
Pantau - Pertamina Patra Niaga meningkatkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis pertalite di Kabupaten Jember, Jawa Timur, dari 570 kiloliter (KL) menjadi 670 hingga 700 KL per hari untuk mengurangi antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Penambahan pasokan BBM sekitar 20 persen dari kondisi normal tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya permintaan pertalite dalam beberapa hari terakhir.
Sales Area Manager Retail Pertamina Malang, Angga Y. Putra, menyampaikan bahwa peningkatan kuota penyaluran BBM bersubsidi telah dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat Jember.
Pernyataan tersebut disampaikan Angga seusai mengikuti rapat koordinasi bersama Bupati Jember Muhammad Fawait di Pendapa Wahyawibawagraha Jember, Selasa.
"Penyaluran BBM bersubsidi di Jember sudah kami tingkatkan kuotanya seperti jenis pertalite pada kondisi normal sekitar 570 kiloliter (KL) per hari, sedangkan beberapa hari terakhir sudah penyalurannya ditingkatkan menjadi 670 hingga 700 KL per hari," kata Angga.
Antrean SPBU di Jember Mulai Kondusif setelah Pasokan BBM Ditambah
Angga menjelaskan bahwa peningkatan pasokan BBM bersubsidi mulai memberikan dampak terhadap kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Kabupaten Jember.
Menurutnya, antrean kendaraan masih ditemukan di beberapa lokasi, tetapi situasinya mulai terkendali dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
Salah satu penyebab meningkatnya permintaan pertalite adalah peralihan sebagian masyarakat dari BBM nonsubsidi jenis pertamax setelah mengalami kenaikan harga yang signifikan.
Perubahan pola konsumsi tersebut menyebabkan permintaan pertalite meningkat sehingga Pertamina perlu menyesuaikan volume penyaluran BBM bersubsidi.
"Memang masih tetap terjadi antrean di SPBU, namun dalam kondisi wajar. Kenaikan kuota BBM yang disuplai ke Jember berkisar 20 persen untuk mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga hal tersebut diharapkan dapat mengurangi antrean panjang," tuturnya.
Pertamina terus mengoptimalkan distribusi BBM ke sejumlah SPBU untuk memastikan peningkatan pasokan dapat membantu mengurangi antrean kendaraan.
Kebijakan Belajar Jarak Jauh dan WFH Bantu Pengendalian Konsumsi BBM
Angga juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait dalam menerapkan kebijakan pengurangan mobilitas masyarakat.
Kebijakan tersebut meliputi penerapan pembelajaran jarak jauh bagi pelajar serta sistem bekerja dari rumah atau work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Menurut Angga, kedua kebijakan tersebut membantu mengurangi aktivitas perjalanan menggunakan kendaraan bermotor sehingga konsumsi BBM dapat lebih terkendali.
Berkurangnya mobilitas masyarakat juga memberikan kesempatan bagi Pertamina Patra Niaga untuk mengoptimalkan penyaluran BBM ke sejumlah SPBU yang membutuhkan tambahan pasokan.
"Kebijakan itu cukup membantu kami memberikan waktu bagi Pertamina Patra Niaga untuk mencukupi kebutuhan BBM di sejumlah SPBU dan kami bisa terus bersama-sama memonitor," katanya.
Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Kabupaten Jember terus melakukan pemantauan terhadap kondisi distribusi dan ketersediaan BBM untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.
Pertamina Waspadai Spekulan dan Penyalahgunaan BBM Bersubsidi
Selain meningkatkan pasokan, Pertamina Patra Niaga memperketat pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Angga mengingatkan agar situasi antrean kendaraan di SPBU tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Menurutnya, keberadaan spekulan yang memanfaatkan peningkatan kebutuhan BBM berpotensi merugikan masyarakat dan mengganggu kelancaran distribusi.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina telah memberikan arahan kepada pengelola SPBU agar meningkatkan kewaspadaan terhadap transaksi yang mengindikasikan penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Pertamina juga menjalin koordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses penyaluran BBM di lapangan.
"Pertamina juga sudah menyampaikan kepada pihak SPBU agar memaswpadai penyalahgunaan BBM bersubsidi oleh para spekulan dan kami juga sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan," ujarnya.
Pengawasan tersebut dilakukan untuk memastikan BBM bersubsidi dapat disalurkan sesuai ketentuan dan digunakan oleh masyarakat yang berhak menerimanya.
Stok BBM Jember Dipastikan Aman, Masyarakat Diminta Tidak Membeli Berlebihan
Angga menegaskan bahwa ketersediaan BBM di Kabupaten Jember masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat, terutama setelah adanya peningkatan kuota penyaluran.
Pertamina meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying karena tindakan tersebut berpotensi memperpanjang antrean kendaraan di SPBU.
Masyarakat juga diimbau menggunakan energi secara bijak serta membeli BBM sesuai kebutuhan sehari-hari agar distribusi dapat berlangsung secara merata.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Jember telah memastikan bahwa stok BBM di wilayahnya tetap aman meskipun antrean panjang kendaraan terjadi di sejumlah SPBU selama beberapa hari terakhir.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) dan Perdagangan Jember, Sartini, menyampaikan bahwa pasokan BBM yang masuk ke Kabupaten Jember masih mencukupi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, distribusi BBM untuk Kabupaten Jember berasal dari fasilitas Pertamina di Banyuwangi dan Surabaya dengan volume pasokan yang melebihi kebutuhan harian.
"Kondisi BBM di Jember aman, karena suplai dari Pertamina baik dari Depo Banyuwangi maupun Surabaya melebihi kebutuhan BBM setiap hari," kata Sartini.
Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Kabupaten Jember akan terus memantau ketersediaan dan penyaluran BBM serta mengawasi potensi penyalahgunaan agar antrean kendaraan di SPBU semakin berkurang.
- Penulis :
- Arian Mesa




