
Pantau - Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Jawa Tengah, memastikan ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 81.600 ton dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Cadangan beras tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat hingga lima bulan ke depan, sekaligus mendukung program bantuan pangan, stabilisasi harga, dan penanganan kondisi darurat.
Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Yudha Ajipribawa, mengatakan ketersediaan stok saat ini telah memperhitungkan kebutuhan penyaluran beras untuk berbagai program pemerintah hingga memasuki masa panen berikutnya pada 2027.
"Jadi ketahanan stok beras di Kancab (Kantor Cabang) Semarang sendiri, Kantor Cabang Semarang ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat kurang lebih empat sampai lima bulan ke depan," ujar Yudha dalam keterangannya di Semarang, Jawa Tengah, Jumat.
Menurutnya, stok beras tersebut tersebar di sejumlah kompleks pergudangan yang dikelola Bulog Semarang, baik melalui fasilitas milik sendiri maupun gudang kerja sama dengan pihak swasta.
Bulog Siapkan 81.600 Ton Beras untuk Bantuan Pangan dan Stabilisasi Harga
Yudha menjelaskan bahwa Cadangan Beras Pemerintah yang dikelola Bulog Semarang memiliki sejumlah fungsi strategis dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat.
Selain untuk memenuhi kebutuhan penyaluran bantuan pangan, stok tersebut juga digunakan dalam pelaksanaan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Program SPHP menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga ketersediaan beras di pasar sekaligus membantu mengendalikan harga agar tetap terjangkau masyarakat.
Dari total cadangan beras sebanyak 81.600 ton, sekitar 6.300 ton tersimpan di Gudang Tambakaji, Semarang.
Persediaan di Gudang Tambakaji tersebut juga mencakup beras yang dialokasikan untuk mendukung pelaksanaan program SPHP.
Selain kebutuhan penyaluran rutin, Bulog turut menyiapkan sebagian cadangan beras untuk menghadapi kondisi darurat, termasuk bencana alam.
“CBP kita digunakan untuk bantuan pangan, stabilisasi harga dan pasokan, kemudian ada juga cadangan untuk bencana alam,” ungkap Yudha.
Dengan berbagai fungsi tersebut, pengelolaan cadangan beras tidak hanya diarahkan untuk menjaga pasokan menjelang Natal dan Tahun Baru, tetapi juga mendukung kebutuhan pangan masyarakat dalam beberapa bulan mendatang.
Penyaluran Bantuan Pangan Capai 22.000 Ton per Bulan
Yudha mengungkapkan bahwa perkiraan ketahanan stok selama empat hingga lima bulan telah mempertimbangkan kebutuhan penyaluran beras secara rutin.
Salah satu komponen utama dalam perhitungan tersebut adalah penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang dalam tiga bulan terakhir mencapai sekitar 20.000 hingga 22.000 ton setiap bulan.
Besarnya volume penyaluran menjadi perhatian Bulog dalam mengatur ketersediaan cadangan agar tetap mencukupi hingga masa panen berikutnya.
Menurut Yudha, stok yang tersedia saat ini diperkirakan masih mampu mendukung kebutuhan masyarakat sampai memasuki periode panen pada 2027.
Perencanaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kesinambungan penyaluran bantuan pangan dan pelaksanaan program stabilisasi pasokan serta harga beras.
Bulog Semarang juga mempersiapkan penyerapan hasil panen berikutnya untuk menjaga ketersediaan cadangan beras setelah periode penyaluran akhir tahun.
Delapan Kompleks Gudang Bulog Semarang Berkapasitas 105.000 Ton
Untuk mendukung pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah, Bulog Kantor Cabang Semarang memiliki delapan kompleks pergudangan yang tersebar di wilayah kerjanya.
Seluruh kompleks pergudangan tersebut memiliki kapasitas penyimpanan mencapai sekitar 105.000 ton beras.
Kapasitas tersebut menjadi salah satu faktor pendukung pengelolaan stok beras pemerintah yang saat ini mencapai 81.600 ton.
Selain memanfaatkan fasilitas pergudangan milik sendiri, Bulog Semarang juga menggunakan gudang milik pihak swasta melalui skema kerja sama penyimpanan.
Pemanfaatan gudang mitra dilakukan untuk memperkuat kapasitas penyimpanan, terutama ketika kebutuhan ruang meningkat menjelang musim panen raya.
Ketersediaan fasilitas pergudangan yang memadai diperlukan untuk menjaga kualitas beras sekaligus mendukung kelancaran pengelolaan dan penyaluran cadangan pangan.
Bulog Semarang Bersiap Hadapi Kebutuhan Pangan Akhir Tahun
Menjelang perayaan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, Bulog Semarang terus menjaga ketersediaan beras melalui pengelolaan stok, pemanfaatan fasilitas pergudangan, serta pelaksanaan berbagai program pemerintah.
Kesiapan tersebut didukung cadangan beras sebanyak 81.600 ton yang tersebar di sejumlah gudang, termasuk Gudang Tambakaji dengan persediaan sekitar 6.300 ton.
Selain memastikan kebutuhan masyarakat pada akhir tahun, Bulog juga menyiapkan pengelolaan stok untuk menghadapi periode sebelum panen berikutnya pada 2027.
Penyaluran bantuan pangan dan program SPHP tetap menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan beras sekaligus mendukung stabilitas harga di masyarakat.
Melalui dukungan delapan kompleks pergudangan, pemanfaatan gudang kerja sama, dan persiapan penyerapan hasil panen, Bulog Semarang berupaya memastikan kesinambungan pasokan beras bagi masyarakat.
Dengan ketahanan stok yang diperkirakan mencapai empat hingga lima bulan, Bulog Semarang menyatakan cadangan beras pemerintah masih mencukupi untuk mendukung kebutuhan pangan menjelang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
- Penulis :
- Arian Mesa




