
Pantau - Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026, dengan target seluruh bantuan diterima masyarakat sebelum memasuki Desember 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memastikan kebijakan percepatan tersebut telah mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto.
Keputusan itu diambil untuk membantu masyarakat menghadapi perkembangan harga pangan, potensi dampak fenomena iklim El Nino, serta peningkatan kebutuhan menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Zulhas menyampaikan kebijakan tersebut dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Senin.
"Untuk menjawab keluhan masyarakat soal harga (pangan), El Nino, dan seterusnya, Pak Presiden putuskan, beliau setujui bantuan pangan untuk 33,2 juta (keluarga penerima manfaat) desil satu sampai desil empat kita percepat," kata Zulhas.
Sebanyak 33,2 Juta Keluarga Akan Terima Beras 30 Kilogram Sekaligus
Zulhas menjelaskan bahwa bantuan pangan tersebut ditujukan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat yang masuk dalam kelompok desil satu hingga desil empat.
Kelompok tersebut mencakup 40 persen masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah berdasarkan pengelompokan kondisi sosial ekonomi.
Pemerintah memprioritaskan kelompok tersebut karena dinilai paling membutuhkan dukungan dalam memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
Setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan alokasi beras sebanyak 10 kilogram per bulan selama tiga bulan.
Untuk alokasi Oktober 2026, setiap keluarga berhak menerima 10 kilogram beras.
Jumlah yang sama juga diberikan untuk alokasi November dan Desember 2026.
Dengan demikian, total bantuan yang diterima setiap keluarga mencapai 30 kilogram beras.
Pemerintah merencanakan penyaluran seluruh alokasi tersebut secara sekaligus agar masyarakat tidak perlu menunggu pembagian terpisah pada setiap bulan.
Zulhas menegaskan bahwa seluruh bantuan untuk periode Oktober hingga Desember ditargetkan selesai disalurkan sebelum Desember 2026.
"Sebelum Desember ini diselesaikan, masing-masing (keluarga penerima manfaat mendapatkan beras) 30 kilogram (untuk alokasi Oktober, November, dan Desember)," jelasnya.
Percepatan tersebut diharapkan memberikan kepastian kepada keluarga penerima manfaat mengenai ketersediaan beras untuk kebutuhan menjelang akhir tahun.
Pemerintah Siapkan Hampir Satu Juta Ton Beras untuk Bantuan Pangan
Untuk memenuhi kebutuhan 33,2 juta keluarga penerima manfaat, pemerintah diperkirakan harus menyiapkan hampir satu juta ton beras.
Perkiraan tersebut didasarkan pada alokasi bantuan sebanyak 30 kilogram untuk setiap keluarga selama tiga bulan.
Dengan jumlah penerima mencapai 33,2 juta keluarga, total kebutuhan beras diperkirakan sebesar 996 juta kilogram.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 996 ribu ton beras yang perlu disiapkan untuk memenuhi seluruh alokasi bantuan pangan.
Beras yang digunakan dalam program tersebut disiapkan melalui pemanfaatan cadangan beras pemerintah untuk mendukung perlindungan sosial masyarakat.
Pemanfaatan cadangan beras tersebut diarahkan agar persediaan pangan dapat memberikan manfaat langsung kepada keluarga yang membutuhkan.
Selain membantu pemenuhan kebutuhan pokok, penyaluran bantuan diharapkan dapat meringankan pengeluaran rumah tangga untuk pembelian beras.
Pemerintah juga berharap percepatan distribusi dapat membantu masyarakat menghadapi peningkatan kebutuhan konsumsi pada periode akhir tahun.
Percepatan Bantuan Pangan Libatkan Kementerian dan Bulog
Zulhas menjelaskan bahwa keputusan mempercepat penyaluran bantuan pangan diambil melalui koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.
Koordinasi tersebut melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog.
Dalam keterangannya, Zulhas turut menyebut Suahasil Nazara dalam koordinasi yang berkaitan dengan Kementerian Keuangan.
Selain itu, koordinasi melibatkan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani juga disebut terlibat dalam pembahasan percepatan penyaluran bantuan tersebut.
Keterlibatan sejumlah kementerian dan lembaga diperlukan untuk mendukung kesiapan penyediaan beras serta pelaksanaan distribusi kepada keluarga penerima manfaat.
Pemerintah menekankan bahwa penyaluran bantuan harus dilakukan secara tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang telah ditetapkan.
Sasaran program tetap difokuskan kepada 33,2 juta keluarga yang masuk kelompok desil satu hingga desil empat.
Bantuan Beras Dipercepat untuk Hadapi Harga Pangan dan El Nino
Zulhas menjelaskan bahwa percepatan bantuan pangan merupakan respons pemerintah terhadap keluhan masyarakat mengenai harga kebutuhan pokok.
Selain perkembangan harga pangan, pemerintah juga mempertimbangkan potensi dampak fenomena El Nino terhadap kondisi pangan nasional.
Faktor tersebut menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kondisi produksi dan ketersediaan pangan.
Pemerintah juga memperhitungkan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang libur Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Melalui penyaluran bantuan lebih awal, keluarga penerima manfaat diharapkan memiliki kepastian persediaan beras sebelum memasuki periode akhir tahun.
Bantuan sebanyak 30 kilogram per keluarga juga diharapkan dapat membantu menjaga kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga.
Dari sisi perlindungan sosial, kebijakan tersebut diarahkan untuk memperkuat dukungan pemerintah kepada masyarakat yang menghadapi keterbatasan ekonomi.
Sementara itu, dari sisi ketahanan pangan, penyaluran bantuan diharapkan dapat membantu masyarakat menghadapi perkembangan harga dan kebutuhan konsumsi.
Pemerintah juga berharap program tersebut dapat mendukung stabilitas pasokan pangan di berbagai daerah.
Zulhas Minta Informasi Bantuan Beras Disebarluaskan kepada Masyarakat
Zulhas meminta agar informasi mengenai percepatan penyaluran bantuan pangan disampaikan secara luas kepada masyarakat.
Menurutnya, penyebarluasan informasi diperlukan agar keluarga penerima manfaat mengetahui adanya kepastian bantuan untuk alokasi Oktober, November, dan Desember 2026.
Ia menegaskan bahwa setiap keluarga yang termasuk dalam sasaran program akan memperoleh total 30 kilogram beras sekaligus.
"Tolong dicatat betul ini diberitakan agar keluarga yang memerlukan itu punya ketenangan untuk 33,2 juta keluarga penerima manfaat. Masing-masing dapat di 10 kg untuk alokasi Oktober, November, Desember, jadi 30 kilogram sekaligus," kata Zulhas.
Penyaluran sekaligus tersebut dimaksudkan agar masyarakat dapat menerima seluruh alokasi bantuan lebih awal tanpa harus menunggu jadwal pembagian setiap bulan.
Pemerintah menargetkan distribusi sekitar 996 ribu ton beras kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat dapat diselesaikan sebelum Desember 2026.
Kebijakan yang telah disetujui Presiden Prabowo Subianto tersebut diharapkan dapat memperkuat perlindungan sosial, menjaga konsumsi rumah tangga, serta membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
- Penulis :
- Leon Weldrick




