HOME  ⁄  Ekonomi

PT Sumbawa Timur Mining Serahkan Studi Kelayakan Proyek Hu’u ke Kementerian ESDM, Eksplorasi Masih Tunggu Perpanjangan Izin

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

PT Sumbawa Timur Mining Serahkan Studi Kelayakan Proyek Hu’u ke Kementerian ESDM, Eksplorasi Masih Tunggu Perpanjangan Izin
Foto: (Sumber :Segelas kaskara, seduhan kulit buah kopi yang dikeringkan dan dicampur dengan sirup buah. (ANTARA/Aditya Ramadhan).)

Pantau - PT Sumbawa Timur Mining (STM) telah menyerahkan laporan studi kelayakan Proyek Hu’u di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak Februari 2026, meskipun kegiatan studi eksplorasi perusahaan masih dihentikan sementara sejak 27 Juni 2026.

Perusahaan menyatakan pengembangan proyek pertambangan mineral tersebut terus menunjukkan kemajuan, terutama dalam penyelesaian kajian teknis dan peningkatan pemahaman terhadap potensi sumber daya mineral.

Kepala Komunikasi STM, Cindy Elza, mengatakan laporan studi kelayakan yang telah disampaikan kepada pemerintah saat ini masih dalam proses evaluasi.

"Proses kajian atas laporan tersebut saat ini masih berlangsung," kata Cindy dalam keterangannya, Kamis (5/11/2026).

Penghentian sementara kegiatan studi eksplorasi dilakukan sambil menunggu proses perpanjangan izin eksplorasi dari Kementerian ESDM.

Studi Kelayakan Proyek Hu’u Rampung Sejak Februari 2026

PT Sumbawa Timur Mining menyelesaikan laporan studi kelayakan Proyek Hu’u setelah menjalankan serangkaian kegiatan eksplorasi di wilayah kontrak karya perusahaan.

Laporan tersebut telah disampaikan kepada Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM pada Februari 2026.

Menurut Cindy, penyelesaian studi kelayakan mencerminkan kemajuan signifikan yang dicapai selama kegiatan eksplorasi berlangsung.

Salah satu hasil penting dari kegiatan tersebut adalah peningkatan tingkat keyakinan perusahaan terhadap sumber daya mineral yang terdapat di wilayah proyek.

Studi kelayakan juga mencakup upaya mengidentifikasi dan mengurangi risiko teknis dalam rencana pengembangan tambang bawah tanah.

Hasil kajian tersebut menjadi bagian dari bahan evaluasi pemerintah sebelum tahapan pengembangan proyek dapat dilanjutkan.

Hingga Kamis (5/11/2026), proses penelaahan laporan studi kelayakan masih berlangsung di Kementerian ESDM.

Pengembangan Tambang Bawah Tanah Hadapi Tantangan Teknis

Cindy menjelaskan bahwa pengembangan Proyek Hu’u memiliki sejumlah tantangan teknis yang perlu diperhatikan sebelum memasuki tahapan berikutnya.

Salah satu tantangan utama adalah posisi deposit mineral yang berada pada kedalaman tertentu di bawah permukaan tanah.

Kondisi tersebut memerlukan kajian teknis dalam perencanaan pengembangan tambang bawah tanah.

Selain kedalaman deposit mineral, keberadaan air tanah dalam juga menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam proses pengembangan proyek.

Tantangan lainnya adalah kondisi suhu tinggi di bawah permukaan tanah yang menjadi perhatian dalam studi kelayakan.

Berbagai faktor tersebut telah menjadi bagian dari kajian perusahaan untuk mengurangi risiko teknis pengembangan tambang.

Studi kelayakan juga mengidentifikasi potensi pemanfaatan sumber daya panas bumi di wilayah kerja STM.

Potensi energi panas bumi tersebut dipertimbangkan sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang dapat mendukung kegiatan proyek pada masa mendatang.

Eksplorasi Dihentikan Sementara Sejak 27 Juni 2026

PT Sumbawa Timur Mining menghentikan sementara kegiatan studi eksplorasi di wilayah kontrak karya Proyek Hu’u sejak 27 Juni 2026.

Menurut Cindy, penghentian tersebut dilakukan karena perusahaan masih menunggu proses perpanjangan izin eksplorasi dari Kementerian ESDM.

Meski kegiatan studi eksplorasi belum dilanjutkan, perusahaan tetap menjalankan sejumlah aktivitas pendukung di wilayah operasionalnya.

Kegiatan tersebut meliputi pemantauan lingkungan, perawatan aset perusahaan, serta pelaksanaan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

STM juga tetap mengurus berbagai kebutuhan perizinan yang berkaitan dengan kelanjutan pengembangan proyek.

Perusahaan menyatakan bahwa kegiatan pendukung tersebut tetap berjalan selama proses administrasi dan evaluasi pemerintah berlangsung.

STM Perkuat Koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Daerah

Dalam menghadapi proses perizinan yang masih berjalan, STM terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan evaluasi dan administrasi dapat diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Perusahaan berharap proses perpanjangan izin eksplorasi serta kajian studi kelayakan dapat segera memperoleh penyelesaian.

Dengan selesainya proses tersebut, STM berharap kegiatan pengembangan Proyek Hu’u dapat kembali dilaksanakan secara penuh.

"STM berharap seluruh proses yang sedang berjalan dapat diselesaikan dengan baik sehingga pengembangan Proyek Hu’u dapat kembali dilaksanakan secara penuh dan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.

Proyek Hu’u merupakan salah satu proyek pertambangan mineral di Kabupaten Dompu yang mendapat perhatian karena potensi sumber daya mineral serta peluang investasi di Nusa Tenggara Barat.

Kelanjutan proyek tersebut masih bergantung pada penyelesaian proses perizinan dan evaluasi pemerintah terhadap dokumen yang telah disampaikan perusahaan.

Penulis :
Aditya Yohan
FLOII 2026