kembali Saham BTN Belum Final

BTN memastikan bahwa kajian pembelian kembali saham masih menjadi salah satu opsi strategis yang sedang dievaluasi dan belum ditetapkan sebagai keputusan final pelaksanaan aksi korporasi.

Setiap keputusan nantinya akan mempertimbangkan kondisi keuangan, kecukupan permodalan, kebutuhan ekspansi bisnis, serta kepentingan seluruh pemegang saham.

Perseroan juga menegaskan komitmennya untuk menjaga pertumbuhan usaha yang sehat dan berkelanjutan melalui penguatan fundamental bisnis serta transformasi layanan.

BTN akan menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik apabila telah terdapat keputusan mengenai pelaksanaan pembelian kembali saham sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi dan peraturan yang berlaku.

Penulis :
Arian Mesa
FLOII 2026