HOME  ⁄  Ekonomi

Bulog SPP Kendal Perketat Pengawasan Mutu Beras, Mampu Keringkan 120 Ton Gabah per Hari

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Bulog SPP Kendal Perketat Pengawasan Mutu Beras, Mampu Keringkan 120 Ton Gabah per Hari
Foto: Manajer Operasional Bulog SPP Kendal M Aziz Latif memberi keterangan kepada awak media ditemui di Kendal, Jawa Tengah, Jumat 30/10/2026 (sumber: ANTARA/Harianto)

Pantau - Perum Bulog Sentra Penggilingan Padi (SPP) Kendal, Jawa Tengah, menerapkan pengendalian mutu secara ketat mulai dari penyerapan gabah petani hingga proses penggilingan dan penyortiran untuk memastikan beras yang dihasilkan memenuhi standar kualitas serta mendukung penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Manajer Operasional Bulog SPP Kendal, M Aziz Latif, menjelaskan bahwa pengawasan kualitas dimulai sejak penyerapan gabah dari petani melalui Tim Jemput Gabah (TJG).

Menurut Aziz, salah satu persyaratan utama dalam penyerapan gabah adalah memastikan tanaman telah mencapai umur panen yang cukup karena tingkat kematangan memengaruhi kualitas beras setelah diproses.

"Kalau untuk kualitas kami mulai penyerapan gabah dari petani, serapan dari Tim Jemput Gabah. Biasanya kita di any quality, yang penting gabah itu sudah cukup umur panen. Jadi ketika gabah itu sudah cukup umur panen, biasanya kualitasnya akan lebih bagus," kata Aziz di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu.

Bulog SPP Kendal menerapkan prinsip any quality dalam penyerapan gabah, yakni menerima hasil panen petani dengan berbagai kondisi kualitas selama telah memenuhi ketentuan umur panen.

Kebijakan tersebut memungkinkan Bulog menyerap hasil panen petani sekaligus memastikan bahan baku yang diterima dapat diproses menjadi beras dengan kualitas sesuai standar.

Bulog Kendal Terapkan Pemeriksaan Gabah hingga Penyortiran Beras dengan Mesin

Aziz menjelaskan bahwa pemeriksaan bahan baku menjadi tahapan penting dalam sistem pengendalian mutu karena kondisi gabah yang diterima akan memengaruhi kualitas produk akhir.

Gabah yang telah memenuhi ketentuan penyerapan kemudian dibawa menuju fasilitas Bulog SPP Kendal untuk menjalani proses pengolahan.

Tahap pertama pengolahan dilakukan melalui pengeringan untuk mengurangi kadar air gabah agar sesuai dengan kebutuhan penggilingan dan penyimpanan.

Setelah kadar air memenuhi ketentuan, gabah diproses menggunakan mesin penggilingan untuk menghasilkan beras.

Beras hasil penggilingan selanjutnya menjalani proses penyortiran menggunakan mesin color sorter atau mesin penyortir warna.

Teknologi tersebut digunakan untuk memisahkan butiran beras yang memenuhi standar kualitas dari beras maupun material lain yang tidak sesuai dengan ketentuan.

Mesin penyortir bekerja dengan mengidentifikasi perbedaan warna sehingga dapat membantu menjaga konsistensi mutu beras hasil produksi.

Aziz menjelaskan bahwa beras yang masuk kategori reject atau tidak memenuhi standar akan dipisahkan agar tidak tercampur dengan produk utama.

Butiran beras yang ditolak dalam proses penyortiran meliputi beras berwarna hitam, kuning, kusam, serta produk yang masih mengandung gabah.

Produk yang masuk kategori reject tersebut tidak digunakan sebagai bahan pangan, tetapi dimanfaatkan untuk kebutuhan pakan.

Pemanfaatan hasil samping tersebut dilakukan agar produk yang tidak memenuhi standar konsumsi tetap memiliki nilai guna.

Sementara itu, beras yang lolos proses penyortiran disiapkan untuk penyimpanan dan penguatan stok cadangan beras pemerintah.

Bulog SPP Kendal Rutin Rawat Mesin Pengeringan dan Penggilingan

Selain mengawasi kualitas bahan baku dan hasil produksi, Bulog SPP Kendal juga melakukan pemeliharaan fasilitas pengolahan secara berkala.

Aziz menjelaskan bahwa perawatan mesin dilakukan melalui jadwal mingguan, dua mingguan, hingga bulanan sesuai kebutuhan masing-masing peralatan.

Pemeliharaan tersebut bertujuan menjaga kinerja mesin pengeringan, penggilingan, dan penyortiran agar seluruh proses produksi berjalan optimal.

Kesiapan fasilitas menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran penyerapan gabah petani karena hasil panen yang telah diterima perlu segera menjalani tahapan pengolahan.

Perawatan rutin juga dilakukan untuk menjaga konsistensi kualitas produksi sekaligus memastikan kapasitas pengolahan dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Dengan fasilitas yang terpelihara, Bulog SPP Kendal berupaya menjaga kelancaran proses pengolahan gabah menjadi beras yang memenuhi standar mutu.

Kapasitas Bulog Kendal Capai 120 Ton Pengeringan Gabah dan 50 Ton Beras per Hari

Bulog SPP Kendal memiliki kapasitas pengeringan mencapai 120 ton gabah per hari untuk menangani hasil panen petani yang masuk ke fasilitas pengolahan.

Sementara itu, fasilitas penggilingan mampu menghasilkan sekitar 50 ton beras setiap hari.

"Kalau kapasitas di sini, itu kami per harinya untuk pengeringannya itu 120 ton (gabah). Jadi pengeringannya 120 ton. Untuk gilingnya, kami per hari bisa di sekitar 50 ton (beras)," kata Aziz.

Kapasitas tersebut memungkinkan Bulog SPP Kendal mengolah gabah petani dalam jumlah besar melalui tahapan pengeringan, penggilingan, dan penyortiran.

Beras yang dihasilkan dari proses pengolahan tersebut diarahkan untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah sebagai salah satu instrumen dalam menjaga ketersediaan stok beras nasional.

Keberadaan fasilitas pengolahan di Kendal juga mendukung penyerapan hasil panen petani daerah melalui sistem penerimaan gabah yang telah ditetapkan Bulog.

Dengan kapasitas pengolahan yang tersedia, Bulog SPP Kendal berperan dalam menghubungkan penyerapan hasil panen petani dengan penyediaan beras untuk kebutuhan cadangan pemerintah.

Pengawasan kualitas pada setiap tahapan produksi dilakukan untuk memastikan beras yang disimpan memenuhi standar mutu yang telah ditentukan.

Melalui penerapan pemeriksaan bahan baku, penggunaan teknologi penyortiran, serta pemeliharaan fasilitas secara berkala, Bulog SPP Kendal terus berupaya menjaga kualitas hasil pengolahan gabah petani.

Langkah tersebut sekaligus mendukung penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah melalui penyediaan beras hasil pengolahan yang telah melewati proses pengendalian mutu.

Penulis :
Shila Glorya
FLOII 2026