
Pantau - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) berencana mengembangkan proyek hilirisasi nikel menjadi baja tahan karat atau stainless steel slab dengan kapasitas produksi 1,2 juta ton per tahun dan estimasi investasi mencapai 350 juta dolar Amerika Serikat (AS).
Proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan pendapatan tahunan lebih dari 2 miliar dolar AS sekaligus memperkuat rantai pasok industri nasional.
Direktur Infrastruktur dan Operasi Krakatau Steel, Sidik Darusulistyo, mengatakan pengembangan fasilitas tersebut merupakan bagian dari strategi perseroan meningkatkan nilai tambah komoditas nikel melalui pengolahan menjadi produk industri bernilai lebih tinggi.
"Pengembangan fasilitas ini ditujukan untuk meningkatkan nilai tambah produk olahan nikel melalui pengolahan lebih lanjut menjadi Stainless Steel," katanya dalam sesi Investor Showcase Session pada Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 di Jakarta.
Krakatau Steel Siapkan Investasi 350 Juta Dolar AS untuk Hilirisasi Nikel
Sidik menjelaskan bahwa proyek hilirisasi nikel tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi mencapai 1,2 juta ton stainless steel slab setiap tahun.
Pengembangan fasilitas ini membutuhkan investasi yang diperkirakan mencapai 350 juta dolar AS.
Dengan kapasitas tersebut, Krakatau Steel memproyeksikan potensi pendapatan tahunan lebih dari 2 miliar dolar AS.
Angka tersebut merupakan proyeksi perusahaan, bukan pendapatan yang telah direalisasikan.
Melalui proyek ini, perseroan berupaya memperluas kegiatan pengolahan nikel hingga menghasilkan bahan baku baja tahan karat untuk kebutuhan industri.
Inisiatif tersebut juga menjadi bagian dari upaya Krakatau Steel memperkuat posisinya sebagai platform industri yang mendukung hilirisasi teknologi dan pengembangan material maju.
Krakatau Steel Dorong Pengembangan Material Maju Nasional
Selain hilirisasi nikel, Krakatau Steel berfokus pada pengembangan material maju atau advanced materials untuk meningkatkan daya saing industri nasional.
Corporate Secretary PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Rariya Budi Harta, mengatakan hilirisasi teknologi memerlukan dukungan ekosistem industri yang terintegrasi.
Menurut Rariya, pengembangan teknologi harus didukung kemampuan penerapan pada skala komersial agar dapat menghasilkan nilai tambah ekonomi.
“Melalui pengembangan advanced materials dan hilirisasi teknologi, kami berkomitmen mendukung penguatan rantai pasok, membuka peluang investasi, serta meningkatkan daya saing industri nasional,” ujarnya.
Perseroan menilai penguatan ekosistem industri diperlukan untuk menghubungkan pengembangan teknologi dengan kegiatan produksi dan manufaktur.
Krakatau Steel Gandeng MIND ID, Defend ID, dan Perminas
Pengembangan proyek hilirisasi tersebut melanjutkan kerja sama Krakatau Steel dengan sejumlah perusahaan strategis nasional.
Pada Juli 2026, Krakatau Steel menandatangani nota kesepahaman bertajuk Collaboration on Advanced Materials Development bersama MIND ID, Defend ID, dan PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas).
Kerja sama itu bertujuan memperkuat rantai nilai industri, mulai dari sektor hulu hingga manufaktur yang menghasilkan produk bernilai tambah tinggi.
Melalui kolaborasi tersebut, Krakatau Steel berupaya membangun ekosistem pengembangan material maju yang melibatkan berbagai sektor industri.
Rencana fasilitas pengolahan nikel menjadi baja tahan karat merupakan salah satu langkah perseroan dalam mendorong pengembangan industri hilir berbasis sumber daya mineral nasional.
- Penulis :
- Aditya Yohan




