
Pantau - Sebanyak lima usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) unggulan dari Bali dan Nusa Tenggara Barat (NTB) terpilih menerima bantuan pengembangan usaha dengan total Rp75 juta melalui Program Jawara Lokal J&T Express yang berkolaborasi dengan Kementerian UMKM Republik Indonesia.
Kelima UMKM tersebut masing-masing memperoleh dana pengembangan sebesar Rp15 juta, akses layanan VIP J&T Express, dukungan promosi, serta pendampingan usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis dan memperluas jangkauan pasar.
Asisten Deputi Bidang Pemasaran dan Digitalisasi Usaha Mikro Kementerian UMKM RI, Ari Anindya Hartika, di Denpasar, Bali, Selasa, mengapresiasi kolaborasi pemerintah dan sektor swasta dalam memperkuat pengembangan UMKM daerah.
Menurut Ari, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam meningkatkan skala usaha, memperluas eksposur produk, dan memperoleh akses distribusi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
"Sinergi ini sejalan dengan kebijakan pemerintah di dalam memperkuat pemberdayaan UMKM melalui perluasan akses pasar dan memperkuat daya saing, serta mengoptimalkan potensi dan produk unggulan daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal," katanya.
Ari berharap seluruh penerima dukungan dapat memanfaatkan fasilitas pembinaan, insentif pengiriman, dan promosi untuk memperkuat operasional sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.
Lima UMKM Bali dan NTB Terpilih Melalui Proses Kurasi
Lima UMKM penerima dukungan Program Jawara Lokal J&T Express ditetapkan melalui proses kurasi yang melibatkan Kementerian UMKM RI bersama dinas terkait di daerah.
Proses seleksi dilakukan melalui pemeriksaan administrasi dan wawancara untuk menilai kelayakan serta potensi pengembangan masing-masing usaha.
Penilaian mencakup sejumlah kriteria utama, yakni kualitas produk, kekuatan identitas lokal, dan peluang pertumbuhan bisnis pada masa mendatang.
Adapun lima UMKM yang berhasil terpilih adalah TSDC Bali, KANA Bali, May Mutiara Lombok, PT Wihdah Berkah Sejahtera (Ankrella), dan Nalua Vanilla Bali.
Masing-masing pelaku usaha mendapatkan bantuan dana Rp15 juta sehingga total dukungan finansial bagi seluruh penerima mencapai Rp75 juta.
Selain bantuan modal pengembangan, para penerima memperoleh fasilitas layanan VIP J&T Express, promosi produk, dan pendampingan bisnis untuk memperkuat kegiatan operasional serta memperluas akses pemasaran.
Manajer Public Affairs J&T Express, Adriansyah Halim, menjelaskan bahwa Program Jawara Lokal merupakan bagian dari rangkaian perayaan ulang tahun ke-11 perusahaan sekaligus bentuk komitmen mendukung pertumbuhan UMKM Indonesia.
Menurut Adriansyah, UMKM memiliki peran penting dalam ekosistem bisnis logistik karena banyak pelaku usaha mengandalkan layanan pengiriman untuk mendistribusikan produk kepada konsumen.
"Melalui Jawara Lokal J&T Express, kami ingin memberikan dukungan yang lebih luas kepada UMKM, tidak hanya melalui layanan pengiriman, tetapi juga melalui berbagai inisiatif yang membantu mereka memperkuat kapasitas usaha dan menjangkau peluang pasar yang lebih luas," ujar Adriansyah.
Melalui program tersebut, J&T Express berupaya memperluas bentuk dukungan kepada pelaku UMKM, tidak hanya melalui layanan logistik, tetapi juga penguatan kapasitas usaha dan pembukaan peluang pasar baru.
Pemerintah Bali Dorong UMKM Perhatikan Kelestarian Lingkungan
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, menegaskan bahwa UMKM mempunyai peran dominan dalam struktur perekonomian Bali sehingga pengembangannya perlu menjadi perhatian berbagai pihak.
Menurut Tri Arya, pertumbuhan ekonomi daerah harus bertumpu pada keunggulan dan potensi lokal agar perkembangan usaha mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Ia mengapresiasi kontribusi J&T Express dalam mendukung distribusi produk UMKM, baik di wilayah Bali maupun ke berbagai daerah di Indonesia.
Meski demikian, Tri Arya mengingatkan agar pelaku UMKM tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi dalam menjalankan kegiatan bisnis.
Pelaku usaha juga diminta memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan pelestarian alam Bali sebagai bagian dari tanggung jawab dalam mengembangkan usaha.
Penguatan daya saing produk lokal diharapkan dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan yang menjadi salah satu aset penting perekonomian Bali.
NTB Miliki 324 Ribu UMKM, Mayoritas Masih Berskala Mikro
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTB, H. Wirawan, mengungkapkan bahwa jumlah UMKM di Nusa Tenggara Barat mencapai sekitar 324 ribu unit usaha.
Dari jumlah tersebut, lebih dari 99 persen merupakan usaha mikro sehingga struktur perekonomian daerah masih didominasi pelaku bisnis berskala kecil.
Wirawan menjelaskan bahwa kondisi tersebut menunjukkan pentingnya dukungan berkelanjutan untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnis dan mengembangkan skala usahanya.
Ia menilai Program Jawara Lokal J&T Express dapat membuka peluang baru bagi UMKM untuk memperoleh akses logistik, promosi, pendampingan, serta bantuan pengembangan usaha.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mengatasi berbagai kendala yang selama ini dihadapi pelaku UMKM, khususnya dalam memperluas distribusi dan meningkatkan daya saing produk.
Kolaborasi pemerintah dan sektor swasta melalui Program Jawara Lokal juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha daerah serta mendorong produk unggulan Bali dan NTB memasuki pasar nasional.
Dengan bantuan pengembangan usaha, fasilitas pengiriman, dan pendampingan bisnis, kelima UMKM terpilih diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas pemasaran, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
- Penulis :
- Shila Glorya




