
Pantau - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memfasilitasi tiga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan untuk memperluas pasar ke Aceh melalui Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur yang mencatat transaksi mencapai Rp1,21 triliun.
Ketiga UMKM tersebut berasal dari Pasuruan, Surabaya, dan Gresik dengan produk unggulan berupa pakaian bordir, perawatan kulit, serta batik.
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo mengatakan keterlibatan perseroan dalam kegiatan tersebut bertujuan mempertemukan pelaku UMKM Jawa Timur dengan calon pembeli dan mitra usaha di Aceh.
"Bank Jatim memandang Misi Dagang dan Investasi ini sebagai momentum strategis untuk mempertemukan potensi UMKM dengan peluang pasar yang lebih luas," katanya dalam keterangan di Surabaya, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan misi dagang tersebut berlangsung di Aceh pada Senin (19/10/2026) dan dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Tiga UMKM Binaan Bank Jatim Perkenalkan Produk Unggulan di Aceh
Bank Jatim membawa tiga UMKM binaan dari sejumlah daerah di Jawa Timur untuk mengikuti kegiatan perdagangan antardaerah tersebut.
Ketiga pelaku usaha itu memiliki produk yang bergerak di bidang fesyen, kecantikan, dan kerajinan batik.
UMKM yang difasilitasi Bank Jatim meliputi:
- Masnia Collection dari Pasuruan yang memproduksi pakaian bordir.
- Sharleez Skincare dari Surabaya yang menawarkan produk perawatan kulit.
- Batik Gajah Mungkur dari Gresik yang memasarkan produk batik.
Melalui kegiatan tersebut, para pelaku usaha memperoleh kesempatan memperkenalkan produk secara langsung kepada calon pembeli di Aceh.
Selain memperluas promosi, keikutsertaan UMKM juga diarahkan untuk menjajaki potensi transaksi dan kerja sama dengan mitra bisnis.
Bank Jatim berharap kegiatan tersebut dapat membantu produk unggulan Jawa Timur menjangkau pasar di luar daerah asalnya.
Bank Jatim Dorong UMKM Perluas Penjualan dan Kemitraan
Winardi Legowo menilai pengembangan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan kemampuan produksi.
Menurutnya, dukungan sektor perbankan juga perlu disertai pembukaan akses pasar agar pelaku usaha memiliki kesempatan meningkatkan penjualan.
Misi dagang menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan produk unggulan Jawa Timur dengan kebutuhan konsumen di provinsi lain.
Melalui pertemuan langsung dengan calon pembeli, pelaku UMKM dapat menjajaki peluang kerja sama perdagangan.
Bank Jatim juga memandang kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas jaringan pemasaran produk binaannya.
Dengan akses pasar yang lebih luas, UMKM diharapkan dapat mengembangkan usaha dan membangun kemitraan di luar Jawa Timur.
Khofifah Sebut Misi Dagang Perpendek Rantai Distribusi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan misi dagang merupakan instrumen strategis untuk mempertemukan daerah penghasil komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan.
Menurutnya, kegiatan tersebut dapat membantu memperpendek rantai distribusi sekaligus memperluas pemasaran produk unggulan dalam negeri.
Kerja sama antardaerah juga dinilai dapat membuka peluang perdagangan yang lebih berkelanjutan.
Khofifah menjelaskan bahwa pelaksanaan misi dagang didukung proses seleksi dan pencocokan kebutuhan antara pelaku usaha.
Proses tersebut dilakukan agar produk yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan calon pembeli dan mitra bisnis.
Misi Dagang Jawa Timur di Aceh Catat Transaksi Rp1,21 Triliun
Khofifah mengungkapkan bahwa Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Aceh berhasil mencatat nilai transaksi sebesar Rp1,21 triliun.
Capaian tersebut didukung proses kurasi terhadap pelaku usaha dan produk yang dilakukan sedikitnya dua kali.
Selain kurasi, penyelenggara juga menggelar kegiatan pencocokan bisnis atau business matching minimal lima kali.
Pertemuan bisnis tersebut dilaksanakan melalui kegiatan langsung maupun secara daring.
Langkah itu dilakukan untuk mempertemukan kemampuan produksi pelaku usaha dengan kebutuhan pasar di daerah tujuan.
Menurut Khofifah, nilai transaksi Rp1,21 triliun tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha Jawa Timur dan Aceh untuk mengembangkan kerja sama perdagangan serta investasi.
Hasil pertemuan bisnis diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui hubungan usaha yang berkelanjutan antara kedua provinsi.
Bank Jatim Perkuat Peran Perbankan dalam Pengembangan UMKM
Keikutsertaan Bank Jatim dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Aceh menjadi bagian dari dukungan perbankan terhadap pengembangan usaha kecil dan menengah.
Perseroan berupaya membantu UMKM binaan memperoleh akses pemasaran yang lebih luas melalui pertemuan dengan calon mitra usaha.
Kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Melalui fasilitasi tiga UMKM asal Pasuruan, Surabaya, dan Gresik, Bank Jatim berharap peluang perdagangan antardaerah dapat terus berkembang.
Sementara itu, capaian transaksi Rp1,21 triliun dalam misi dagang menjadi dasar untuk mendorong tindak lanjut kerja sama bisnis dan investasi antara Jawa Timur dan Aceh.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf




