
Pantau - PT PAL Indonesia (Persero) membidik perluasan pasar industri maritim dan pertahanan di kawasan Timur Tengah melalui penguatan kerja sama strategis dengan Uni Emirat Arab (UEA) untuk meningkatkan daya saing industri galangan kapal nasional di pasar internasional.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas jaringan bisnis global sekaligus meningkatkan kemampuan industri dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan sektor maritim dan pertahanan.
Direktur Pemasaran PT PAL Indonesia, Wiyono Komodjojo, mengatakan kemitraan internasional menjadi salah satu langkah penting untuk membuka akses pasar baru dan memperkuat kapasitas industri nasional.
“Melalui kemitraan internasional, kami ingin memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan kapabilitas industri dalam negeri,” kata Wiyono di Surabaya, Selasa.
Menurut Wiyono, kerja sama dengan mitra internasional tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan peluang bisnis perusahaan, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi industri maritim dan pertahanan Indonesia.
PT PAL Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Uni Emirat Arab
Upaya memperluas pasar Timur Tengah tersebut dibahas dalam pertemuan antara jajaran PT PAL Indonesia dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha.
Dalam pertemuan itu, Wiyono menyampaikan bahwa pengembangan kemitraan dengan mitra industri di UEA diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi dan industri bagi kedua negara.
Kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pertahanan secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas produksi, pengembangan teknologi, dan perluasan peluang bisnis maritim.
Penjajakan kemitraan ini memanfaatkan momentum penguatan hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan UEA setelah berlakunya Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).
Perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif tersebut membuka peluang lebih luas bagi pengembangan perdagangan, investasi, serta kerja sama industri antara Indonesia dan Uni Emirat Arab.
Dalam dua tahun setelah berlakunya IUAE-CEPA, perdagangan bilateral kedua negara dilaporkan meningkat sebesar 26 persen.
Sementara itu, investasi Uni Emirat Arab ke Indonesia dilaporkan mengalami pertumbuhan hampir 641 persen dalam periode yang sama.
Perkembangan tersebut menjadi salah satu momentum yang dimanfaatkan PT PAL untuk memperluas peluang bisnis dan menjajaki kemitraan industri maritim serta pertahanan di kawasan Timur Tengah.
PT PAL Jajaki Kerja Sama Desain, Produksi, dan Perbaikan Kapal
PT PAL Indonesia tengah menjajaki sejumlah bidang kerja sama dengan mitra di Uni Emirat Arab untuk memperluas cakupan bisnis industri galangan kapal nasional.
Bidang kerja sama yang dijajaki meliputi desain kapal, produksi kapal, pengembangan riset teknologi, serta layanan pemeliharaan dan perbaikan kapal.
Kerja sama desain dan produksi kapal diarahkan untuk membuka peluang pemanfaatan kemampuan industri galangan kapal Indonesia dalam memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Sementara itu, pengembangan riset teknologi diharapkan dapat meningkatkan kemampuan industri nasional dalam mengikuti perkembangan teknologi maritim dan pertahanan.
PT PAL juga melihat peluang pengembangan layanan pemeliharaan dan perbaikan kapal sebagai bagian dari strategi diversifikasi bisnis perusahaan.
Melalui pengembangan layanan tersebut, PT PAL berupaya memperluas portofolio bisnisnya, tidak hanya dalam pembangunan kapal baru, tetapi juga penyediaan layanan pendukung operasional industri maritim.
Penguatan kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan produksi dan rekayasa kapal sekaligus memperluas penguasaan teknologi industri nasional.
Proyek Kapal LPD Al-Maryah Jadi Modal PT PAL Tembus Pasar Timur Tengah
Duta Besar Republik Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha, menilai PT PAL memiliki kemampuan desain dan rekayasa kapal yang telah mendapatkan kepercayaan dari mitra internasional.
Salah satu pengalaman yang menjadi modal perusahaan adalah keterlibatan dalam proyek kapal Landing Platform Dock (LPD) Al-Maryah.
Menurut Judha, pengalaman tersebut menunjukkan kemampuan PT PAL dalam mengembangkan desain dan rekayasa kapal untuk memenuhi kebutuhan industri maritim internasional.
Kemampuan tersebut dinilai dapat menjadi modal penting bagi perusahaan untuk membuka peluang kerja sama dengan mitra industri di Uni Emirat Arab dan kawasan Timur Tengah.
Judha juga melihat perkembangan hubungan ekonomi Indonesia dan UEA sebagai peluang untuk memperkuat kemitraan kedua negara, termasuk dalam sektor maritim dan pertahanan.
Dengan memanfaatkan hubungan bilateral yang semakin berkembang, PT PAL diharapkan mampu memperluas jaringan bisnis dan meningkatkan kehadirannya di pasar internasional.
Ekspansi Global PT PAL Diimbangi Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja
Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia PT PAL Indonesia, Pramusti Indrascaryo, menekankan pentingnya peningkatan kualitas tenaga kerja dalam mendukung ekspansi perusahaan ke pasar internasional.
Menurut Pramusti, pengembangan kompetensi sumber daya manusia menjadi kebutuhan penting agar tenaga kerja nasional mampu mengikuti perkembangan teknologi dan memenuhi standar kebutuhan industri maritim global.
Peningkatan kemampuan tenaga kerja juga diperlukan untuk memperkuat kapasitas perusahaan dalam mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mitra internasional.
Melalui penguatan sumber daya manusia, PT PAL berupaya memastikan perluasan bisnis global berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan industri dalam negeri.
Penjajakan kerja sama dengan Uni Emirat Arab juga diharapkan dapat membuka peluang penguasaan teknologi baru, peningkatan kemampuan produksi, serta pengembangan keahlian rekayasa kapal.
Selain memperluas akses pasar Timur Tengah, kemitraan tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan industri pertahanan nasional secara berkelanjutan.
Melalui strategi ekspansi internasional dan peningkatan kapasitas industri, PT PAL Indonesia berupaya memperkuat posisinya sebagai perusahaan galangan kapal nasional yang mampu bersaing dalam industri maritim dan pertahanan global.
- Penulis :
- Leon Weldrick




