
Pantau - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) mulai memasok gas biometana terkompresi atau compressed biomethane gas (bio-CNG) sebagai campuran bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Belawan di Medan, Sumatera Utara, untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil sekaligus mendukung transisi energi nasional.
Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan penggunaan bio-CNG menjadi bagian dari strategi diversifikasi energi primer dengan memanfaatkan gas terbarukan yang dihasilkan dari limbah organik.
Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/10/2026), Hokkop menjelaskan bahwa pemanfaatan bio-CNG di PLTGU Belawan telah melalui sejumlah tahapan persiapan sebelum diterapkan dalam operasional pembangkit.
Tahapan tersebut meliputi pengujian teknis, uji coba operasional, serta studi kelayakan untuk memastikan bahan bakar alternatif tersebut dapat digunakan sebagai campuran gas pembangkit.
PLN EPI secara resmi memulai pengiriman pertama bio-CNG berdasarkan kontrak pada 8 Oktober 2026 untuk mendukung kebutuhan bahan bakar PLTGU Belawan.
PLN EPI Gunakan Bio-CNG Sebesar 2 Persen dari Kebutuhan Bahan Bakar
Pada tahap awal implementasi, PLN EPI menggunakan bio-CNG dengan proporsi campuran sebesar 2 persen dari total kebutuhan bahan bakar PLTGU Belawan.
Pasokan gas terbarukan tersebut berasal dari fasilitas produksi PT KIS Biofuels Indonesia yang menjadi mitra PLN EPI dalam penyediaan bio-CNG.
Penggunaan bahan bakar alternatif tersebut dilakukan secara bertahap untuk menguji pemanfaatan biometana dalam operasional pembangkit listrik berbasis gas.
Berdasarkan perkiraan awal, kontribusi bio-CNG terhadap pembangkitan listrik di PLTGU Belawan masih berada pada kisaran di bawah 1 hingga 2 megawatt (MW).
Hokkop menjelaskan bahwa penerapan awal ini menjadi bagian dari proses pengembangan pemanfaatan gas terbarukan dalam sistem pembangkitan listrik.
Melalui implementasi tersebut, PLN EPI juga membuka peluang peningkatan penggunaan bio-CNG apabila hasil penerapannya mendukung kebutuhan operasional pembangkit.
PLN EPI Targetkan Bauran Bio-CNG Capai 10 Persen pada 2030
PLN EPI menargetkan peningkatan penggunaan bio-CNG secara bertahap hingga mencapai proporsi 10 persen dari kebutuhan bahan bakar PLTGU Belawan pada 2030.
Target tersebut menjadi bagian dari pengembangan penggunaan energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pembangkit listrik terhadap bahan bakar fosil.
Pemanfaatan bio-CNG juga merupakan salah satu langkah diversifikasi energi primer yang dilakukan PLN EPI melalui penggunaan sumber energi berbasis limbah organik.
Berbeda dengan gas fosil, biometana merupakan gas terbarukan yang dapat dihasilkan melalui pengolahan bahan organik.
Gas tersebut kemudian dimurnikan dan dikompresi sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar dalam berbagai kebutuhan energi, termasuk pembangkitan listrik.
Pengembangan penggunaan bio-CNG di PLTGU Belawan dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan teknis serta kemampuan pasokan bahan bakar dari fasilitas produksi mitra.
Pemanfaatan Limbah Organik Dukung Transisi Energi Nasional
Penggunaan bio-CNG di PLTGU Belawan menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sumber energi alternatif dalam sektor ketenagalistrikan nasional.
Melalui pengolahan limbah organik menjadi gas terbarukan, PLN EPI berupaya memperluas pilihan sumber bahan bakar yang dapat digunakan dalam operasional pembangkit.
Langkah tersebut sejalan dengan upaya transisi energi melalui diversifikasi bahan bakar dan pengurangan ketergantungan terhadap sumber energi fosil.
PLN EPI juga memanfaatkan kerja sama dengan perusahaan penyedia bio-CNG untuk mendukung ketersediaan pasokan bahan bakar alternatif.
Dalam tahap awal, penggunaan bio-CNG masih difokuskan pada pengujian implementasi melalui campuran bahan bakar dalam jumlah terbatas.
PLTGU Belawan Jadi Lokasi Implementasi Awal Gas Terbarukan
PLTGU Belawan di Medan menjadi lokasi penerapan bio-CNG melalui skema pasokan kontraktual yang dimulai pada Oktober 2026.
Pengiriman perdana pada 8 Oktober menjadi tahapan penting setelah proses persiapan teknis, uji operasional, dan studi kelayakan dilakukan.
Dengan campuran awal sebesar 2 persen, PLN EPI akan mengembangkan pemanfaatan gas terbarukan secara bertahap menuju target 10 persen pada 2030.
Implementasi tersebut diharapkan dapat mendukung pengembangan sumber energi primer alternatif sekaligus memperkuat langkah transisi energi dalam sektor pembangkitan listrik nasional.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




