HOME  ⁄  Ekonomi

Danantara Bidik Investasi Rp270,7 Triliun dari New Asia Forum 2026, Delapan Sektor Jadi Andalan

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Danantara Bidik Investasi Rp270,7 Triliun dari New Asia Forum 2026, Delapan Sektor Jadi Andalan
Foto: Managing Director Investment PT Danantara Investment Management (DIM) Stefanus Ade Hadiwidjaja bersama Managing Director Global Relations & Communications Danantara Indonesia Pahala Mansury dalam Danantara Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis 22/10/2026 (sumber: ANTARA/Muhammad Heriyanto)

Pantau - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menargetkan Indonesia dapat menarik investasi sebesar 12–15 miliar dolar AS atau setara Rp216,6 triliun hingga Rp270,7 triliun melalui penyelenggaraan New Asia Forum (NAF) 2026 di Bali pada 3–4 Desember 2026.

Target tersebut mencerminkan sekitar 40–50 persen dari total potensi investasi senilai 30 miliar dolar AS atau setara Rp541,4 triliun yang diperkirakan mengalir ke kawasan Asia melalui forum internasional tersebut.

Perhitungan nilai investasi itu menggunakan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) sebesar Rp18.047 per dolar AS.

Managing Director Global Relations & Communications Danantara, Pahala Mansury, menyampaikan optimisme bahwa Indonesia mampu memperoleh porsi signifikan dari aliran investasi global yang ditargetkan melalui NAF 2026.

“Kita berharap ya, kalau lihat dari angka pertumbuhan yang mungkin 40-50 persennya akan ke Indonesia,” ujar Pahala dalam Coffee Morning Session di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis.

NAF 2026 dirancang untuk mempertemukan investor internasional dengan berbagai peluang investasi jangka panjang di kawasan Asia, khususnya Indonesia.

Danantara Soroti Ketimpangan Aliran Modal Global ke Asia

Penyelenggaraan NAF 2026 dilatarbelakangi ketimpangan antara besarnya kontribusi kawasan Asia terhadap pertumbuhan ekonomi dunia dan jumlah modal internasional yang mengalir ke kawasan tersebut.

Pahala menjelaskan bahwa kawasan Asia, khususnya Asia Tenggara, memberikan kontribusi sekitar 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Namun, kawasan tersebut hanya menerima kurang dari 30 persen dari keseluruhan modal yang beredar secara global.

“Artinya, ada ketidakseimbangan. Kontribusi Asia terhadap pertumbuhan dunia mencapai sekitar 60 persen, tetapi modal global yang mengalir ke kawasan ini kurang dari 30 persen ” ujar Pahala.

Menurut Pahala, kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya peluang untuk meningkatkan aliran investasi internasional ke Asia, termasuk Indonesia.

Ketimpangan itu juga memperlihatkan bahwa kontribusi Asia terhadap pertumbuhan ekonomi dunia belum sebanding dengan besarnya modal global yang diterima kawasan tersebut.

Pahala menilai akses terhadap permodalan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Karena itu, NAF 2026 diharapkan menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemilik modal internasional dengan berbagai proyek investasi potensial yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang.

Selain menarik investor global, Danantara juga berupaya mendorong peningkatan investasi sektor swasta melalui keterlibatan pengusaha nasional dan berbagai asosiasi bisnis.

Pelaku usaha yang didorong berpartisipasi dalam forum tersebut antara lain anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Keterlibatan sektor swasta diharapkan dapat memperluas hubungan bisnis dengan investor internasional sekaligus membuka peluang kerja sama investasi baru di Indonesia.

Delapan Sektor Strategis Jadi Prioritas Investasi Danantara

Untuk mendukung pencapaian target tersebut, Danantara telah memetakan delapan sektor strategis yang diproyeksikan menjadi tujuan utama aliran modal investasi dalam sepuluh tahun mendatang.

Sektor pertama adalah sumber daya strategis dan hilirisasi yang mencakup pengembangan sumber daya alam serta peningkatan nilai tambah melalui kegiatan pengolahan di dalam negeri.

Pengembangan sektor ini diarahkan untuk memperluas peluang investasi pada industri pengolahan dan pemanfaatan sumber daya strategis nasional.

Sektor kedua adalah energi dan ketenagalistrikan yang mencakup peluang investasi dalam pengembangan energi serta penyediaan tenaga listrik untuk mendukung kebutuhan perekonomian.

Sektor ketiga adalah mobilitas dan manufaktur maju yang berfokus pada pengembangan industri manufaktur serta pemanfaatan teknologi mobilitas.

Sektor keempat adalah infrastruktur digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) yang diproyeksikan menjadi salah satu bidang penting dalam perkembangan investasi berbasis teknologi.

Sektor kelima adalah pangan dan agribisnis yang meliputi kegiatan produksi pangan, pengembangan industri pertanian, serta berbagai kegiatan usaha terkait.

Sektor keenam adalah perdagangan dan konektivitas yang mencakup penguatan aktivitas perdagangan serta pengembangan jaringan penghubung untuk mendukung kegiatan ekonomi.

Sektor ketujuh adalah pariwisata dan ekonomi kreatif yang menawarkan peluang investasi dalam pengembangan industri pariwisata serta kegiatan ekonomi berbasis kreativitas.

Sektor kedelapan adalah pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia yang diarahkan untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja serta kapasitas sumber daya manusia dalam jangka panjang.

Melalui delapan sektor tersebut, Danantara berupaya memperluas pilihan proyek dan peluang investasi yang dapat ditawarkan kepada investor internasional dalam NAF 2026.

NAF 2026 Diharapkan Perkuat Investasi Swasta di Indonesia

Danantara berharap penyelenggaraan NAF 2026 tidak hanya menghasilkan komitmen investasi dari pemilik modal global, tetapi juga memperkuat keterlibatan sektor swasta nasional dalam pembiayaan berbagai proyek strategis.

Forum yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari di Bali tersebut diharapkan menjadi sarana bagi pengusaha Indonesia untuk membangun hubungan langsung dengan investor internasional.

Melalui pertemuan antara pemilik modal dan pelaku usaha, Danantara berupaya meningkatkan peluang masuknya investasi jangka panjang ke berbagai sektor perekonomian nasional.

Target investasi sebesar 12–15 miliar dolar AS menjadi salah satu sasaran yang ingin dicapai Indonesia dari potensi aliran modal global melalui NAF 2026.

Secara keseluruhan, forum internasional tersebut diharapkan dapat meningkatkan aliran investasi ke Indonesia, memperkuat peran sektor swasta, serta mendukung pembiayaan pembangunan pada delapan sektor strategis yang telah dipetakan Danantara.

Penulis :
Arian Mesa
Editor :
Tria Dianti
FLOII 2026